Snap Shots Options [Make this Shot larger] [Close]
Options
Disable
Get Free Shots
Close
Snap Shares for charity
* Home
* Rules
* Chemistry E-book
* RSS
Kucing's Blog
Kucing's Blog
Berbagi itu Indah
Hey there! Thanks for dropping by Kucing's Blog! Take a look around and grab the RSS feed to stay updated. See you around!
* E-book
* makalah
* praktikum
* Uncategorized
SELENIUM SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENYAKIT
Filed Under: Uncategorized by adee13 — Leave a comment
5 May 2010
SELENIUM SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN HUBUNGANNYA
DENGAN PENYAKIT
Disusun oleh : Aprina Rahmi Utami / 1408 100 009
Selenium merupakan mineral penting yang berfungsi untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit. Sebagai bagian dari enzim anti oksidan, Selenium berperan dalam sistem pertahanan tubuh. Dalam kapasitas anti oksidannya, selenium bekerja sama dengan vitamin E untuk mencegah terjadinya kerusakan sel tubuh.
1. 1. Influenza
Virus influenza mempunyai kemampuan untuk mengubah protein permukaanya (hemaglutinin/HA dan neurominidase/NA) untuk menghindar dari deteksi sistem immune. Perubahan sedikit saja dari HA dan NA membuat virus tersebut dapat terhindar dari deteksi.
Efek ini telah dibuktikan oleh peneliti di University of North Carolina. Mereka membandingkan tikus yang mengalami defisiensi selenium dengan yang tidak, semua tikus terekspos human influenza virus. Tikus dengan defisiensi selenium yang diinfeksi dengan strain virus influenza yang ringan (A/Bangkok/1/29) mengalami radang paru (pneumonitis) berat. Penelitian pada mRNA virus yang mengkode protein permukaan (HA dan NA) menunjukkan adanya perubahan pada matrix protein sebanyak 29 nukleotide. Perubahan nucleotide ini menyebabkan perubahan 6 asam amino.
1. 2. Kanker
Studi geografi secara konsisten memperlihatkan bahwa populasi yang tinggal di daerah dengan kadar selenium pada tanah yang rendah menyebabkan intake selenium relatif rendah dan mempunyai angka mortalitas kanker yang lebih tinggi. Studi epidemiologi menunjukkan individu dengan kadar selenium yang rendah (pada darah dan kuku) mempunyai insiden kanker yang lebih tinggi. Tetapi kecenderungan ini tidak begitu nyata pada perempuan, contohnya, studi prosfektif pada 60.000 perawat perempuan di U.S menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kadar selenium dengan risiko kanker. Infeksi kronis virus hepatitis B dan C secara signifikan meningkatkan risiko kanker hepar, contohnya, studi yang dilakukan pada orang laki-laki di Taiwan menunjukkan penurunan kadar selenium berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker hepar. Kadar selenium yang rendah juga berhubungan dengan meningkatnya risiko mendapat kanker paru-paru, terutama pada perokok. Individu dengan intake selenium sebesar 159 mcg/hari risiko untuk mendapat kanker prostat hanya 35% dibandingkan dengan individu dengan intake selenium 86 mcg/hari.
Beberapa mekanisme telah diketahui dalam mencegah kanker, yaitu:
………………………………………………………………………
download here
http://3b314786.linkbucks.com
Tags: selenium anti oksidan
Comments RSS feed
Leave a Comment:
(... Or click here to cancel reply.)
Name (required)
Email (required)
Website
Enter your comments here...
Notify me of follow-up comments via email.
Subscribe by email to this site
*
Recent Posts
o Biodiversity and Natural Product Diversity
o liquid-liquid extraction
o Secrets to Creating Chemistry (Nlp, Relationship)
o A GUIDEBOOK TO MECHANISM IN ORGANIC CHEMISTRY
o Modul Praktikum Inversi Gula
*
Archives
o May 2010
*
*
RSS KOMPAS.com – Nasional
o Satu Lagi, Pemimpin Nasional dari Blitar
o Menang, Anas Rangkul Andi dan Marzuki
o Dikeroyok, Anas Tetap Menang
o Pembesuk Susno Harus Bawa Surat Izin
o Dikira Bom Ternyata Cuma Tas
*
RSS tvOne – WebNews
o Anas Pimpin Demokrat
o Perolehan Suara Anas Ungguli Marzuki Alie
o Kontrak Franck Ribery Diperpanjang Hingga 2015
o Penghitungan Suara Anas-Marzuki Bersaing Ketat
o Barcelona Siapkan Rp 352 Miliar Tarik Masuk Cesc Fabregas
*
wordpress blog stats
View My Stats
*
Friends & links
o Development Blog
o Documentation
o Plugins
o Suggest Ideas
o Support Forum
o Themes
o WordPress Planet
*
Pages
o Chemistry E-book
o Rules
*
Monthly archives
o May 2010
Blog at WordPress.com. | Theme: Motion by 85ideas.
[ Back to top ]
Minggu, 23 Mei 2010
Snap Shots Options [Make this Shot larger] [Close]
Options
Disable
Get Free Shots
Close
Snap Shares for charity
Murdiah's Blog
Just another WordPress.com weblog
* About
Oleh: murdiah | November 7, 2009
Perkakas ‹ Murdiah’s Blog — WordPress
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;}
Belerang
Sejarah
Menurut Genesis, belerang sudah lama dikenal oleh nenek moyang sebagai batu belerang.
Sumber
Belerang ditemukan dalam meteorit. R.W. Wood mengusulkan bahwa terdapat simpanan belerang pada daerah gelap di kawah Aristarchus.
Belerang terjadi secara alamiah di sekitar daerah pegunungan dan hutan tropis. Sulfir tersebar di alam sebagai pirit, galena, sinabar, stibnite, gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain.
Pembuatan
Belerang dihasilkan secara komersial dari sumber mata air hingga endapan garam yang melengkung sepanjang Lembah Gulf di Amerika Serikat. Menggunakan proses Frasch, air yang dipanaskan masuk ke dalam sumber mata air untuk mencairkan belerang, yang kemudian terbawa ke permukaan.
Belerang juga terdapat pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harus dihilangkan dari keduanya. Awalnya hal ini dilakukan secara kimiawi, yang akhinya membuang belerang. Namun sekarang, proses yang baru memungkinkan untuk mengambil kembali belerang yang terbuang. Sejumlah besar belerang diambil dari ladang gas Alberta.
Sifat-sifat
Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi mudah larut dalam CS2 (karbon disulfida). Dalam berbagai bentuk, baik gas, cair maupun padat, unsur belerang terjadi dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau campuran. Dengan bentuk yang berbeda-beda, akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat dan bentuk alotropnya masih belum dapat dipahami.
Pada tahun 1975, ahli kimia dari Universitas Pensilvania melaporkan pembuatan polimer belerang nitrida, yang memiliki sifat logam, meski tidak mengandung atom logam sama sekali. Zat ini memiliki sifat elektris dan optik yang tidak biasa.
Belerang dengan kemurnian 99.999+% sudah tersedia secara komersial.
Belerang amorf atau belerang plastik diperoleh dengan pendinginan dari kristal secara mendadak dan cepat. Studi dengan sinar X menunjukkan bahwa belerang amorf memiliki struktur helik dengan delapan atom pada setiap spiralnya. Kristal belerang diduga terdiri dari bentuk cincin dengan delapan atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar X yang normal.
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom
sulfur, S, 16
Deret kimia
nonmetals
Golongan, Periode, Blok
16, 3, p
Penampilan
kuning lemon
Massa atom
32.065(5) g/mol
Konfigurasi elektron
[Ne] 3s2 3p4
Jumlah elektron tiap kulit
2, 8, 6
Ciri-ciri fisik
Fase
solid
Massa jenis (sekitar suhu kamar)
(alpha) 2.07 g/cm³
Massa jenis (sekitar suhu kamar)
(beta) 1.96 g/cm³
Massa jenis (sekitar suhu kamar)
(gamma) 1.92 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur
1.819 g/cm³
Titik lebur
388.36 K
(115.21 °C, 239.38 °F)
Titik didih
717.8 K
(444.6 °C, 832.3 °F)
Titik kritis
1314 K, 20.7 MPa
Kalor peleburan
(mono) 1.727 kJ/mol
Kalor penguapan
(mono) 45 kJ/mol
Kapasitas kalor
(25 °C) 22.75 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa
1
10
100
1 k
10 k
100 k
pada T/K
375
408
449
508
591
717
Ciri-ciri atom
Struktur kristal
orthorhombic
Bilangan oksidasi
−1, ±2, 4, 6
(strongly acidic oxide)
Elektronegativitas
2.58 (skala Pauling)
Energi ionisasi
(detil)
ke-1: 999.6 kJ/mol
ke-2: 2252 kJ/mol
ke-3: 3357 kJ/mol
Jari-jari atom
100 pm
Jari-jari atom (terhitung)
88 pm
Jari-jari kovalen
102 pm
Jari-jari Van der Waals
180 pm
Lain-lain
Sifat magnetik
no data
Resistivitas listrik
(20 °C) (amorphous)
2×1015 Ω·m
Konduktivitas termal
(300 K) (amorphous)
0.205 W/(m·K)
Modulus ruah
7.7 GPa
Skala kekerasan Mohs
2.0
Nomor CAS
7704-34-9
Isotop
iso
NA
waktu paruh
DM
DE (MeV)
DP
32S
95.02%
S stabil dengan 16 neutron
33S
0.75%
S stabil dengan 17 neutron
34S
4.21%
S stabil dengan 18 neutron
35S
syn
87.32 d
β-
0.167
35Cl
36S
0.02%
S stabil dengan 20 neutron
Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida dan fungisida.
Isotop
Belerang memiliki sebelas isotop. Dari empat isotop yang ada di alam, tidak satupun yang bersifat radioaktif. Belerang dengan bentuk yang sangat halus, dikenal sebagai bunga belerang, dan diperoleh dengan cara sublimasi.
Unsur belerang dapat ditemukan dalam beberapa bentuk allotropi, dua diantaranya adalah monoklinik dan rhombik belerang seperti gambar yang tertera di bawah ini.
Kanan : Rhombik belerang ; Kiri : Monoklinik Belerang
Kedua-duanya baik monoklinik dan rhombik belerang terbentuk dari delapan atom belerang yang membentuk molekul siklik.
Molekul siklik dari belerang padat (S8)
Rupa dari sulfur pada suhu dan tekanan biasa memiliki sifat isulator arus listrik. Walaupun, penelitian belerang pada tekanan tinggi menunjukkan bukti terjadinya transisi ke struktur berbeda yang merupakan fase logam (superkonduktivitas sering dikaitkan dengan perubahan struktur dari satu struktur kristal logam ke struktur logam lainnya, dimana struktur yang kedua menyimpang dari struktur sebelumnya). Elektromagnet khusus yang didasari oleh superkonduktif material digunakan secara luas di ilmu kedokteran untuk magnetik resonance imaging (MRI). Secara umum, superkonduktif material hanya menunjukkan sifat ini pada temperatur yang sangat rendah, lebih rendah daripada temperature hidrogen cair (20K).
Sifat dari belerang ini sangatlah penting karena fase logamnya memiliki suhu kritis yang sangat tinggi yang melampaui superkonduktivitas dari unsur-unsur benda padat lainnya yang telah diteliti. Lebih lanjut, suhu kritis ini meningkat dengan bertambahnya tekanan, merupakan sifat yang luarbiasa. Sebagai contoh, selenium dan telurium, yang merupakan satu golongan dengan belerang, menunjukkan sifat yang berbeda. Belum ada yang tahu bagaimana menjelaskan fenomena tersebut. Makna dari hasil penelitian tersebut adalah bahwa belerang membuka kesempatan untuk pengembanhan dari percobaan teori superkonduktivitas. Para peneliti sedang merencanakan untuk meningkatkan tekanan guna mempelajari sifat yang luarbiasa ini.
Senyawa-senyawaSenyawa organik yang mengandung belerang sangat penting. Kalsium sulfur, ammonium sulfat, karbon disulfida, belerang dioksida dan asam sulfida adalah beberapa senyawa di antara banyak senyawa belerang yang sangat penting
Kegunaan Belerang adalah komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam dan juga berperaan sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk fosfat. Berton-ton belerang digunakan untuk menghasilkan asa sulfat, bahankimia yang sangat penting.
Belerang juga digunakanuntuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya, untuk mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering. Belerang merupakan insultor yang baik.
Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, cairan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit.
Belerang cepat menghilangkan bau. Belerang dioksida adalah zat berbahaya di atmosfer, sebagai pencemar udara.
Hidrogen sulfida, H2S, gas beracun dan tak bewarna (mp -85.5 oC and bp -60.7 oC) dengan bau telur busuk. Gas ini sering ditangani dengan tidak cukup hati-hati, gas ini sangat berbahaya dan harus ditangani dalam lingkungan yang ventilasinya baik. Gas ini digunakan untuk analisis kimia dengan cara pengendapan ion logam, pembuatan senyawa yang mengandung belerang, dsb.
Belerang oksida
Belerang dioksida, SO2, dibentuk dengan pembakaran belerang atau senyawa belerang. Belerang dioksida ini merupakan gas yang tidak bewarna dan merupakan gas beracun (bp -10.0 oC) dan merupakan gas emisi industri yang menyebabkan masalah lingkungan. Namun, pada saat
yang sama gas ini sangat penting karena merupakan sumber belerang. Belerang dioksida merupakan senyawa bersudut, dan telah ditunjukkan sebagai ligan pada logam transisi akan menghasilkan berbagai modus koordinasi. SO2 juga merupakan pelarut non-air mirip dengan amonia, dan digunakan untuk reaksi khusus atau sebagai pelarut khusus dalam pengukuran NMR.
Belerang trioksida, dihasilkan dengan oksidasi katalitik belerang dioksida dan digunakan dalam produksi asam sulfat. Reagen komersial SO3 biasa adalah cairan (bp 44.6 oC). Monomer fasa gasnya adalah molekul planar. SO3 planar ini berkesetimbangan dengan trimer cincin (γ-SO3 = S3O9) dalam fasa gas atau cairan. Dengan keberadaan kelumit air SO3 berubah menjadi β-SO3, yakni polimer berkristalinitas tinggi dengan struktur heliks. α-SO3 juga dikenal dan merupakan padatan dengan struktur lamelar yang lebih rumit lagi. Semuanya bereaksi dengan air dengan hebat membentuk asam sulfat.
Asam-asam okso belerang
Walaupun dikenal banyak asam okso dari belerang, sebagian besar tidak stabil dan tidak dapat diisolasi. Asam-asam okso ini dibentuk dengan kombinasi ikatan S=O, S-OH, S-O-S, dan S-S dengan atom pusat belerang. Karena bilangan oksidasi belerang bervariasi cukup besar, di sini terlibat berbagai kesetimbangan redoks.
Asam sulfat, H2SO4. Asam sulfat adalah senyawa dasar yang penting dan dihasilkan dalam jumlah terbesar (ranking pertama dari segi jumlah) dari semua senyawa anorganik yang dihasilkan industri. Asam sulfat murni adalah cairan kental (mp 10.37 oC), dan melarut dalam air dengan
menghasilkan sejumlah besar panas menghasilkan larutan asam kuat.
Asam tiosulfat, H2S2O3. Walaupun asam ini akan dihasilkan bila tiosulfat diasamkan, asam bebasnya tidak stabil. Ion S2O3 2- dihasilkan dengan mengganti satu oksigen dari ion SO4 2- dengan belerang, dan asam tiosulfat ini adalah reduktor sedang.
Asam sulfit, H2SO3. Garam sulfit sangat stabil namun asam bebasnya belum pernah diisolasi. Ion SO3 2- memiliki simetri piramida dan merupakan reagen pereduksi. Dalam asam ditionat, H2S2O6, ion ditionat, S2O6 2-, bilangan oksidasi belerang adalah +5, dan terbentuk ikatan S-S.
Senyawa ditionat adalah bahan pereduksi yang sangat kuat. Belerang trioksida, dihasilkan dengan oksidasi katalitik belerang dioksida dan digunakan dalam produksi asam sulfat. Reagen komersial SO3 biasa adalah cairan (bp 44.6 oC). Monomer fasa gasnya adalah molekul planar. SO3 planar ini berkesetimbangan dengan trimer cincin (γ-SO3 = S3O9) dalam fasa gas atau cairan. Dengan keberadaan kelumit air SO3 berubah menjadi β-SO3, yakni polimer berkristalinitas tinggi dengan struktur heliks. α-SO3 juga dikenal dan merupakan padatan dengan struktur lamelar yang lebih rumit lagi. Semuanya bereaksi dengan air dengan
hebat membentuk asam sulfat.
Asam-asam okso belerang
Walaupun dikenal banyak asam okso dari belerang, sebagian besar tidak stabil dan tidak dapat diisolasi. Asam-asam okso ini dibentuk dengan kombinasi ikatan S=O, S-OH, S-O-S, dan S-S dengan atom pusat belerang. Karena bilangan oksidasi belerang bervariasi cukup besar, di sini terlibat berbagai kesetimbangan redoks.
Asam sulfat, H2SO4. Asam sulfat adalah senyawa dasar yang penting dan dihasilkan dalam jumlah terbesar (ranking pertama dari segi jumlah) dari semua senyawa anorganik yang dihasilkan industri. Asam sulfat murni adalah cairan kental (mp 10.37 oC), dan melarut dalam air dengan
menghasilkan sejumlah besar panas menghasilkan larutan asam kuat.
Asam tiosulfat, H2S2O3. Walaupun asam ini akan dihasilkan bila tiosulfat diasamkan, asam bebasnya tidak stabil. Ion S2O3 2- dihasilkan dengan mengganti satu oksigen dari ion SO4 2- dengan belerang, dan asam tiosulfat ini adalah reduktor sedang.
Asam sulfit, H2SO3. Garam sulfit sangat stabil namun asam bebasnya belum pernah diisolasi. Ion SO3
2- memiliki simetri piramida dan merupakan reagen pereduksi. Dalam asam ditionat, H2S2O6, ion ditionat, S2O6 2-, bilangan oksidasi belerang adalah +5, dan terbentuk ikatan S-S. Senyawa ditionat adalah bahan pereduksi yang sangat kuat.
Tinggalkan sebuah Komentar
Ditulis dalam Uncategorized | Tag:hebh
Oleh: murdiah | November 7, 2009
belerang
Belerang
Sejarah
Menurut Genesis, belerang sudah lama dikenal oleh nenek moyang sebagai batu belerang.
Sumber
Belerang ditemukan dalam meteorit. R.W. Wood mengusulkan bahwa terdapat simpanan belerang pada daerah gelap di kawah Aristarchus.
Belerang terjadi secara alamiah di sekitar daerah pegunungan dan hutan tropis. Sulfir tersebar di alam sebagai pirit, galena, sinabar, stibnite, gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain.
Pembuatan
Belerang dihasilkan secara komersial dari sumber mata air hingga endapan garam yang melengkung sepanjang Lembah Gulf di Amerika Serikat. Menggunakan proses Frasch, air yang dipanaskan masuk ke dalam sumber mata air untuk mencairkan belerang, yang kemudian terbawa ke permukaan.
Belerang juga terdapat pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harus dihilangkan dari keduanya. Awalnya hal ini dilakukan secara kimiawi, yang akhinya membuang belerang. Namun sekarang, proses yang baru memungkinkan untuk mengambil kembali belerang yang terbuang. Sejumlah besar belerang diambil dari ladang gas Alberta.
Sifat-sifat
Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi mudah larut dalam CS2 (karbon disulfida). Dalam berbagai bentuk, baik gas, cair maupun padat, unsur belerang terjadi dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau campuran. Dengan bentuk yang berbeda-beda, akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat dan bentuk alotropnya masih belum dapat dipahami.
Pada tahun 1975, ahli kimia dari Universitas Pensilvania melaporkan pembuatan polimer belerang nitrida, yang memiliki sifat logam, meski tidak mengandung atom logam sama sekali. Zat ini memiliki sifat elektris dan optik yang tidak biasa.
Belerang dengan kemurnian 99.999+% sudah tersedia secara komersial.
Belerang amorf atau belerang plastik diperoleh dengan pendinginan dari kristal secara mendadak dan cepat. Studi dengan sinar X menunjukkan bahwa belerang amorf memiliki struktur helik dengan delapan atom pada setiap spiralnya. Kristal belerang diduga terdiri dari bentuk cincin dengan delapan atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar X yang normal.
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom
sulfur, S, 16
Deret kimia
nonmetals
Golongan, Periode, Blok
16, 3, p
Penampilan
kuning lemon
Massa atom
32.065(5) g/mol
Konfigurasi elektron
[Ne] 3s2 3p4
Jumlah elektron tiap kulit
2, 8, 6
Ciri-ciri fisik
Fase
solid
Massa jenis (sekitar suhu kamar)
(alpha) 2.07 g/cm³
Massa jenis (sekitar suhu kamar)
(beta) 1.96 g/cm³
Massa jenis (sekitar suhu kamar)
(gamma) 1.92 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur
1.819 g/cm³
Titik lebur
388.36 K
(115.21 °C, 239.38 °F)
Titik didih
717.8 K
(444.6 °C, 832.3 °F)
Titik kritis
1314 K, 20.7 MPa
Kalor peleburan
(mono) 1.727 kJ/mol
Kalor penguapan
(mono) 45 kJ/mol
Kapasitas kalor
(25 °C) 22.75 J/(mol•K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada T/K 375 408 449 508 591 717
Ciri-ciri atom
Struktur kristal
orthorhombic
Bilangan oksidasi
−1, ±2, 4, 6
(strongly acidic oxide)
Elektronegativitas
2.58 (skala Pauling)
Energi ionisasi
(detil)
ke-1: 999.6 kJ/mol
ke-2: 2252 kJ/mol
ke-3: 3357 kJ/mol
Jari-jari atom
100 pm
Jari-jari atom (terhitung)
88 pm
Jari-jari kovalen
102 pm
Jari-jari Van der Waals
180 pm
Lain-lain
Sifat magnetik
no data
Resistivitas listrik
(20 °C) (amorphous)
2×1015 Ω•m
Konduktivitas termal
(300 K) (amorphous)
0.205 W/(m•K)
Modulus ruah
7.7 GPa
Skala kekerasan Mohs
2.0
Nomor CAS
7704-34-9
Isotop
iso
NA
waktu paruh
DM
DE (MeV)
DP
32S 95.02% S stabil dengan 16 neutron
33S 0.75% S stabil dengan 17 neutron
34S 4.21% S stabil dengan 18 neutron
35S syn
87.32 d
β-
0.167 35Cl
36S 0.02% S stabil dengan 20 neutron
Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida dan fungisida.
Isotop
Belerang memiliki sebelas isotop. Dari empat isotop yang ada di alam, tidak satupun yang bersifat radioaktif. Belerang dengan bentuk yang sangat halus, dikenal sebagai bunga belerang, dan diperoleh dengan cara sublimasi.
Unsur belerang dapat ditemukan dalam beberapa bentuk allotropi, dua diantaranya adalah monoklinik dan rhombik belerang seperti gambar yang tertera di bawah ini.
Kanan : Rhombik belerang ; Kiri : Monoklinik Belerang
Kedua-duanya baik monoklinik dan rhombik belerang terbentuk dari delapan atom belerang yang membentuk molekul siklik.
Molekul siklik dari belerang padat (S8)
Rupa dari sulfur pada suhu dan tekanan biasa memiliki sifat isulator arus listrik. Walaupun, penelitian belerang pada tekanan tinggi menunjukkan bukti terjadinya transisi ke struktur berbeda yang merupakan fase logam (superkonduktivitas sering dikaitkan dengan perubahan struktur dari satu struktur kristal logam ke struktur logam lainnya, dimana struktur yang kedua menyimpang dari struktur sebelumnya). Elektromagnet khusus yang didasari oleh superkonduktif material digunakan secara luas di ilmu kedokteran untuk magnetik resonance imaging (MRI). Secara umum, superkonduktif material hanya menunjukkan sifat ini pada temperatur yang sangat rendah, lebih rendah daripada temperature hidrogen cair (20K).
Sifat dari belerang ini sangatlah penting karena fase logamnya memiliki suhu kritis yang sangat tinggi yang melampaui superkonduktivitas dari unsur-unsur benda padat lainnya yang telah diteliti. Lebih lanjut, suhu kritis ini meningkat dengan bertambahnya tekanan, merupakan sifat yang luarbiasa. Sebagai contoh, selenium dan telurium, yang merupakan satu golongan dengan belerang, menunjukkan sifat yang berbeda. Belum ada yang tahu bagaimana menjelaskan fenomena tersebut. Makna dari hasil penelitian tersebut adalah bahwa belerang membuka kesempatan untuk pengembanhan dari percobaan teori superkonduktivitas. Para peneliti sedang merencanakan untuk meningkatkan tekanan guna mempelajari sifat yang luarbiasa ini.
Senyawa-senyawaSenyawa organik yang mengandung belerang sangat penting. Kalsium sulfur, ammonium sulfat, karbon disulfida, belerang dioksida dan asam sulfida adalah beberapa senyawa di antara banyak senyawa belerang yang sangat penting
Kegunaan Belerang adalah komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam dan juga berperaan sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk fosfat. Berton-ton belerang digunakan untuk menghasilkan asa sulfat, bahankimia yang sangat penting.
Belerang juga digunakanuntuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya, untuk mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering. Belerang merupakan insultor yang baik.
Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, cairan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit.
Belerang cepat menghilangkan bau. Belerang dioksida adalah zat berbahaya di atmosfer, sebagai pencemar udara.
Hidrogen sulfida, H2S, gas beracun dan tak bewarna (mp -85.5 oC and bp -60.7 oC) dengan bau telur busuk. Gas ini sering ditangani dengan tidak cukup hati-hati, gas ini sangat berbahaya dan harus ditangani dalam lingkungan yang ventilasinya baik. Gas ini digunakan untuk analisis kimia dengan cara pengendapan ion logam, pembuatan senyawa yang mengandung belerang, dsb.
Belerang oksida
Belerang dioksida, SO2, dibentuk dengan pembakaran belerang atau senyawa belerang. Belerang dioksida ini merupakan gas yang tidak bewarna dan merupakan gas beracun (bp -10.0 oC) dan merupakan gas emisi industri yang menyebabkan masalah lingkungan. Namun, pada saat
yang sama gas ini sangat penting karena merupakan sumber belerang. Belerang dioksida merupakan senyawa bersudut, dan telah ditunjukkan sebagai ligan pada logam transisi akan menghasilkan berbagai modus koordinasi. SO2 juga merupakan pelarut non-air mirip dengan amonia, dan digunakan untuk reaksi khusus atau sebagai pelarut khusus dalam pengukuran NMR.
Belerang trioksida, dihasilkan dengan oksidasi katalitik belerang dioksida dan digunakan dalam produksi asam sulfat. Reagen komersial SO3 biasa adalah cairan (bp 44.6 oC). Monomer fasa gasnya adalah molekul planar. SO3 planar ini berkesetimbangan dengan trimer cincin (γ-SO3 = S3O9) dalam fasa gas atau cairan. Dengan keberadaan kelumit air SO3 berubah menjadi β-SO3, yakni polimer berkristalinitas tinggi dengan struktur heliks. α-SO3 juga dikenal dan merupakan padatan dengan struktur lamelar yang lebih rumit lagi. Semuanya bereaksi dengan air dengan hebat membentuk asam sulfat.
Asam-asam okso belerang
Walaupun dikenal banyak asam okso dari belerang, sebagian besar tidak stabil dan tidak dapat diisolasi. Asam-asam okso ini dibentuk dengan kombinasi ikatan S=O, S-OH, S-O-S, dan S-S dengan atom pusat belerang. Karena bilangan oksidasi belerang bervariasi cukup besar, di sini terlibat berbagai kesetimbangan redoks.
Asam sulfat, H2SO4. Asam sulfat adalah senyawa dasar yang penting dan dihasilkan dalam jumlah terbesar (ranking pertama dari segi jumlah) dari semua senyawa anorganik yang dihasilkan industri. Asam sulfat murni adalah cairan kental (mp 10.37 oC), dan melarut dalam air dengan
menghasilkan sejumlah besar panas menghasilkan larutan asam kuat.
Asam tiosulfat, H2S2O3. Walaupun asam ini akan dihasilkan bila tiosulfat diasamkan, asam bebasnya tidak stabil. Ion S2O3 2- dihasilkan dengan mengganti satu oksigen dari ion SO4 2- dengan belerang, dan asam tiosulfat ini adalah reduktor sedang.
Asam sulfit, H2SO3. Garam sulfit sangat stabil namun asam bebasnya belum pernah diisolasi. Ion SO3 2- memiliki simetri piramida dan merupakan reagen pereduksi. Dalam asam ditionat, H2S2O6, ion ditionat, S2O6 2-, bilangan oksidasi belerang adalah +5, dan terbentuk ikatan S-S.
Senyawa ditionat adalah bahan pereduksi yang sangat kuat. Belerang trioksida, dihasilkan dengan oksidasi katalitik belerang dioksida dan digunakan dalam produksi asam sulfat. Reagen komersial SO3 biasa adalah cairan (bp 44.6 oC). Monomer fasa gasnya adalah molekul planar. SO3 planar ini berkesetimbangan dengan trimer cincin (γ-SO3 = S3O9) dalam fasa gas atau cairan. Dengan keberadaan kelumit air SO3 berubah menjadi β-SO3, yakni polimer berkristalinitas tinggi dengan struktur heliks. α-SO3 juga dikenal dan merupakan padatan dengan struktur lamelar yang lebih rumit lagi. Semuanya bereaksi dengan air dengan
hebat membentuk asam sulfat.
Asam-asam okso belerang
Walaupun dikenal banyak asam okso dari belerang, sebagian besar tidak stabil dan tidak dapat diisolasi. Asam-asam okso ini dibentuk dengan kombinasi ikatan S=O, S-OH, S-O-S, dan S-S dengan atom pusat belerang. Karena bilangan oksidasi belerang bervariasi cukup besar, di sini terlibat berbagai kesetimbangan redoks.
Asam sulfat, H2SO4. Asam sulfat adalah senyawa dasar yang penting dan dihasilkan dalam jumlah terbesar (ranking pertama dari segi jumlah) dari semua senyawa anorganik yang dihasilkan industri. Asam sulfat murni adalah cairan kental (mp 10.37 oC), dan melarut dalam air dengan
menghasilkan sejumlah besar panas menghasilkan larutan asam kuat.
Asam tiosulfat, H2S2O3. Walaupun asam ini akan dihasilkan bila tiosulfat diasamkan, asam bebasnya tidak stabil. Ion S2O3 2- dihasilkan dengan mengganti satu oksigen dari ion SO4 2- dengan belerang, dan asam tiosulfat ini adalah reduktor sedang.
Asam sulfit, H2SO3. Garam sulfit sangat stabil namun asam bebasnya belum pernah diisolasi. Ion SO3
2- memiliki simetri piramida dan merupakan reagen pereduksi. Dalam asam ditionat, H2S2O6, ion ditionat, S2O6 2-, bilangan oksidasi belerang adalah +5, dan terbentuk ikatan S-S. Senyawa ditionat adalah bahan pereduksi yang sangat kuat.
Tinggalkan sebuah Komentar
Ditulis dalam Uncategorized
Oleh: murdiah | November 7, 2009
manfaat kulit pisang
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
KAJIAN PSIKOKIMIA PRODUK NATA DE MUSA DARI KULIT TIGA VARIETAS PISANG DI PULAU LOMBOK
BIDANG KEGIATAN :
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENELITIAN (PKMP)
Diusulkan oleh :
Murdiah : G1C007025/2007
Vera Fitriya Ersalena : G1C008032/2008
Teten Angriani : G1C008036/2008
UNIVERSITAS MATARAM
MATARAM
2009
HALAMAN PENGESAHAN
1. Judul Kegiatan : Kajian Psikokimia Produk Nata De Musa Dari Kulit Tiga Varietas Pisang di Pulau Lombok
2. Bidang Kegiatan : PKM-P
3. Ketua Pelaksana kegiatan
a. Nama Lengkap : Murdiah
b. NIM : G1C 007 025
c. Program Studi : Kimia
d. Perguruan Tinggi : Universitas Mataram
e. Alamat Rumah dan No. Tel/HP : Bongkem, Sakra Timur, Lombok
Timur, HP. 081 917 085 506
f. Alamat email : murd_img04@yahoo.com
4. Anggota : 2 Orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap : Siti Raudhatul Kamali, S.Pd.,M.Sc
b. NIP : 19820908 200812 2 002
c. Alamat Rumah dan No. Tel./HP : Jalan Swakarya I A, Kekalik,
Ampenan, HP. 085 935 327 246
6. Biaya Kegiatan Total
DIKTI : Rp. 9.921.000,-
Sumber lain : -
7. Jangka Waktu Penelitian : Bulan Februari s/d Mei 2010
Menyetujui,
Ketua Program Studi Kimia
(Ir. Surya Hadi, M.Sc., P.hD)
NIP. 19630218 199603 2 001 Ketua Pelaksana Kegiatan
(Murdiah)
NIM : G1C007025
Pembantu Rektor III
Bidang Kemahasiswaan
(Drs. M. Darwin, MS)
NIP. 19580523 198503 1 001
Dosen Pendamping
(Siti Raudhatul Kamali, S.Pd.,M.Sc)
NIP. 19820908 200812 2 002
A. JUDUL PROGRAM
Kajian Psikokimia Produk Nata De Musa Dari Kulit Tiga Varietas Pisang di Pulau Lombok
B. LATAR BELAKANG
Indonesia kaya akan tumbuhan penghasil buah, salah satunya adalah pisang. Pisang merupakan tanaman asli Indonesia yang menempati posisi pertama dalam luas pertanaman dan produksi sebagai komoditas buah-buahan serta menjadi komoditas buah paling dominan yang ditanam oleh rumah tangga dan petani di Indonesia termasuk di Nusa Tenggara Barat (Damayanti, 2007). Hal ini disebabkan karena tanaman pisang tahan terhadap kekeringan, memiliki nilai ekonomi tinggi, dan permintaaan pasar cukup banyak. BPTP NTB (2004) mencatat produksi pisang Nusa Tenggara Barat melimpah, pada tahun 2002 mencapai 680.380 ton.
Pemanfaatan buah pisang umumnya terbatas pada daging buahnya saja, sedangkan kulitnya dibuang dan menjadi limbah organik atau dijadikan makanan ternak. Jumlah kulit pisang yang cukup banyak akan memiliki nilai jual yang menguntungkan apabila bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan.
Kulit pisang diketahui memiliki kandungan unsur gizi cukup lengkap, seperti karbohidrat, lemak, protein, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B, vitamin C dan air. Unsur-unsur gizi inilah yang dapat digunakan sebagai sumber energi dan antibodi bagi tubuh manusia (Munadjim, 1983). Dengan demikian kulit pisang dapat dimanfaatkan menjadi bahan makanan yang benilai gizi yaitu nata.
Permasalahan lainnya adalah kurangnya asupan gizi masyarakat yang ditunjukkan dengan banyaknya penderita penyakit kurang gizi dan busung lapar yaitu mencapai 10% dari total anak balita, yakni 480.000 anak. Menurut Kepala Dinas Kesehatan setempat, kejadian gizi buruk ini sudah pada tingkat kejadian luar biasa (KLB) (Misrianti, 2005).
Nata merupakan produk makanan yang berasal dari proses fermentasi. Syarat untuk membuat produk nata secara umum yaitu bahan dasar harus mempunyai kandungan karbohidrat (glukosa) yang cukup tinggi (Saragih, 2004:3). Tanpa adanya glukosa (karbohidrat) nata tidak dapat terbentuk. Kulit pisang ditinjau dari kandungan unsur gizi ternyata mempunyai kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, yaitu 18,50 g dalam 100 g bahan (BPPI Surabaya dalam M. Lies Suprapti, 2005) sehingga kulit pisang juga dapat dijadikan sebagai bahan dasar dalam proses pembuatan produk nata.
Ada beberapa varietas pisang di NTB, khususnya di Pulau Lombok diantaranya adalah pisang susu, pisang ambon lumut (pisang hijau), dan pisang merah. Ketiga varietas pisang tersebut banyak digemari masyarakat Dalam penelitian ini akan dikaji mengenai kualitas fisik dan kimia Nata de Musa dengan penggunaan beberapa varietas pisang tersebut.
C. RUMUSAN MASALAH
Pisang merupakan salah satu komoditas buah-buahan utama di Indonesia pada umumnya dan NTB pada khususnya. Pemanfaatan pisang hanya terbatas pada daging buahnya saja, sedangkan kulitnya dibuang. Kulit pisang diketahui mengandung berbagai unsur gizi yang penting seperti karbohidrat, protein, vitamin, dll. Sehingga kulit pisang berpotensi sebagai sumber bahan makanan berupa Nata de Musa. Berdasarkan latar belakang dapat dirumuskan permasalahan yang akan diteliti yakni penggunaan beberapa varietas pisang lokal Pulau Lombok yaitu pisang susu, pisang ambon lumut (pisang hijau), dan pisang merah pada pembuatan nata de Musa dengan mengukur kualitas fisik dan kimia produk Nata de Musa.
D. TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk
1. Mengetahui kandungan gizi: protein, karbohidrat, kadar air dari tiga varietas pisang di Pulau Lombok yaitu pisang susu, pisang ambon lumut dan pisang merah.
2. Mengetahui bagaimana kualitas fisik dan kimia Nata de Musa yang dihasilkan dari beberapa varietas pisang di Pulau Lombok yaitu pisang susu, pisang hijau, dan pisang kulit merah.
3. Mengetahui kandungan gizi nata de musa yang dihasilkan dari ketiga varietas pisang tersebut.
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah artikel ilmiah yang bisa dijadikan rujukan bagi peneliti setelahnya dan masyarakat mengenai pembuatan Nata de Musa dari limbah kulit pisang dan kualitas Nata de Musa yang dihasilkan dari beberapa varietas pisang di NTB. Sehingga dapat digunakan oleh masyarakat untuk membuat Nata de Musa dan menjadi peluang usaha yang baik dalam rangka menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan dan masalah gizi buruk di NTB.
F. KEGUNAAN PENELITIAN
Kegunaan penelitian ini adalah bisa diaplikasikan oleh masyarakat untuk dikembangkan menjadi usaha makanan berupa Nata de Musa dari limbah kulit pisang di NTB dalam upaya pemenuhan kebutuhan bahan makanan bergizi tinggi.
G. LANDASAN TEORI
1. Tinjauan tentang kulit pisang
Gambar 1. Tnaman pisang Gambar 2. Buah pisang
Pisang yang tergolong tanaman buah tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat. Tumbuhan ini berdasarkan klasifikasi ilmiahnya tergolong dalam keluarga besar Musaceae, sebagaimana penggolongan dari tingkat kingdom hingga species berikut ini:
Kingdom : Plantae
Division : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Order : Zingiberales
Family : Musaceae
Genus : Musa
Species : Musa paradisiaca, Linn.
Menurut literatur, pisang merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara, yaitu berasal dari Semenanjung Malaysia dan Filipina. Tetapi ada juga yang menyebutkan bahwa pisang berasal dari Brasil dan India. Dari sini kemudian menyebar hingga ke daerah Pasifik (Chintya, 2009).
Jenis pisang dibagi menjadi tiga:
1) Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak yaitu M. paradisiaca var Sapientum, M. nana atau disebut juga M. cavendishii, M. sinensis. Misalnya pisang ambon, susu, raja, cavendish, barangan dan mas.
2) Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak yaitu M. paradisiaca forma Typical atau disebut juga M. paradisiaca normalis. Misalnya pisang nangka, tanduk dan kepok.
3) Pisang berbiji yaitu M. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya.
Misalnya pisang batu dan klutuk.
4) Pisang yang diambil seratnya misalnya pisang manila (TTG Budidaya Pertanian).
Berdasarkan cara konsumsi buahnya, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu pisang meja (dessert banana) dan pisang olah (plantain, cooking banana). Pisang meja dikonsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, seperti pisang ambon, susu, raja, seribu, dan sunripe. Pisang olahan dikonsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk, dan uli. Buah pisang diolah menjadi berbagai produk, seperti sale, kue, ataupun arak (di Amerika Latin). Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, Pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang relatif populer antara lain Kripik Pisang asal Lampung, Sale pisang (Bandung), Pisang Molen (Bogor), dan Epe (Makassar) (Anonim,2009)
Diantara buah-buahan, pisang menduduki posisi tertinggi, baik dalam segi luas areal ataupun kapasitas produksinya. Buah pisang kandungan gizinya cukup tinggi, yang meliputi karbohidrat, gula, protein, lemak, vitamin A, B, dan C serta garam-garam mineral untuk buah yang masih mentah. Tetapi setelah tua benar, kandungan karbohidratnya antara 15 – 30 % tergantung pada varietasnya. Setelah buah matang baik dari pohon atau diperam, kandungan karbohidrat turun tajam antara 1,5 – 15 %, dan kandungan gula meningkat dari 6 – 19 %., kandungan protein dalam kulit pisang mencapai 1,2 %. Setiap tahun produksi pisang secara keseluruhan mampu menyediakan 13.000 – 27.000 ton protein (Rismunandar,1973).
Kulit pisang mempunyai kandungan karbohidrat yang cukup tinggi yaitu 18,50 g dalam 100 g kulit pisang (BPPI Surabaya, dalam M. Lies Suprapti, 2005:86) sehingga kulit pisang dapat menjadi bahan dasar dalam pembuatan nata karena dalam pembuatan nata syarat utamanya adalah bahan tersebut mempunyai kandungan glukosa (karbohirat). Tanpa adanya glukosa proses fermentasi pembentukan materi atau lapisan nata tidak dapat terbentuk (Munadjim,1983:60). Selama ini bahan dasar pembuatan nata adalah air kelapa dengan demikian kulit pisang dapat dijadikan salah satu bahan dasar altenatif yang dapat menggantikan air kelapa.
Beberapa varietas pisang yang melimpah di NTB adalah pisang susu, pisang hijau (pisang ambon lumut) dan pisang merah. Adapun karakteristiknya adalah sebagai berikut.
1. Pisang susu
Pisang Susu cocok untuk hidangan buah segar. Ukuran buah kecil hampir sama dengan pisang emas. Kulit buah tipis, berwarna kuning berbintik hitam. Daging buah putih kekuningan. Rasa buah manis, lunak dan berarom harum. Dalam satu tandan terdapat sekitar 8 sisir (satu sisir berisi 12-16 buah) (Situs Hijau, 2009).
2. Pisang Ambon Lumut (pisang hijau)
Pisang ambon lumut (pisang hijau) cocok untuk hidangan buah segar. Kulit buah berwarna hijau walaupun sudah matang dan lebih tebal daripada kulit buah pisang ambon kuning. Daging buah hampir sama dengan pisang ambon kuning hanya sedikit lebih putih. Daging buah agak keras, aroma lebih harum dan rasanya lebih manis (Situs Hijau, 2009).
3. Pisang merah
Pokok Pisang Merah yang sering ditanam sebagai pokok hiasan. Nama sains pokok Pisang Merah ialah Musa velutina H. Wendl. & Drude atau bahasa Inggris fuzzy banana. Pokok Pisang tidak mempunyai batang berkayu, tetapi sebaliknya ia terdiri dari gentian (Wikipedia, 2009).
2. Kasus busung lapar di NTB
Kasus busung lapar yang melanda NTB semakin berkembang, anak balita yang menderita busung lapar mencapai 10 persen dari total anak balita, yakni 480.000 anak. Dengan demikian, ada sekitar 49.000 anak balita di antaranya menderita gizi buruk dan bahkan busung lapar. Akibat penyakit busung lapar di NTB ini, tujuh anak balita di antaranya meninggal dunia. Bahkan menurut Kepala Dinas Kesehatan setempat, kejadian gizi buruk ini sudah pada tingkat kejadian luar biasa (KLB). Karena itulah, kasus ini harus ditangani secara luar biasa pula. Dengan kata lain, harus ada upaya penanganan yang ekstra dari semua pihak (Misrianti, 2005).
Rata-rata sekitar 100 anak dirawat di RSU Mataram, NTB, karena gizi buruk (busung lapar). Hal ini merupakan suatu realitas yang sangat ironis, karena provinsi NTB tengah mengalami suplus pangan, terutama padi, karena keberhasilan program pertanian gogo rancah. Bahkan setiap tahun NTB bisa memasok ratusan ton beras ke provinsi lain, diantaranya Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah suplus pangan NTB tidak berdampak pada kemakmuran seluruh rakyat dengan daya beli masyarakat yang masih rendah. Kemudian karena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat dengan pola konsumsi makanan yang memenuhi standar gizi anak (Agustriyadi, 2009).
3. Nata de musa
Nata adalah biomassa yang sebagian besar terdiri dari selulosa, berbentuk agar dan berwarna putih. Massa ini berasal pertumbuhan Acetobacter xylinum pada permukaan media cair yang asam dan mengandung gula.
Tabel 1. Syarat Mutu Nata
No. Jenis uji Satuan Persyaratan
1. Keadaan -
1.1 Bau - Normal
1.2 Rasa - Normal
1.3 Warna - Normal
1.4 Tekstur - Normal
2. Bahan asing - Tidak boleh ada
3. Bobot tuntas % Min. 50
4. Jumlah gula (dihitung sebagai sakrosa) % Min. 15
5. Serat makanan % Maks. 4,5
6. Bahan tambahan makanan
6.1 Pemanis buatan:
• Sakarin
• Siklamat
Tidak boleh ada
Tidak boleh ada
6.2 Pewarna tambahan Sesuai dengan SNI 01-0222-1995
6.3 Pengawet (Na Benzoat) Sesuai dengan SNI 01-0222-1995
7. Cemaran logam
7.1 Timbale (Pb) Mg/kg Maks. 0,2
7.2 Tembaga (Cu) Mg/kg Maks. 2
7.3 Seng (Zn) Mg/kg Maks. 5
7.4 Timah (Sn) Mg/kg Maks.
8. Cemaran arsen (As) Koloni/g 40,0/250,5* Maks. 0,1
9. Cemaran mikroba Maks. 0,1
9.1 Angka lempeng total APM/g Maks. 2 x 102
9.2 Coliform Koloni/g < 3
9.3 Kapang Koloni/g Maks. 50
9.4 Khamir Koloni/g Maks. 50
Sumber: SNI 01-4317-1996
Nata dapat dibuat dari bahan baku air kelapa, dan limbah cair pengolahan tahu (whey tahu). Nata yang dibuat dari air kelapa disebut dengan Nata de Coco, dan yang dari whey tahu disebut dengan Nata de Soya. Bentuk, warna, tekstur dan rasa kedua jenis nata tersebut tidak berbeda. Pembuatan nata tidak sulit, dan biaya yang dibutuhkan juga tidak banyak (Hasbullah, 2001). Nata berbentuk padat, putih bersih mirip kelapa muda dan rasanya menyerupai kolangkaling. Kandungan terbesar dalam nata adalah air 98% (Steinkreus dalam Suswanhyundarti, 1997).
Kulit pisang mempunyai kandungan karbohidrat yang cukup tinggi yaitu 18,50 g dalam 100 g kulit pisang ( BPPI Surabaya, dalam M. Lies Suprapti, 2005:86) sehingga kulit pisang dapat menjadi bahan dasar dalam pembuatan nata karena dalam pembuatan nata syarat utamanya adalah bahan tersebut mempunyai kandungan glukosa (karbohirat). Tanpa adanya glukosa proses fermentasi pembentukan materi atau lapisan nata tidak dapat terbentuk (Munadjim,1983). Selama ini bahan dasar pembuatan nata adalah air kelapa dengan demikian kulit pisang dapat dijadikan salah satu bahan dasar alternatif yang dapat menggantikan air kelapa.
Beberapa pertimbangan mengapa kulit pisang dimanfaatkan dalam pembuatan nata adalah :
a. Kulit pisang layak untuk dikonsumsi, karena mempunyai kandungan gizi yang lengkap dan tidak ada efek samping bagi tubuh apabila mengkonsumsinya.
b. Nata biasanya terbuat dari air kelapa sehingga harganya lebih mahal dengan memanfaatkan kulit pisang sebagi bahan dasar nata diharapkan harganya lebih murah sehingga dapat bersaing dipasaran.
c. Kulit pisang mudah diperloleh dan jumlahnya cukup banyak (Susanti, 2006).
H. METODE PENELITIAN
1. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Dalam penelitian ini eksperimen yang dilakukan adalah pembuatan nata dari kulit tiga varietas pisang yang berbeda yaitu pisang susu, pisang hijau (pisang ambon lumut) dan pisang merah.
2. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dimulai dari bulan Februari sampai Mei 2010 yang akan dilaksanakan di Laboratorium Kimia Dasar UPT MIPA Laboratorium Kimia Analitik, dan Laboratorium THP Fakultas Pertanian Universitas Mataram.
3. Bahan Penelitian
Sebagai objek penelitian ini digunakan limbah kulit pisang yaitu 3 varietas pisang yang banyak terdapat di Pulau Lombok, yaitu: pisang susu, pisang ambon lumut (pisang hijau), dan pisang merah . Bahan baku lainnya adalah: biakan murni bakteri Acetobacter xylinum, gula pasir , asam asetat glasial, amonium sulfat, aquades, air, glukosa anhidrat, reagensia Nelson, larutan dengan kadar reduksi sekitar 2 – 8 mg/ 100 mL Pb-asetat atau bubur aluminium hidroksida, K2SO4 atau Na2SO4 anhidrat, H2SO4 pekat, CuSO4, Zn, NaOH 45%, HCl 0,1 N, phenolphtalein 1%. Bahan penunjang lainnya adalah tissue, kertas saring, aluminium foil, kertas Koran, plastik, dan korek api.
4. Alat Penelitian
Peralatan yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah loyang plastik, panci email, karet gelang, saringan, gelas ukur, sendok makan (stainless steel), pH meter, kain kasa, kompor, ruang inokulasi, pipet tetes, gelas kimia, derigen, kotak plastik steril, tabung reaksi, penangas air, batang pengaduk, labu kjedahl, bunsen, alat destilasi, dan erlenmeyer.
5. Cara Kerja
a. Tahap persiapan
- Persiapan alat dan bahan
- Sterilisasi alat
- Penimbangan bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan nata de musa.
b. Tahap ekstraksi
- Kulit pisang dibersihkan dan dipotong kecil-kecil
- Kulit pisang diekstrak menggunakan blender dan pelarut air
- Larutan kulit pisang di saring menggunakan saringan
- Hasil ekstrak digunakan untuk pembuatan media nata
c. Pengujian kadar air, kadar protein, kadar gula reduksi, dan pH pada dua sampel limbah kulit pisang.
a. Pengujian kadar air
Tahapan yang digunakan adalah:
Siapkan cawan kosong, dikeringkan dalam oven 15 menit, didnginkan dalam eksikator, kemudian ditimbang (a g)
Timbang dengan segera 2-5 g sampel dalam cawan kosong tadi. (b g)
Cawan + bahan dioven selama 6 jam
Pindahkan cawan dalam eksikator, setelah dingin ditimbang. Pemanasan dan penimbangan dilakukan sampai diperoleh berat konstan (c g)
% kadar air = b/c x 100%
b/a
b. Pengujian kadar protein
Penentuan N total Cara Gunning
• Ditimbang 0,7- 3,5 g bahan yang telah ditumbuk halus dan masukkan kedalam labu Kjedahl, tambahkan 10 g K2SO4 atau Na2SO4 anhidrat, dan 15 – 25 mL H2SO pekat. Kalau destruksi sukar dilakukan perlu ditambah 0,1-0,3 g CuSO4, dan digojog.
• Kemudian dipanaskan pada pemanas listrik atau api Bunsen dalam almari asam, mula-mula dengan api kecil dan setelah asap hilang api dibesarkan, pemanasan diakhiri setelah cairan menjdi jernih tak berwarna.
• Dibuat pula perlakuan blanko yaitu seperti perlakuan di atas tanpa contoh.
• Setelah labu Kjedahl beserta cairannya menjadi dingin kemudian ditambah 200 mL aquades dan 1 g Zn, serta larutan NaOH 45 % sampai cairan bersifat basis. Pasanglah labu Kjedahl dengan segera pada alat distilasi.
• Panaskan labu Kjeldahl sampai ammonia menguap semua, destilat ditampung dalam Erlenmeyer yang berisi 100 mL HCl 0,1 N yang sudah diberi indikator phenolphthalein 1% beberapa tetes. Distilasi diakhiri setelah volume destilat 150 mL atau setelah destilat yang keluar tidak bersifat basa.
• Kelebihan HCl 0,1 N dalam distilat distilasi dengan larutan basa standar (larutan NaOH 0,1 N).
• Perhitungan:
Factor (lihat pada table 4)
Tabel 5. Konversi kadar N menjadi kadar protein berbagai macam bahan
No Bahan Faktor konversi
1 Bir, sirup, biji-bijian, ragi, makanan ternak, buah-buahan, teh, malt, anggur 6,25
2 Beras 5,95
3 Roti, gandum, macaroni, bakmi 5,70
4 Kacang tanah 5,46
5 Kedelai 5,75
6 Kenari 5,18
7 Susu kental manis 6,38
c. Pengujian kadar gula reduksi
(Cara spektrofotometri, Metode Nelson-Somogyi)
Penyiapan kurva standar
• Buat larutan glukosa standar (10 mg glukusa anhidrat/100 mL)
• Dari laarutan glukosa standar tersebut dilakukan 6 pengenceran sehingga diperoleh larutan glukosa dengan konsentrasi : 2, 4, 6, 8 dan 10 mg/100 mL
• Siapkan 7 tabung reaksi yang bersih, masing-masing diisi dengan 1 mL larutan glukosa standar tersebut di atas. Salah satu tabung diisi 1 mL air suling sebagai blanko.
• Tambahkan ke dalam masing-masing tabung di atas 1 mL reagensia Nelson, dan panaskan semua tabung pada penangas air mendidih selama 20 menit.
• Ambil semua tabung dan segera didinginkan bersama-sama dalam gelas piala yang berisi air dingin sehingga suhu tabung mencapai 25o.C.
• Setelah dingin tambahkan 1 mL reagensia Arsenomolybdat gojog sampai semua endapan Cu2O yang ada larut kembali.
• Setelah semua endapan Cu2O larut sempurna, tambahkan 7 mL air suling, digojog sampai homogen.
• Teralah “optical density” (OD) masing-masing larutan tersebut pada panjang gelombang 540 nm.
• Buatlah kurva standar yang menunjukkan hubungan antara konsentrasi glukosa dan OD.
Penentuan gula reduksi pada contoh
• Siapkan larutan contoh yang mempunyai kadar gula reduksi 2-8 mg/ 100 mL. perlu diperhatikan bahwa larutan contoh ini harus jernih, karena itu bila dijumpai larutan contoh yang keruh atau berwarna maka perlu dilakukan penjernihan terlebih dahulu dengan menggunakan Pb-asetat atau bubur Aluminium hidroksida.
• Pipetlah 1 mL larutan contoh yang jernih tersebut ke dalam tabung reaksi yang bersih
• Tambahkan 1 mL reagensia Nelson, dan selanjutnya diperlukan seperti pada penyiapan kurva standar di atas.
• Jumlah gula reduksi dapat ditentukan berdasarkan OD larutan contoh dan kurva standar larutan glukosa.
d. Pengukuran pH
Sampel kulit pisang yang telah diblender dimasukkan ke dalam gelas kimia, selanjutnya diukur pHnya dengan pH meter.
e. Tahap fermentasi
Membuat bibit/starter
- Sebanyak 1000 mL air kelapa disaring menggunakan kain kasa
- Ke dalam air kelapa yang sudah disaring ditambahkan 50 g gula pasir, 3 mL ammonium sulfat dan 5 mL asam asetat glasial sampai pH 4
- Air kelapa dididihkan ± 15 menit
- Air kelapa dimasukkan ke dalam botol dan ditutup rapat dengan kertas koran
- Setelah dingin, ditambahkan 2 mL suspensi biakan murni Acetobacter xylinum
- Simpan di ruang inokulasi dalam posisi miring selama 7 hari
Membuat nata de musa
- Ke dalam 1000 mL ekstrak kulit pisang ditambahkan 50 g gula pasir, 3 mL ammonium sulfat dan 5 mL asam asetat glasial sampai pH 4
- Ekstrak kemudian dididihkan ± 15 menit
- Ekstrak yang sudah dididihkan didinginkan ± 15 menit dan dimasukkan ke dalam loyang plastik
- Ke dalam ekstrak dimasukkan 100 mL starter
- Media nata ditutup menggunakan koran dan diikat menggunakan karet
- Media nata diletakkan pada ruangan fermentasi selama 12 hari
Formula bahan pembuatan Nata de Musa
Bahan Ekstrak kulit pisang Susu
(1000 mL) Ekstrak kulit pisang hijau
(1000 mL) Ekstrak kulit pisang merah (1000 mL)
Gula pasir (g)
Asam asetat glasial (mL)
Amonium sulfat (mL)
Starter (mL) 50
5
3
100 50
5
3
100 50
5
3
100
f. Tahap pemanenan
- Setelah 12 hari, media nata di buka dan nata diambil kemudian dicuci menggunakan air. Sebagian nata diambil untuk dianalisis di laboratorium dan sebagian lagi direndam ± 3 hari (setiap 4 jam air rendaman diganti)
- Nata kemudian dipotong kecil-kecil dan direbus sampai mendidih ± 15 menit untuk menghilangkan sisa asam
d. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah pengumpulan data berdasarkan hasil uji laboratorium, meliputi :
- Analisis komposisi kimia kulit pisang, antara lain : karbohidrat, gula reduksi, nitrogen
- Analisis Nata de Musa, antara lain : kadar serat, cemaran mikroba TPC coliform, kadar pektin, keasaman dan ketebalan nata.
e. Analisis Data
Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kualitas fisik dan kimia Nata de Musa digunakan analisis variansi (anava) satu arah.
I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM
No Kegiatan Bulan ke-1 Bulan ke-2 Bulan ke-3 Bulan ke-4
1 Persiapan alat dan bahan, sterilisasi
2 Pengambilan sampel
3 Pengujian kadar air, gula reduksi, kadar protein limbah kulit pisang di Pulau Lombok
4 Tahap fermentasi
i. Pembuatan starter
ii. Pembuatan nata dengan variasi konsentrasi limbah kulit pisang dan starter
iii. Pemanenan
5 Analisis/uji laboratorium
6 Analisis data
7 Penyusunan laporan
J. RENCANA BIAYA KEGIATAN
J.1 Penyediaan Bahan
Bahan Harga bahan (Rp) Jumlah Biaya (Rp)
Kulit pisang susu 27.000,-/tandan 5 tandan 135.000,-
Kulit pisang hijau 23.000,-/tandan 5 tandan 115.000,-
Kulit pisang merah 23.000,-/tandan 5 tandan 115.000,-
Biakan Murni Acetobacter xylinum 300.000,-/botol 5 botol 1.500.000,-
Ammonium sulfat 300.000,-/kg 1 kg 300.000,-
Gula 10.000,-/kg 25 kg 250.000,-
Asam asetat 55.000,-/L 10 L 550.000,-
K2SO4 300.000,-/kg 100 g 30.000,-
Na2SO4 anhidrat 100.000,-/kg 100 g 10.000,-
H2SO4 pekat 100.000,-/L 1 L 100.000,-
CuSO4 300.000,-/kg 100 g 30.000,-
Aquadest 5.000,-/L 5 L 25.000,-
Zn 500.000,-/kg 20 g 10.000,-
NaOH 350.000,-/kg 200 g 70.000,-
HCl 0,1 N 150.000,-/L 2 L 300.000,-
Indikator Phenolphthalein 1% 150.000,-/L 50 mL 7.500,-
Glukosa anhidrat 50.000,-/g 5 g 250.000,-
Reagensia Nelson 250.000,-/L 50 mL 12.500,-
Reagensia Arsenomolybdat 200.000,-/L 50 mL 10.000,-
Pb-asetat 230.000,-/kg 100 g 23.000,-
Subtotal 3.843.000,-
J.2 Peralatan dan Sewa Alat
Nama Alat Harga Jumlah Lama Penggunaan Biaya (Rp)
Jerigen 10 L 30.000,-/buah 7 buah 2 bulan 210.000,-
Kain kasa 35.000,-/m 6 m 1 bulan 210.000,-
Kertas Koran 15.000,-/rim 2 rim 1 bulan 30.000,-
Loyang plastik 15.000,-/buah 40 buah 1 bulan 600.000,-
Panci email 175.000,-/buah 4 buah 1 bulan 700.000,-
Karet gelang 3.000,-/bungkus 2 bungkus 2 bulan 6.000,-
Saringan 25.000,-/buah 5 buah 2 bulan 125.000,-
Gelas ukur 5 ml, 10 ml, 100 ml • 20.000,-/5 mL
• 30.000,-/10 mL
• 50.000,-/100 Ml @ 2 buah 3 bulan 200.000,-
Pipet tetes 3.000,-/buah 20 buah 3 bulan 60.000,-
Sendok makan (Stainless steel) 5.000,-/buah 5 buah 1 bulan 25.000,-
pH indicator 150.000,-/pack 1 pack 3 bulan 150.000,-
Kompor Hock 350.000,-/buah 1 buah 2 bulan 350.000,-
Ruang inokulasi 650.000,-/buah 1 buah 3 bulan 650.000,-
Kotak plastik steril 45.000,-/buah 6 buah 3 bulan 270.000,-
Subtotal 3.586.000,-
J.3 Pemeliharaan Laboratorium dan Alat
No. Laboratorium dan Alat Jumlah/Lama penggunaan Biaya (Rp)
1. Lab. Kimia Dasar
• Tabung reaksi
• Pembakar bunsen
• Batang pengaduk
• Erlenmeyer 3 bulan
• 20 buah
• 5 buah
• 5 buah
• 15 buah 550.000,-
2. Lab. Kimia Analitik
• Alat destilasi
• Labu Kjedahl
• Penangas air
• Tabung reaksi 1 bulan
• 1 buah
• 2 buah
• 2 buah
• 10 buah 200.000,-
3. Lab. THP Fak. Pertanian
Analisis Uji Produk 1 bulan 500.000,-
Subtotal 1.250.000,-
J.4 Alat dan Bahan Penunjang
No. Nama Alat/Bahan Harga (Rp) Jumlah Biaya (Rp)
1. Kaca mata (google) 20.000,-/buah 4 buah 80.000,-
2. Masker 4.000,-/buah 6 buah 24.000,-
3. Tissue gulung 3.000,-/gulung 5 gulung 15.000,-
4. Sarung tangan 50.000,-/pack 1 pack 50.000,-
5. Aluminium foil 15.000,-/gulung 3 gulung 45.000,-
6. Korek api 4.000,-/pack 1 pack 4.000,-
7. Kertas label 5.000,-/bungkus 2 bungkus 10.000,-
Subtotal 228.000,-
J.5 Administrasi dan Penyusunan Laporan
No. Kebutuhan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp)
1. Kertas A4 Rim 2 @ 33.000,- 66.000,-
2. Tinta printer Kotak 2 @ 25.000,- 50.000,-
3. Buku folio Buah 4 @ 10.000,- 40.000,-
4. Penggaris Buah 3 @ 2.000,- 6.000,-
5. Map arsip Buah 3 @ 3.000,- 9.000,-
6. Ballpoint Buah 4 @ 3.000,- 12.000,-
7. Tipe-X Buah 2 @ 5.000,- 10.000,-
8. Pensil Buah 3 @ 3.000,- 9.000,-
9. Steples + isi steples Buah 1 @ 20.000,- 20.000,-
10. Penjilidan Buah 6 @ 5.000,- 30.000,-
11. CD-R Buah 6 @ 5.000,- 30.000,-
Subtotal 282.000,-
J.6 Akomodasi Kegiatan
Kegiatan Biaya (Rp)
Dokumentasi 125.000,-
Transportasi, telekomunikasi untuk pemesanan bahan dan alat 300.000,-
Biaya pengambilan sampel 100.000,-
Lain-lain 150.000,-
Subtotal 675.000,-
Rekapitulasi Biaya
1. Penyediaan Bahan Rp. 3.843.000,-
2. Penyediaan Alat Rp. 3.586.000,-
3. Penyewaan Penggunaan Laboratorium dan Alat Rp. 1.250.000,-
4. Alat dan Bahan Penunjang Rp. 282.000,-
5. Administrasi dan Penyusunan Laporan Rp. 285.000,-
6. Akomodasi Kegiatan Rp. 675.000,-
+
TOTAL BIAYA Rp. 9.921.000,-
K. DAFTAR PUSTAKA
Apryanto, Dwinardi, L. Manti dan Hartal. 2004. Tanaman Pisang Serta Hama dan Penyakitnya di Kabupaten Rejang Lebong. http://unib.ac.id/faperta/jurnal/abstrak.php?id_isijur=190&id_jurnal=1&PHPSESSID=43a5d6b0f16eb076abe9fa7f40332592
Agustin, Widi. 2005. Pemuliaan Tanaman Pisang Dengan Kultur Anther.http://www.rudyct.com/PPS702ipb/10245/widi_agustin.pdf
Departemen Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB. 2005. Gelar Teknologi Budidaya Pisang sebagai Metode Efektif untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Miskin di Lahan Marginal (kasus desa labu pandan, kecamatan sambelia, kab. Lombok timur). http://ntb.litbang.deptan.go.id/ssp.pdf
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Barat. 2008. Peluang Investasi Komoditas Pisang di Sumatera Barat. http://www.sumbarprov.go.id/images/media/Buku%20Peluang%20Invenstasi%20Pisang.pdf
Hendro Soenarjono. 1998. Teknik Memanen Buah Pisang agar Berkualitas Baik. Trubus no. 341
Kumoro K., B.Tri Ratna E, , M. Rahayu dan Awaludin H. 2003. Alternatif Teknologi Budidaya Pisang untuk Pemanfaatan Lahan Alang-Alang. Mataram: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB.
Luhardikusumah, K. 2008. Penurunan Kadar TSS, BOD dan COD Limbah Industri Tahu Dengan Menggunakan Arang Aktif Kulit Kacang Tanah. Di download dari http://72.14.235.104/search?q=cache:6N3FlC3ffEcJ:www.scottdrying.com/ast.dryer/pdf/scotteco.astdryer.tofu.pdf+TOFU+WASTE&hl=en&ct=clnk&cd=4&client=opera. Pada tanggal 1 Agustus 2008, pukul 08.30 WITA.
Mukhtasar. 2002. Keragaman fisik dan morfologi pisang jantan di Bengkulu. http://bdpunib.org/akta/artikelakta/2002/72.PDF
Murphy, S. 2007. General Information Of Nitrogen. Di download dari http://72.14.235.104/search?q=cache:Yp8QaZ7u4NYJ:grasasyaceites.revistas.csic.es/index.php/grasasyaceites/article/viewFile/230/230+HIDROLISIS%2BPROTEIN%2BSOYBEANS&hl=en&ct=clnk&cd=7&client=opera. Pada tanggal 20 Juli 2008, pukul 13.30 WITA.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor. 1981. Dodol pisang Nangka , Paket Industri Pangan untuk Daerah Pedesaan. http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/artikel/pangan/IPB/Dodol%20pisang%20nangka.pdf
Pindo, A. 2007. Permasalahan Industri Kecil Menengah Tahu. Di download dari
http://www.majarikanayakan.com/2008/01/teknologi-pengolahan-air-limbah/. Pada tanggal 2 Agustus 2008, pukul 09.30 WITA.
Rismunandar. 1990. Bertanam Pisang. C.V. Sinar Baru: Bandung
Rismunandar. 1990. Membudidayakan Tanaman Buah-buahan. C.V. Sinar Baru: Bandung.
Suara media. 2009. Jutaan manfaat pisang yang dibutuhkan oleh tubuh. http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/6801-jutaan-manfaat-pisang-yang-dibutuhkan-tubuh.pdf.
Yulianty, Mailina, Eny Dwi Pujawati dan Badruzsaufari. 2006. http://www.fp.unud.ac.id/biotek/wpcontent/uploads/2008/12/artikel-i-2.pdf
L. LAMPIRAN
a. Biodata Ketua dan Anggota Pelaksana
Biodata Ketua Pelaksana
1. Identitas Pribadi
Nama : Murdiah
NIM : G1C 007 025
Semester : V (Lima)
Tempat Tanggal Lahir : Bongkem, 31 Desember 1989
Alamat : Bongkem, Lepak, Sakra Timur, Lotim NTB
Agama : Islam
Program Studi : Kimia
IP Kumulatif : 2,86
Perguruan Tinggi : Universitas Mataram
2. Riwayat Pendidikan
SD : SDN 2 Lepak
SMP/MTs : SMPN 2 Sakra Timur
SMA/MA : SMAN 1 Selong
PT : Program Studi Kimia (FMIPA)
Universitas Mataram
Biodata Anggota 1:
1. Identitas Pribadi
Nama : Vera Fitriya Ersalena
NIM : G1C 008 032
Semester : III (Tiga)
Tempat Tanggal Lahir : Sakra, 28 April1990
Alamat : Kekalik
Agama : Islam
Program Studi : Kimia
IP Komulatif : 3, 23
Perguruan Tinggi : Program Studi Kimia (FMIPA) Universitas Mataram
2. Riwayat Pendidikan :
SD : SDN 3 Sakra
SMP/MTs : SMPN 1 Sakra
SMA/MA : SMAN 1 Sakra
PT : Program Studi Kimia (FMIPA) Universitas Mataram
Biodata Anggota 2
1. Identitas Pribadi
Nama : Teten Angriani
NIM : G1C 008 036
Semester : III (Tiga)
Tempat Tanggal Lahir : Puyung, 11 Oktober 1989
Alamat : Kekalik
Agama : Islam
Program Studi : Kimia
IP Komulatif : 3, 09
Perguruan Tinggi : Program Studi Kimia (FMIPA) Universitas Mataram
2. Riwayat Pendidikan
SD : SDN 1 Puyung
SMP/MTs : SMPN 1 Praya
SMA/MA : SMAN 1 Jonggat
PT : Program Studi Kimia (FMIPA) Universitas Mataram
b. BIODATA DOSEN PENDAMPING
(1) Nama Lengkap dan Gelar : Siti Raudhatul Kamali, S.Pd.,M.Sc
(2) Golongan/Pangkat/NIP : III/b/19820908 2008 12 2 002
(3) Jabatan Fungsional : -
(4) Jabatan Struktural : -
(5) Program Studi : Kimia
(6) Perguruan Tinggi : Universitas Mataram
(7) Bidang Keahlian : Kimia Lingkungan
(8) Waktu Untuk Kegiatan PKMP : 5 Jam/ Minggu
\\
Tinggalkan sebuah Komentar
Ditulis dalam Uncategorized
Oleh: murdiah | November 5, 2009
pemanfaatan kulit pisang
Tinggalkan sebuah Komentar
Ditulis dalam Uncategorized
Oleh: murdiah | November 4, 2009
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
1 Komentar
Ditulis dalam Uncategorized
Kategori
* Uncategorized
Rambah
Tautan
* WordPress.com
* WordPress.org
Berlangganan
* Masukan (RSS)
* Komentar (RSS)
Blog pada WordPress.com. | Tema: Ocean Mist oleh Ed Merritt
Options
Disable
Get Free Shots
Close
Snap Shares for charity
Murdiah's Blog
Just another WordPress.com weblog
* About
Oleh: murdiah | November 7, 2009
Perkakas ‹ Murdiah’s Blog — WordPress
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;}
Belerang
Sejarah
Menurut Genesis, belerang sudah lama dikenal oleh nenek moyang sebagai batu belerang.
Sumber
Belerang ditemukan dalam meteorit. R.W. Wood mengusulkan bahwa terdapat simpanan belerang pada daerah gelap di kawah Aristarchus.
Belerang terjadi secara alamiah di sekitar daerah pegunungan dan hutan tropis. Sulfir tersebar di alam sebagai pirit, galena, sinabar, stibnite, gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain.
Pembuatan
Belerang dihasilkan secara komersial dari sumber mata air hingga endapan garam yang melengkung sepanjang Lembah Gulf di Amerika Serikat. Menggunakan proses Frasch, air yang dipanaskan masuk ke dalam sumber mata air untuk mencairkan belerang, yang kemudian terbawa ke permukaan.
Belerang juga terdapat pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harus dihilangkan dari keduanya. Awalnya hal ini dilakukan secara kimiawi, yang akhinya membuang belerang. Namun sekarang, proses yang baru memungkinkan untuk mengambil kembali belerang yang terbuang. Sejumlah besar belerang diambil dari ladang gas Alberta.
Sifat-sifat
Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi mudah larut dalam CS2 (karbon disulfida). Dalam berbagai bentuk, baik gas, cair maupun padat, unsur belerang terjadi dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau campuran. Dengan bentuk yang berbeda-beda, akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat dan bentuk alotropnya masih belum dapat dipahami.
Pada tahun 1975, ahli kimia dari Universitas Pensilvania melaporkan pembuatan polimer belerang nitrida, yang memiliki sifat logam, meski tidak mengandung atom logam sama sekali. Zat ini memiliki sifat elektris dan optik yang tidak biasa.
Belerang dengan kemurnian 99.999+% sudah tersedia secara komersial.
Belerang amorf atau belerang plastik diperoleh dengan pendinginan dari kristal secara mendadak dan cepat. Studi dengan sinar X menunjukkan bahwa belerang amorf memiliki struktur helik dengan delapan atom pada setiap spiralnya. Kristal belerang diduga terdiri dari bentuk cincin dengan delapan atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar X yang normal.
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom
sulfur, S, 16
Deret kimia
nonmetals
Golongan, Periode, Blok
16, 3, p
Penampilan
kuning lemon
Massa atom
32.065(5) g/mol
Konfigurasi elektron
[Ne] 3s2 3p4
Jumlah elektron tiap kulit
2, 8, 6
Ciri-ciri fisik
Fase
solid
Massa jenis (sekitar suhu kamar)
(alpha) 2.07 g/cm³
Massa jenis (sekitar suhu kamar)
(beta) 1.96 g/cm³
Massa jenis (sekitar suhu kamar)
(gamma) 1.92 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur
1.819 g/cm³
Titik lebur
388.36 K
(115.21 °C, 239.38 °F)
Titik didih
717.8 K
(444.6 °C, 832.3 °F)
Titik kritis
1314 K, 20.7 MPa
Kalor peleburan
(mono) 1.727 kJ/mol
Kalor penguapan
(mono) 45 kJ/mol
Kapasitas kalor
(25 °C) 22.75 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa
1
10
100
1 k
10 k
100 k
pada T/K
375
408
449
508
591
717
Ciri-ciri atom
Struktur kristal
orthorhombic
Bilangan oksidasi
−1, ±2, 4, 6
(strongly acidic oxide)
Elektronegativitas
2.58 (skala Pauling)
Energi ionisasi
(detil)
ke-1: 999.6 kJ/mol
ke-2: 2252 kJ/mol
ke-3: 3357 kJ/mol
Jari-jari atom
100 pm
Jari-jari atom (terhitung)
88 pm
Jari-jari kovalen
102 pm
Jari-jari Van der Waals
180 pm
Lain-lain
Sifat magnetik
no data
Resistivitas listrik
(20 °C) (amorphous)
2×1015 Ω·m
Konduktivitas termal
(300 K) (amorphous)
0.205 W/(m·K)
Modulus ruah
7.7 GPa
Skala kekerasan Mohs
2.0
Nomor CAS
7704-34-9
Isotop
iso
NA
waktu paruh
DM
DE (MeV)
DP
32S
95.02%
S stabil dengan 16 neutron
33S
0.75%
S stabil dengan 17 neutron
34S
4.21%
S stabil dengan 18 neutron
35S
syn
87.32 d
β-
0.167
35Cl
36S
0.02%
S stabil dengan 20 neutron
Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida dan fungisida.
Isotop
Belerang memiliki sebelas isotop. Dari empat isotop yang ada di alam, tidak satupun yang bersifat radioaktif. Belerang dengan bentuk yang sangat halus, dikenal sebagai bunga belerang, dan diperoleh dengan cara sublimasi.
Unsur belerang dapat ditemukan dalam beberapa bentuk allotropi, dua diantaranya adalah monoklinik dan rhombik belerang seperti gambar yang tertera di bawah ini.
Kanan : Rhombik belerang ; Kiri : Monoklinik Belerang
Kedua-duanya baik monoklinik dan rhombik belerang terbentuk dari delapan atom belerang yang membentuk molekul siklik.
Molekul siklik dari belerang padat (S8)
Rupa dari sulfur pada suhu dan tekanan biasa memiliki sifat isulator arus listrik. Walaupun, penelitian belerang pada tekanan tinggi menunjukkan bukti terjadinya transisi ke struktur berbeda yang merupakan fase logam (superkonduktivitas sering dikaitkan dengan perubahan struktur dari satu struktur kristal logam ke struktur logam lainnya, dimana struktur yang kedua menyimpang dari struktur sebelumnya). Elektromagnet khusus yang didasari oleh superkonduktif material digunakan secara luas di ilmu kedokteran untuk magnetik resonance imaging (MRI). Secara umum, superkonduktif material hanya menunjukkan sifat ini pada temperatur yang sangat rendah, lebih rendah daripada temperature hidrogen cair (20K).
Sifat dari belerang ini sangatlah penting karena fase logamnya memiliki suhu kritis yang sangat tinggi yang melampaui superkonduktivitas dari unsur-unsur benda padat lainnya yang telah diteliti. Lebih lanjut, suhu kritis ini meningkat dengan bertambahnya tekanan, merupakan sifat yang luarbiasa. Sebagai contoh, selenium dan telurium, yang merupakan satu golongan dengan belerang, menunjukkan sifat yang berbeda. Belum ada yang tahu bagaimana menjelaskan fenomena tersebut. Makna dari hasil penelitian tersebut adalah bahwa belerang membuka kesempatan untuk pengembanhan dari percobaan teori superkonduktivitas. Para peneliti sedang merencanakan untuk meningkatkan tekanan guna mempelajari sifat yang luarbiasa ini.
Senyawa-senyawaSenyawa organik yang mengandung belerang sangat penting. Kalsium sulfur, ammonium sulfat, karbon disulfida, belerang dioksida dan asam sulfida adalah beberapa senyawa di antara banyak senyawa belerang yang sangat penting
Kegunaan Belerang adalah komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam dan juga berperaan sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk fosfat. Berton-ton belerang digunakan untuk menghasilkan asa sulfat, bahankimia yang sangat penting.
Belerang juga digunakanuntuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya, untuk mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering. Belerang merupakan insultor yang baik.
Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, cairan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit.
Belerang cepat menghilangkan bau. Belerang dioksida adalah zat berbahaya di atmosfer, sebagai pencemar udara.
Hidrogen sulfida, H2S, gas beracun dan tak bewarna (mp -85.5 oC and bp -60.7 oC) dengan bau telur busuk. Gas ini sering ditangani dengan tidak cukup hati-hati, gas ini sangat berbahaya dan harus ditangani dalam lingkungan yang ventilasinya baik. Gas ini digunakan untuk analisis kimia dengan cara pengendapan ion logam, pembuatan senyawa yang mengandung belerang, dsb.
Belerang oksida
Belerang dioksida, SO2, dibentuk dengan pembakaran belerang atau senyawa belerang. Belerang dioksida ini merupakan gas yang tidak bewarna dan merupakan gas beracun (bp -10.0 oC) dan merupakan gas emisi industri yang menyebabkan masalah lingkungan. Namun, pada saat
yang sama gas ini sangat penting karena merupakan sumber belerang. Belerang dioksida merupakan senyawa bersudut, dan telah ditunjukkan sebagai ligan pada logam transisi akan menghasilkan berbagai modus koordinasi. SO2 juga merupakan pelarut non-air mirip dengan amonia, dan digunakan untuk reaksi khusus atau sebagai pelarut khusus dalam pengukuran NMR.
Belerang trioksida, dihasilkan dengan oksidasi katalitik belerang dioksida dan digunakan dalam produksi asam sulfat. Reagen komersial SO3 biasa adalah cairan (bp 44.6 oC). Monomer fasa gasnya adalah molekul planar. SO3 planar ini berkesetimbangan dengan trimer cincin (γ-SO3 = S3O9) dalam fasa gas atau cairan. Dengan keberadaan kelumit air SO3 berubah menjadi β-SO3, yakni polimer berkristalinitas tinggi dengan struktur heliks. α-SO3 juga dikenal dan merupakan padatan dengan struktur lamelar yang lebih rumit lagi. Semuanya bereaksi dengan air dengan hebat membentuk asam sulfat.
Asam-asam okso belerang
Walaupun dikenal banyak asam okso dari belerang, sebagian besar tidak stabil dan tidak dapat diisolasi. Asam-asam okso ini dibentuk dengan kombinasi ikatan S=O, S-OH, S-O-S, dan S-S dengan atom pusat belerang. Karena bilangan oksidasi belerang bervariasi cukup besar, di sini terlibat berbagai kesetimbangan redoks.
Asam sulfat, H2SO4. Asam sulfat adalah senyawa dasar yang penting dan dihasilkan dalam jumlah terbesar (ranking pertama dari segi jumlah) dari semua senyawa anorganik yang dihasilkan industri. Asam sulfat murni adalah cairan kental (mp 10.37 oC), dan melarut dalam air dengan
menghasilkan sejumlah besar panas menghasilkan larutan asam kuat.
Asam tiosulfat, H2S2O3. Walaupun asam ini akan dihasilkan bila tiosulfat diasamkan, asam bebasnya tidak stabil. Ion S2O3 2- dihasilkan dengan mengganti satu oksigen dari ion SO4 2- dengan belerang, dan asam tiosulfat ini adalah reduktor sedang.
Asam sulfit, H2SO3. Garam sulfit sangat stabil namun asam bebasnya belum pernah diisolasi. Ion SO3 2- memiliki simetri piramida dan merupakan reagen pereduksi. Dalam asam ditionat, H2S2O6, ion ditionat, S2O6 2-, bilangan oksidasi belerang adalah +5, dan terbentuk ikatan S-S.
Senyawa ditionat adalah bahan pereduksi yang sangat kuat. Belerang trioksida, dihasilkan dengan oksidasi katalitik belerang dioksida dan digunakan dalam produksi asam sulfat. Reagen komersial SO3 biasa adalah cairan (bp 44.6 oC). Monomer fasa gasnya adalah molekul planar. SO3 planar ini berkesetimbangan dengan trimer cincin (γ-SO3 = S3O9) dalam fasa gas atau cairan. Dengan keberadaan kelumit air SO3 berubah menjadi β-SO3, yakni polimer berkristalinitas tinggi dengan struktur heliks. α-SO3 juga dikenal dan merupakan padatan dengan struktur lamelar yang lebih rumit lagi. Semuanya bereaksi dengan air dengan
hebat membentuk asam sulfat.
Asam-asam okso belerang
Walaupun dikenal banyak asam okso dari belerang, sebagian besar tidak stabil dan tidak dapat diisolasi. Asam-asam okso ini dibentuk dengan kombinasi ikatan S=O, S-OH, S-O-S, dan S-S dengan atom pusat belerang. Karena bilangan oksidasi belerang bervariasi cukup besar, di sini terlibat berbagai kesetimbangan redoks.
Asam sulfat, H2SO4. Asam sulfat adalah senyawa dasar yang penting dan dihasilkan dalam jumlah terbesar (ranking pertama dari segi jumlah) dari semua senyawa anorganik yang dihasilkan industri. Asam sulfat murni adalah cairan kental (mp 10.37 oC), dan melarut dalam air dengan
menghasilkan sejumlah besar panas menghasilkan larutan asam kuat.
Asam tiosulfat, H2S2O3. Walaupun asam ini akan dihasilkan bila tiosulfat diasamkan, asam bebasnya tidak stabil. Ion S2O3 2- dihasilkan dengan mengganti satu oksigen dari ion SO4 2- dengan belerang, dan asam tiosulfat ini adalah reduktor sedang.
Asam sulfit, H2SO3. Garam sulfit sangat stabil namun asam bebasnya belum pernah diisolasi. Ion SO3
2- memiliki simetri piramida dan merupakan reagen pereduksi. Dalam asam ditionat, H2S2O6, ion ditionat, S2O6 2-, bilangan oksidasi belerang adalah +5, dan terbentuk ikatan S-S. Senyawa ditionat adalah bahan pereduksi yang sangat kuat.
Tinggalkan sebuah Komentar
Ditulis dalam Uncategorized | Tag:hebh
Oleh: murdiah | November 7, 2009
belerang
Belerang
Sejarah
Menurut Genesis, belerang sudah lama dikenal oleh nenek moyang sebagai batu belerang.
Sumber
Belerang ditemukan dalam meteorit. R.W. Wood mengusulkan bahwa terdapat simpanan belerang pada daerah gelap di kawah Aristarchus.
Belerang terjadi secara alamiah di sekitar daerah pegunungan dan hutan tropis. Sulfir tersebar di alam sebagai pirit, galena, sinabar, stibnite, gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain.
Pembuatan
Belerang dihasilkan secara komersial dari sumber mata air hingga endapan garam yang melengkung sepanjang Lembah Gulf di Amerika Serikat. Menggunakan proses Frasch, air yang dipanaskan masuk ke dalam sumber mata air untuk mencairkan belerang, yang kemudian terbawa ke permukaan.
Belerang juga terdapat pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harus dihilangkan dari keduanya. Awalnya hal ini dilakukan secara kimiawi, yang akhinya membuang belerang. Namun sekarang, proses yang baru memungkinkan untuk mengambil kembali belerang yang terbuang. Sejumlah besar belerang diambil dari ladang gas Alberta.
Sifat-sifat
Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi mudah larut dalam CS2 (karbon disulfida). Dalam berbagai bentuk, baik gas, cair maupun padat, unsur belerang terjadi dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau campuran. Dengan bentuk yang berbeda-beda, akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat dan bentuk alotropnya masih belum dapat dipahami.
Pada tahun 1975, ahli kimia dari Universitas Pensilvania melaporkan pembuatan polimer belerang nitrida, yang memiliki sifat logam, meski tidak mengandung atom logam sama sekali. Zat ini memiliki sifat elektris dan optik yang tidak biasa.
Belerang dengan kemurnian 99.999+% sudah tersedia secara komersial.
Belerang amorf atau belerang plastik diperoleh dengan pendinginan dari kristal secara mendadak dan cepat. Studi dengan sinar X menunjukkan bahwa belerang amorf memiliki struktur helik dengan delapan atom pada setiap spiralnya. Kristal belerang diduga terdiri dari bentuk cincin dengan delapan atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar X yang normal.
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom
sulfur, S, 16
Deret kimia
nonmetals
Golongan, Periode, Blok
16, 3, p
Penampilan
kuning lemon
Massa atom
32.065(5) g/mol
Konfigurasi elektron
[Ne] 3s2 3p4
Jumlah elektron tiap kulit
2, 8, 6
Ciri-ciri fisik
Fase
solid
Massa jenis (sekitar suhu kamar)
(alpha) 2.07 g/cm³
Massa jenis (sekitar suhu kamar)
(beta) 1.96 g/cm³
Massa jenis (sekitar suhu kamar)
(gamma) 1.92 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur
1.819 g/cm³
Titik lebur
388.36 K
(115.21 °C, 239.38 °F)
Titik didih
717.8 K
(444.6 °C, 832.3 °F)
Titik kritis
1314 K, 20.7 MPa
Kalor peleburan
(mono) 1.727 kJ/mol
Kalor penguapan
(mono) 45 kJ/mol
Kapasitas kalor
(25 °C) 22.75 J/(mol•K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada T/K 375 408 449 508 591 717
Ciri-ciri atom
Struktur kristal
orthorhombic
Bilangan oksidasi
−1, ±2, 4, 6
(strongly acidic oxide)
Elektronegativitas
2.58 (skala Pauling)
Energi ionisasi
(detil)
ke-1: 999.6 kJ/mol
ke-2: 2252 kJ/mol
ke-3: 3357 kJ/mol
Jari-jari atom
100 pm
Jari-jari atom (terhitung)
88 pm
Jari-jari kovalen
102 pm
Jari-jari Van der Waals
180 pm
Lain-lain
Sifat magnetik
no data
Resistivitas listrik
(20 °C) (amorphous)
2×1015 Ω•m
Konduktivitas termal
(300 K) (amorphous)
0.205 W/(m•K)
Modulus ruah
7.7 GPa
Skala kekerasan Mohs
2.0
Nomor CAS
7704-34-9
Isotop
iso
NA
waktu paruh
DM
DE (MeV)
DP
32S 95.02% S stabil dengan 16 neutron
33S 0.75% S stabil dengan 17 neutron
34S 4.21% S stabil dengan 18 neutron
35S syn
87.32 d
β-
0.167 35Cl
36S 0.02% S stabil dengan 20 neutron
Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida dan fungisida.
Isotop
Belerang memiliki sebelas isotop. Dari empat isotop yang ada di alam, tidak satupun yang bersifat radioaktif. Belerang dengan bentuk yang sangat halus, dikenal sebagai bunga belerang, dan diperoleh dengan cara sublimasi.
Unsur belerang dapat ditemukan dalam beberapa bentuk allotropi, dua diantaranya adalah monoklinik dan rhombik belerang seperti gambar yang tertera di bawah ini.
Kanan : Rhombik belerang ; Kiri : Monoklinik Belerang
Kedua-duanya baik monoklinik dan rhombik belerang terbentuk dari delapan atom belerang yang membentuk molekul siklik.
Molekul siklik dari belerang padat (S8)
Rupa dari sulfur pada suhu dan tekanan biasa memiliki sifat isulator arus listrik. Walaupun, penelitian belerang pada tekanan tinggi menunjukkan bukti terjadinya transisi ke struktur berbeda yang merupakan fase logam (superkonduktivitas sering dikaitkan dengan perubahan struktur dari satu struktur kristal logam ke struktur logam lainnya, dimana struktur yang kedua menyimpang dari struktur sebelumnya). Elektromagnet khusus yang didasari oleh superkonduktif material digunakan secara luas di ilmu kedokteran untuk magnetik resonance imaging (MRI). Secara umum, superkonduktif material hanya menunjukkan sifat ini pada temperatur yang sangat rendah, lebih rendah daripada temperature hidrogen cair (20K).
Sifat dari belerang ini sangatlah penting karena fase logamnya memiliki suhu kritis yang sangat tinggi yang melampaui superkonduktivitas dari unsur-unsur benda padat lainnya yang telah diteliti. Lebih lanjut, suhu kritis ini meningkat dengan bertambahnya tekanan, merupakan sifat yang luarbiasa. Sebagai contoh, selenium dan telurium, yang merupakan satu golongan dengan belerang, menunjukkan sifat yang berbeda. Belum ada yang tahu bagaimana menjelaskan fenomena tersebut. Makna dari hasil penelitian tersebut adalah bahwa belerang membuka kesempatan untuk pengembanhan dari percobaan teori superkonduktivitas. Para peneliti sedang merencanakan untuk meningkatkan tekanan guna mempelajari sifat yang luarbiasa ini.
Senyawa-senyawaSenyawa organik yang mengandung belerang sangat penting. Kalsium sulfur, ammonium sulfat, karbon disulfida, belerang dioksida dan asam sulfida adalah beberapa senyawa di antara banyak senyawa belerang yang sangat penting
Kegunaan Belerang adalah komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam dan juga berperaan sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk fosfat. Berton-ton belerang digunakan untuk menghasilkan asa sulfat, bahankimia yang sangat penting.
Belerang juga digunakanuntuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya, untuk mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering. Belerang merupakan insultor yang baik.
Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, cairan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit.
Belerang cepat menghilangkan bau. Belerang dioksida adalah zat berbahaya di atmosfer, sebagai pencemar udara.
Hidrogen sulfida, H2S, gas beracun dan tak bewarna (mp -85.5 oC and bp -60.7 oC) dengan bau telur busuk. Gas ini sering ditangani dengan tidak cukup hati-hati, gas ini sangat berbahaya dan harus ditangani dalam lingkungan yang ventilasinya baik. Gas ini digunakan untuk analisis kimia dengan cara pengendapan ion logam, pembuatan senyawa yang mengandung belerang, dsb.
Belerang oksida
Belerang dioksida, SO2, dibentuk dengan pembakaran belerang atau senyawa belerang. Belerang dioksida ini merupakan gas yang tidak bewarna dan merupakan gas beracun (bp -10.0 oC) dan merupakan gas emisi industri yang menyebabkan masalah lingkungan. Namun, pada saat
yang sama gas ini sangat penting karena merupakan sumber belerang. Belerang dioksida merupakan senyawa bersudut, dan telah ditunjukkan sebagai ligan pada logam transisi akan menghasilkan berbagai modus koordinasi. SO2 juga merupakan pelarut non-air mirip dengan amonia, dan digunakan untuk reaksi khusus atau sebagai pelarut khusus dalam pengukuran NMR.
Belerang trioksida, dihasilkan dengan oksidasi katalitik belerang dioksida dan digunakan dalam produksi asam sulfat. Reagen komersial SO3 biasa adalah cairan (bp 44.6 oC). Monomer fasa gasnya adalah molekul planar. SO3 planar ini berkesetimbangan dengan trimer cincin (γ-SO3 = S3O9) dalam fasa gas atau cairan. Dengan keberadaan kelumit air SO3 berubah menjadi β-SO3, yakni polimer berkristalinitas tinggi dengan struktur heliks. α-SO3 juga dikenal dan merupakan padatan dengan struktur lamelar yang lebih rumit lagi. Semuanya bereaksi dengan air dengan hebat membentuk asam sulfat.
Asam-asam okso belerang
Walaupun dikenal banyak asam okso dari belerang, sebagian besar tidak stabil dan tidak dapat diisolasi. Asam-asam okso ini dibentuk dengan kombinasi ikatan S=O, S-OH, S-O-S, dan S-S dengan atom pusat belerang. Karena bilangan oksidasi belerang bervariasi cukup besar, di sini terlibat berbagai kesetimbangan redoks.
Asam sulfat, H2SO4. Asam sulfat adalah senyawa dasar yang penting dan dihasilkan dalam jumlah terbesar (ranking pertama dari segi jumlah) dari semua senyawa anorganik yang dihasilkan industri. Asam sulfat murni adalah cairan kental (mp 10.37 oC), dan melarut dalam air dengan
menghasilkan sejumlah besar panas menghasilkan larutan asam kuat.
Asam tiosulfat, H2S2O3. Walaupun asam ini akan dihasilkan bila tiosulfat diasamkan, asam bebasnya tidak stabil. Ion S2O3 2- dihasilkan dengan mengganti satu oksigen dari ion SO4 2- dengan belerang, dan asam tiosulfat ini adalah reduktor sedang.
Asam sulfit, H2SO3. Garam sulfit sangat stabil namun asam bebasnya belum pernah diisolasi. Ion SO3 2- memiliki simetri piramida dan merupakan reagen pereduksi. Dalam asam ditionat, H2S2O6, ion ditionat, S2O6 2-, bilangan oksidasi belerang adalah +5, dan terbentuk ikatan S-S.
Senyawa ditionat adalah bahan pereduksi yang sangat kuat. Belerang trioksida, dihasilkan dengan oksidasi katalitik belerang dioksida dan digunakan dalam produksi asam sulfat. Reagen komersial SO3 biasa adalah cairan (bp 44.6 oC). Monomer fasa gasnya adalah molekul planar. SO3 planar ini berkesetimbangan dengan trimer cincin (γ-SO3 = S3O9) dalam fasa gas atau cairan. Dengan keberadaan kelumit air SO3 berubah menjadi β-SO3, yakni polimer berkristalinitas tinggi dengan struktur heliks. α-SO3 juga dikenal dan merupakan padatan dengan struktur lamelar yang lebih rumit lagi. Semuanya bereaksi dengan air dengan
hebat membentuk asam sulfat.
Asam-asam okso belerang
Walaupun dikenal banyak asam okso dari belerang, sebagian besar tidak stabil dan tidak dapat diisolasi. Asam-asam okso ini dibentuk dengan kombinasi ikatan S=O, S-OH, S-O-S, dan S-S dengan atom pusat belerang. Karena bilangan oksidasi belerang bervariasi cukup besar, di sini terlibat berbagai kesetimbangan redoks.
Asam sulfat, H2SO4. Asam sulfat adalah senyawa dasar yang penting dan dihasilkan dalam jumlah terbesar (ranking pertama dari segi jumlah) dari semua senyawa anorganik yang dihasilkan industri. Asam sulfat murni adalah cairan kental (mp 10.37 oC), dan melarut dalam air dengan
menghasilkan sejumlah besar panas menghasilkan larutan asam kuat.
Asam tiosulfat, H2S2O3. Walaupun asam ini akan dihasilkan bila tiosulfat diasamkan, asam bebasnya tidak stabil. Ion S2O3 2- dihasilkan dengan mengganti satu oksigen dari ion SO4 2- dengan belerang, dan asam tiosulfat ini adalah reduktor sedang.
Asam sulfit, H2SO3. Garam sulfit sangat stabil namun asam bebasnya belum pernah diisolasi. Ion SO3
2- memiliki simetri piramida dan merupakan reagen pereduksi. Dalam asam ditionat, H2S2O6, ion ditionat, S2O6 2-, bilangan oksidasi belerang adalah +5, dan terbentuk ikatan S-S. Senyawa ditionat adalah bahan pereduksi yang sangat kuat.
Tinggalkan sebuah Komentar
Ditulis dalam Uncategorized
Oleh: murdiah | November 7, 2009
manfaat kulit pisang
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
KAJIAN PSIKOKIMIA PRODUK NATA DE MUSA DARI KULIT TIGA VARIETAS PISANG DI PULAU LOMBOK
BIDANG KEGIATAN :
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENELITIAN (PKMP)
Diusulkan oleh :
Murdiah : G1C007025/2007
Vera Fitriya Ersalena : G1C008032/2008
Teten Angriani : G1C008036/2008
UNIVERSITAS MATARAM
MATARAM
2009
HALAMAN PENGESAHAN
1. Judul Kegiatan : Kajian Psikokimia Produk Nata De Musa Dari Kulit Tiga Varietas Pisang di Pulau Lombok
2. Bidang Kegiatan : PKM-P
3. Ketua Pelaksana kegiatan
a. Nama Lengkap : Murdiah
b. NIM : G1C 007 025
c. Program Studi : Kimia
d. Perguruan Tinggi : Universitas Mataram
e. Alamat Rumah dan No. Tel/HP : Bongkem, Sakra Timur, Lombok
Timur, HP. 081 917 085 506
f. Alamat email : murd_img04@yahoo.com
4. Anggota : 2 Orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap : Siti Raudhatul Kamali, S.Pd.,M.Sc
b. NIP : 19820908 200812 2 002
c. Alamat Rumah dan No. Tel./HP : Jalan Swakarya I A, Kekalik,
Ampenan, HP. 085 935 327 246
6. Biaya Kegiatan Total
DIKTI : Rp. 9.921.000,-
Sumber lain : -
7. Jangka Waktu Penelitian : Bulan Februari s/d Mei 2010
Menyetujui,
Ketua Program Studi Kimia
(Ir. Surya Hadi, M.Sc., P.hD)
NIP. 19630218 199603 2 001 Ketua Pelaksana Kegiatan
(Murdiah)
NIM : G1C007025
Pembantu Rektor III
Bidang Kemahasiswaan
(Drs. M. Darwin, MS)
NIP. 19580523 198503 1 001
Dosen Pendamping
(Siti Raudhatul Kamali, S.Pd.,M.Sc)
NIP. 19820908 200812 2 002
A. JUDUL PROGRAM
Kajian Psikokimia Produk Nata De Musa Dari Kulit Tiga Varietas Pisang di Pulau Lombok
B. LATAR BELAKANG
Indonesia kaya akan tumbuhan penghasil buah, salah satunya adalah pisang. Pisang merupakan tanaman asli Indonesia yang menempati posisi pertama dalam luas pertanaman dan produksi sebagai komoditas buah-buahan serta menjadi komoditas buah paling dominan yang ditanam oleh rumah tangga dan petani di Indonesia termasuk di Nusa Tenggara Barat (Damayanti, 2007). Hal ini disebabkan karena tanaman pisang tahan terhadap kekeringan, memiliki nilai ekonomi tinggi, dan permintaaan pasar cukup banyak. BPTP NTB (2004) mencatat produksi pisang Nusa Tenggara Barat melimpah, pada tahun 2002 mencapai 680.380 ton.
Pemanfaatan buah pisang umumnya terbatas pada daging buahnya saja, sedangkan kulitnya dibuang dan menjadi limbah organik atau dijadikan makanan ternak. Jumlah kulit pisang yang cukup banyak akan memiliki nilai jual yang menguntungkan apabila bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan.
Kulit pisang diketahui memiliki kandungan unsur gizi cukup lengkap, seperti karbohidrat, lemak, protein, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B, vitamin C dan air. Unsur-unsur gizi inilah yang dapat digunakan sebagai sumber energi dan antibodi bagi tubuh manusia (Munadjim, 1983). Dengan demikian kulit pisang dapat dimanfaatkan menjadi bahan makanan yang benilai gizi yaitu nata.
Permasalahan lainnya adalah kurangnya asupan gizi masyarakat yang ditunjukkan dengan banyaknya penderita penyakit kurang gizi dan busung lapar yaitu mencapai 10% dari total anak balita, yakni 480.000 anak. Menurut Kepala Dinas Kesehatan setempat, kejadian gizi buruk ini sudah pada tingkat kejadian luar biasa (KLB) (Misrianti, 2005).
Nata merupakan produk makanan yang berasal dari proses fermentasi. Syarat untuk membuat produk nata secara umum yaitu bahan dasar harus mempunyai kandungan karbohidrat (glukosa) yang cukup tinggi (Saragih, 2004:3). Tanpa adanya glukosa (karbohidrat) nata tidak dapat terbentuk. Kulit pisang ditinjau dari kandungan unsur gizi ternyata mempunyai kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, yaitu 18,50 g dalam 100 g bahan (BPPI Surabaya dalam M. Lies Suprapti, 2005) sehingga kulit pisang juga dapat dijadikan sebagai bahan dasar dalam proses pembuatan produk nata.
Ada beberapa varietas pisang di NTB, khususnya di Pulau Lombok diantaranya adalah pisang susu, pisang ambon lumut (pisang hijau), dan pisang merah. Ketiga varietas pisang tersebut banyak digemari masyarakat Dalam penelitian ini akan dikaji mengenai kualitas fisik dan kimia Nata de Musa dengan penggunaan beberapa varietas pisang tersebut.
C. RUMUSAN MASALAH
Pisang merupakan salah satu komoditas buah-buahan utama di Indonesia pada umumnya dan NTB pada khususnya. Pemanfaatan pisang hanya terbatas pada daging buahnya saja, sedangkan kulitnya dibuang. Kulit pisang diketahui mengandung berbagai unsur gizi yang penting seperti karbohidrat, protein, vitamin, dll. Sehingga kulit pisang berpotensi sebagai sumber bahan makanan berupa Nata de Musa. Berdasarkan latar belakang dapat dirumuskan permasalahan yang akan diteliti yakni penggunaan beberapa varietas pisang lokal Pulau Lombok yaitu pisang susu, pisang ambon lumut (pisang hijau), dan pisang merah pada pembuatan nata de Musa dengan mengukur kualitas fisik dan kimia produk Nata de Musa.
D. TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk
1. Mengetahui kandungan gizi: protein, karbohidrat, kadar air dari tiga varietas pisang di Pulau Lombok yaitu pisang susu, pisang ambon lumut dan pisang merah.
2. Mengetahui bagaimana kualitas fisik dan kimia Nata de Musa yang dihasilkan dari beberapa varietas pisang di Pulau Lombok yaitu pisang susu, pisang hijau, dan pisang kulit merah.
3. Mengetahui kandungan gizi nata de musa yang dihasilkan dari ketiga varietas pisang tersebut.
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah artikel ilmiah yang bisa dijadikan rujukan bagi peneliti setelahnya dan masyarakat mengenai pembuatan Nata de Musa dari limbah kulit pisang dan kualitas Nata de Musa yang dihasilkan dari beberapa varietas pisang di NTB. Sehingga dapat digunakan oleh masyarakat untuk membuat Nata de Musa dan menjadi peluang usaha yang baik dalam rangka menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan dan masalah gizi buruk di NTB.
F. KEGUNAAN PENELITIAN
Kegunaan penelitian ini adalah bisa diaplikasikan oleh masyarakat untuk dikembangkan menjadi usaha makanan berupa Nata de Musa dari limbah kulit pisang di NTB dalam upaya pemenuhan kebutuhan bahan makanan bergizi tinggi.
G. LANDASAN TEORI
1. Tinjauan tentang kulit pisang
Gambar 1. Tnaman pisang Gambar 2. Buah pisang
Pisang yang tergolong tanaman buah tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat. Tumbuhan ini berdasarkan klasifikasi ilmiahnya tergolong dalam keluarga besar Musaceae, sebagaimana penggolongan dari tingkat kingdom hingga species berikut ini:
Kingdom : Plantae
Division : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Order : Zingiberales
Family : Musaceae
Genus : Musa
Species : Musa paradisiaca, Linn.
Menurut literatur, pisang merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara, yaitu berasal dari Semenanjung Malaysia dan Filipina. Tetapi ada juga yang menyebutkan bahwa pisang berasal dari Brasil dan India. Dari sini kemudian menyebar hingga ke daerah Pasifik (Chintya, 2009).
Jenis pisang dibagi menjadi tiga:
1) Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak yaitu M. paradisiaca var Sapientum, M. nana atau disebut juga M. cavendishii, M. sinensis. Misalnya pisang ambon, susu, raja, cavendish, barangan dan mas.
2) Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak yaitu M. paradisiaca forma Typical atau disebut juga M. paradisiaca normalis. Misalnya pisang nangka, tanduk dan kepok.
3) Pisang berbiji yaitu M. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya.
Misalnya pisang batu dan klutuk.
4) Pisang yang diambil seratnya misalnya pisang manila (TTG Budidaya Pertanian).
Berdasarkan cara konsumsi buahnya, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu pisang meja (dessert banana) dan pisang olah (plantain, cooking banana). Pisang meja dikonsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, seperti pisang ambon, susu, raja, seribu, dan sunripe. Pisang olahan dikonsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk, dan uli. Buah pisang diolah menjadi berbagai produk, seperti sale, kue, ataupun arak (di Amerika Latin). Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, Pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang relatif populer antara lain Kripik Pisang asal Lampung, Sale pisang (Bandung), Pisang Molen (Bogor), dan Epe (Makassar) (Anonim,2009)
Diantara buah-buahan, pisang menduduki posisi tertinggi, baik dalam segi luas areal ataupun kapasitas produksinya. Buah pisang kandungan gizinya cukup tinggi, yang meliputi karbohidrat, gula, protein, lemak, vitamin A, B, dan C serta garam-garam mineral untuk buah yang masih mentah. Tetapi setelah tua benar, kandungan karbohidratnya antara 15 – 30 % tergantung pada varietasnya. Setelah buah matang baik dari pohon atau diperam, kandungan karbohidrat turun tajam antara 1,5 – 15 %, dan kandungan gula meningkat dari 6 – 19 %., kandungan protein dalam kulit pisang mencapai 1,2 %. Setiap tahun produksi pisang secara keseluruhan mampu menyediakan 13.000 – 27.000 ton protein (Rismunandar,1973).
Kulit pisang mempunyai kandungan karbohidrat yang cukup tinggi yaitu 18,50 g dalam 100 g kulit pisang (BPPI Surabaya, dalam M. Lies Suprapti, 2005:86) sehingga kulit pisang dapat menjadi bahan dasar dalam pembuatan nata karena dalam pembuatan nata syarat utamanya adalah bahan tersebut mempunyai kandungan glukosa (karbohirat). Tanpa adanya glukosa proses fermentasi pembentukan materi atau lapisan nata tidak dapat terbentuk (Munadjim,1983:60). Selama ini bahan dasar pembuatan nata adalah air kelapa dengan demikian kulit pisang dapat dijadikan salah satu bahan dasar altenatif yang dapat menggantikan air kelapa.
Beberapa varietas pisang yang melimpah di NTB adalah pisang susu, pisang hijau (pisang ambon lumut) dan pisang merah. Adapun karakteristiknya adalah sebagai berikut.
1. Pisang susu
Pisang Susu cocok untuk hidangan buah segar. Ukuran buah kecil hampir sama dengan pisang emas. Kulit buah tipis, berwarna kuning berbintik hitam. Daging buah putih kekuningan. Rasa buah manis, lunak dan berarom harum. Dalam satu tandan terdapat sekitar 8 sisir (satu sisir berisi 12-16 buah) (Situs Hijau, 2009).
2. Pisang Ambon Lumut (pisang hijau)
Pisang ambon lumut (pisang hijau) cocok untuk hidangan buah segar. Kulit buah berwarna hijau walaupun sudah matang dan lebih tebal daripada kulit buah pisang ambon kuning. Daging buah hampir sama dengan pisang ambon kuning hanya sedikit lebih putih. Daging buah agak keras, aroma lebih harum dan rasanya lebih manis (Situs Hijau, 2009).
3. Pisang merah
Pokok Pisang Merah yang sering ditanam sebagai pokok hiasan. Nama sains pokok Pisang Merah ialah Musa velutina H. Wendl. & Drude atau bahasa Inggris fuzzy banana. Pokok Pisang tidak mempunyai batang berkayu, tetapi sebaliknya ia terdiri dari gentian (Wikipedia, 2009).
2. Kasus busung lapar di NTB
Kasus busung lapar yang melanda NTB semakin berkembang, anak balita yang menderita busung lapar mencapai 10 persen dari total anak balita, yakni 480.000 anak. Dengan demikian, ada sekitar 49.000 anak balita di antaranya menderita gizi buruk dan bahkan busung lapar. Akibat penyakit busung lapar di NTB ini, tujuh anak balita di antaranya meninggal dunia. Bahkan menurut Kepala Dinas Kesehatan setempat, kejadian gizi buruk ini sudah pada tingkat kejadian luar biasa (KLB). Karena itulah, kasus ini harus ditangani secara luar biasa pula. Dengan kata lain, harus ada upaya penanganan yang ekstra dari semua pihak (Misrianti, 2005).
Rata-rata sekitar 100 anak dirawat di RSU Mataram, NTB, karena gizi buruk (busung lapar). Hal ini merupakan suatu realitas yang sangat ironis, karena provinsi NTB tengah mengalami suplus pangan, terutama padi, karena keberhasilan program pertanian gogo rancah. Bahkan setiap tahun NTB bisa memasok ratusan ton beras ke provinsi lain, diantaranya Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah suplus pangan NTB tidak berdampak pada kemakmuran seluruh rakyat dengan daya beli masyarakat yang masih rendah. Kemudian karena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat dengan pola konsumsi makanan yang memenuhi standar gizi anak (Agustriyadi, 2009).
3. Nata de musa
Nata adalah biomassa yang sebagian besar terdiri dari selulosa, berbentuk agar dan berwarna putih. Massa ini berasal pertumbuhan Acetobacter xylinum pada permukaan media cair yang asam dan mengandung gula.
Tabel 1. Syarat Mutu Nata
No. Jenis uji Satuan Persyaratan
1. Keadaan -
1.1 Bau - Normal
1.2 Rasa - Normal
1.3 Warna - Normal
1.4 Tekstur - Normal
2. Bahan asing - Tidak boleh ada
3. Bobot tuntas % Min. 50
4. Jumlah gula (dihitung sebagai sakrosa) % Min. 15
5. Serat makanan % Maks. 4,5
6. Bahan tambahan makanan
6.1 Pemanis buatan:
• Sakarin
• Siklamat
Tidak boleh ada
Tidak boleh ada
6.2 Pewarna tambahan Sesuai dengan SNI 01-0222-1995
6.3 Pengawet (Na Benzoat) Sesuai dengan SNI 01-0222-1995
7. Cemaran logam
7.1 Timbale (Pb) Mg/kg Maks. 0,2
7.2 Tembaga (Cu) Mg/kg Maks. 2
7.3 Seng (Zn) Mg/kg Maks. 5
7.4 Timah (Sn) Mg/kg Maks.
8. Cemaran arsen (As) Koloni/g 40,0/250,5* Maks. 0,1
9. Cemaran mikroba Maks. 0,1
9.1 Angka lempeng total APM/g Maks. 2 x 102
9.2 Coliform Koloni/g < 3
9.3 Kapang Koloni/g Maks. 50
9.4 Khamir Koloni/g Maks. 50
Sumber: SNI 01-4317-1996
Nata dapat dibuat dari bahan baku air kelapa, dan limbah cair pengolahan tahu (whey tahu). Nata yang dibuat dari air kelapa disebut dengan Nata de Coco, dan yang dari whey tahu disebut dengan Nata de Soya. Bentuk, warna, tekstur dan rasa kedua jenis nata tersebut tidak berbeda. Pembuatan nata tidak sulit, dan biaya yang dibutuhkan juga tidak banyak (Hasbullah, 2001). Nata berbentuk padat, putih bersih mirip kelapa muda dan rasanya menyerupai kolangkaling. Kandungan terbesar dalam nata adalah air 98% (Steinkreus dalam Suswanhyundarti, 1997).
Kulit pisang mempunyai kandungan karbohidrat yang cukup tinggi yaitu 18,50 g dalam 100 g kulit pisang ( BPPI Surabaya, dalam M. Lies Suprapti, 2005:86) sehingga kulit pisang dapat menjadi bahan dasar dalam pembuatan nata karena dalam pembuatan nata syarat utamanya adalah bahan tersebut mempunyai kandungan glukosa (karbohirat). Tanpa adanya glukosa proses fermentasi pembentukan materi atau lapisan nata tidak dapat terbentuk (Munadjim,1983). Selama ini bahan dasar pembuatan nata adalah air kelapa dengan demikian kulit pisang dapat dijadikan salah satu bahan dasar alternatif yang dapat menggantikan air kelapa.
Beberapa pertimbangan mengapa kulit pisang dimanfaatkan dalam pembuatan nata adalah :
a. Kulit pisang layak untuk dikonsumsi, karena mempunyai kandungan gizi yang lengkap dan tidak ada efek samping bagi tubuh apabila mengkonsumsinya.
b. Nata biasanya terbuat dari air kelapa sehingga harganya lebih mahal dengan memanfaatkan kulit pisang sebagi bahan dasar nata diharapkan harganya lebih murah sehingga dapat bersaing dipasaran.
c. Kulit pisang mudah diperloleh dan jumlahnya cukup banyak (Susanti, 2006).
H. METODE PENELITIAN
1. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Dalam penelitian ini eksperimen yang dilakukan adalah pembuatan nata dari kulit tiga varietas pisang yang berbeda yaitu pisang susu, pisang hijau (pisang ambon lumut) dan pisang merah.
2. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dimulai dari bulan Februari sampai Mei 2010 yang akan dilaksanakan di Laboratorium Kimia Dasar UPT MIPA Laboratorium Kimia Analitik, dan Laboratorium THP Fakultas Pertanian Universitas Mataram.
3. Bahan Penelitian
Sebagai objek penelitian ini digunakan limbah kulit pisang yaitu 3 varietas pisang yang banyak terdapat di Pulau Lombok, yaitu: pisang susu, pisang ambon lumut (pisang hijau), dan pisang merah . Bahan baku lainnya adalah: biakan murni bakteri Acetobacter xylinum, gula pasir , asam asetat glasial, amonium sulfat, aquades, air, glukosa anhidrat, reagensia Nelson, larutan dengan kadar reduksi sekitar 2 – 8 mg/ 100 mL Pb-asetat atau bubur aluminium hidroksida, K2SO4 atau Na2SO4 anhidrat, H2SO4 pekat, CuSO4, Zn, NaOH 45%, HCl 0,1 N, phenolphtalein 1%. Bahan penunjang lainnya adalah tissue, kertas saring, aluminium foil, kertas Koran, plastik, dan korek api.
4. Alat Penelitian
Peralatan yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah loyang plastik, panci email, karet gelang, saringan, gelas ukur, sendok makan (stainless steel), pH meter, kain kasa, kompor, ruang inokulasi, pipet tetes, gelas kimia, derigen, kotak plastik steril, tabung reaksi, penangas air, batang pengaduk, labu kjedahl, bunsen, alat destilasi, dan erlenmeyer.
5. Cara Kerja
a. Tahap persiapan
- Persiapan alat dan bahan
- Sterilisasi alat
- Penimbangan bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan nata de musa.
b. Tahap ekstraksi
- Kulit pisang dibersihkan dan dipotong kecil-kecil
- Kulit pisang diekstrak menggunakan blender dan pelarut air
- Larutan kulit pisang di saring menggunakan saringan
- Hasil ekstrak digunakan untuk pembuatan media nata
c. Pengujian kadar air, kadar protein, kadar gula reduksi, dan pH pada dua sampel limbah kulit pisang.
a. Pengujian kadar air
Tahapan yang digunakan adalah:
Siapkan cawan kosong, dikeringkan dalam oven 15 menit, didnginkan dalam eksikator, kemudian ditimbang (a g)
Timbang dengan segera 2-5 g sampel dalam cawan kosong tadi. (b g)
Cawan + bahan dioven selama 6 jam
Pindahkan cawan dalam eksikator, setelah dingin ditimbang. Pemanasan dan penimbangan dilakukan sampai diperoleh berat konstan (c g)
% kadar air = b/c x 100%
b/a
b. Pengujian kadar protein
Penentuan N total Cara Gunning
• Ditimbang 0,7- 3,5 g bahan yang telah ditumbuk halus dan masukkan kedalam labu Kjedahl, tambahkan 10 g K2SO4 atau Na2SO4 anhidrat, dan 15 – 25 mL H2SO pekat. Kalau destruksi sukar dilakukan perlu ditambah 0,1-0,3 g CuSO4, dan digojog.
• Kemudian dipanaskan pada pemanas listrik atau api Bunsen dalam almari asam, mula-mula dengan api kecil dan setelah asap hilang api dibesarkan, pemanasan diakhiri setelah cairan menjdi jernih tak berwarna.
• Dibuat pula perlakuan blanko yaitu seperti perlakuan di atas tanpa contoh.
• Setelah labu Kjedahl beserta cairannya menjadi dingin kemudian ditambah 200 mL aquades dan 1 g Zn, serta larutan NaOH 45 % sampai cairan bersifat basis. Pasanglah labu Kjedahl dengan segera pada alat distilasi.
• Panaskan labu Kjeldahl sampai ammonia menguap semua, destilat ditampung dalam Erlenmeyer yang berisi 100 mL HCl 0,1 N yang sudah diberi indikator phenolphthalein 1% beberapa tetes. Distilasi diakhiri setelah volume destilat 150 mL atau setelah destilat yang keluar tidak bersifat basa.
• Kelebihan HCl 0,1 N dalam distilat distilasi dengan larutan basa standar (larutan NaOH 0,1 N).
• Perhitungan:
Factor (lihat pada table 4)
Tabel 5. Konversi kadar N menjadi kadar protein berbagai macam bahan
No Bahan Faktor konversi
1 Bir, sirup, biji-bijian, ragi, makanan ternak, buah-buahan, teh, malt, anggur 6,25
2 Beras 5,95
3 Roti, gandum, macaroni, bakmi 5,70
4 Kacang tanah 5,46
5 Kedelai 5,75
6 Kenari 5,18
7 Susu kental manis 6,38
c. Pengujian kadar gula reduksi
(Cara spektrofotometri, Metode Nelson-Somogyi)
Penyiapan kurva standar
• Buat larutan glukosa standar (10 mg glukusa anhidrat/100 mL)
• Dari laarutan glukosa standar tersebut dilakukan 6 pengenceran sehingga diperoleh larutan glukosa dengan konsentrasi : 2, 4, 6, 8 dan 10 mg/100 mL
• Siapkan 7 tabung reaksi yang bersih, masing-masing diisi dengan 1 mL larutan glukosa standar tersebut di atas. Salah satu tabung diisi 1 mL air suling sebagai blanko.
• Tambahkan ke dalam masing-masing tabung di atas 1 mL reagensia Nelson, dan panaskan semua tabung pada penangas air mendidih selama 20 menit.
• Ambil semua tabung dan segera didinginkan bersama-sama dalam gelas piala yang berisi air dingin sehingga suhu tabung mencapai 25o.C.
• Setelah dingin tambahkan 1 mL reagensia Arsenomolybdat gojog sampai semua endapan Cu2O yang ada larut kembali.
• Setelah semua endapan Cu2O larut sempurna, tambahkan 7 mL air suling, digojog sampai homogen.
• Teralah “optical density” (OD) masing-masing larutan tersebut pada panjang gelombang 540 nm.
• Buatlah kurva standar yang menunjukkan hubungan antara konsentrasi glukosa dan OD.
Penentuan gula reduksi pada contoh
• Siapkan larutan contoh yang mempunyai kadar gula reduksi 2-8 mg/ 100 mL. perlu diperhatikan bahwa larutan contoh ini harus jernih, karena itu bila dijumpai larutan contoh yang keruh atau berwarna maka perlu dilakukan penjernihan terlebih dahulu dengan menggunakan Pb-asetat atau bubur Aluminium hidroksida.
• Pipetlah 1 mL larutan contoh yang jernih tersebut ke dalam tabung reaksi yang bersih
• Tambahkan 1 mL reagensia Nelson, dan selanjutnya diperlukan seperti pada penyiapan kurva standar di atas.
• Jumlah gula reduksi dapat ditentukan berdasarkan OD larutan contoh dan kurva standar larutan glukosa.
d. Pengukuran pH
Sampel kulit pisang yang telah diblender dimasukkan ke dalam gelas kimia, selanjutnya diukur pHnya dengan pH meter.
e. Tahap fermentasi
Membuat bibit/starter
- Sebanyak 1000 mL air kelapa disaring menggunakan kain kasa
- Ke dalam air kelapa yang sudah disaring ditambahkan 50 g gula pasir, 3 mL ammonium sulfat dan 5 mL asam asetat glasial sampai pH 4
- Air kelapa dididihkan ± 15 menit
- Air kelapa dimasukkan ke dalam botol dan ditutup rapat dengan kertas koran
- Setelah dingin, ditambahkan 2 mL suspensi biakan murni Acetobacter xylinum
- Simpan di ruang inokulasi dalam posisi miring selama 7 hari
Membuat nata de musa
- Ke dalam 1000 mL ekstrak kulit pisang ditambahkan 50 g gula pasir, 3 mL ammonium sulfat dan 5 mL asam asetat glasial sampai pH 4
- Ekstrak kemudian dididihkan ± 15 menit
- Ekstrak yang sudah dididihkan didinginkan ± 15 menit dan dimasukkan ke dalam loyang plastik
- Ke dalam ekstrak dimasukkan 100 mL starter
- Media nata ditutup menggunakan koran dan diikat menggunakan karet
- Media nata diletakkan pada ruangan fermentasi selama 12 hari
Formula bahan pembuatan Nata de Musa
Bahan Ekstrak kulit pisang Susu
(1000 mL) Ekstrak kulit pisang hijau
(1000 mL) Ekstrak kulit pisang merah (1000 mL)
Gula pasir (g)
Asam asetat glasial (mL)
Amonium sulfat (mL)
Starter (mL) 50
5
3
100 50
5
3
100 50
5
3
100
f. Tahap pemanenan
- Setelah 12 hari, media nata di buka dan nata diambil kemudian dicuci menggunakan air. Sebagian nata diambil untuk dianalisis di laboratorium dan sebagian lagi direndam ± 3 hari (setiap 4 jam air rendaman diganti)
- Nata kemudian dipotong kecil-kecil dan direbus sampai mendidih ± 15 menit untuk menghilangkan sisa asam
d. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah pengumpulan data berdasarkan hasil uji laboratorium, meliputi :
- Analisis komposisi kimia kulit pisang, antara lain : karbohidrat, gula reduksi, nitrogen
- Analisis Nata de Musa, antara lain : kadar serat, cemaran mikroba TPC coliform, kadar pektin, keasaman dan ketebalan nata.
e. Analisis Data
Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kualitas fisik dan kimia Nata de Musa digunakan analisis variansi (anava) satu arah.
I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM
No Kegiatan Bulan ke-1 Bulan ke-2 Bulan ke-3 Bulan ke-4
1 Persiapan alat dan bahan, sterilisasi
2 Pengambilan sampel
3 Pengujian kadar air, gula reduksi, kadar protein limbah kulit pisang di Pulau Lombok
4 Tahap fermentasi
i. Pembuatan starter
ii. Pembuatan nata dengan variasi konsentrasi limbah kulit pisang dan starter
iii. Pemanenan
5 Analisis/uji laboratorium
6 Analisis data
7 Penyusunan laporan
J. RENCANA BIAYA KEGIATAN
J.1 Penyediaan Bahan
Bahan Harga bahan (Rp) Jumlah Biaya (Rp)
Kulit pisang susu 27.000,-/tandan 5 tandan 135.000,-
Kulit pisang hijau 23.000,-/tandan 5 tandan 115.000,-
Kulit pisang merah 23.000,-/tandan 5 tandan 115.000,-
Biakan Murni Acetobacter xylinum 300.000,-/botol 5 botol 1.500.000,-
Ammonium sulfat 300.000,-/kg 1 kg 300.000,-
Gula 10.000,-/kg 25 kg 250.000,-
Asam asetat 55.000,-/L 10 L 550.000,-
K2SO4 300.000,-/kg 100 g 30.000,-
Na2SO4 anhidrat 100.000,-/kg 100 g 10.000,-
H2SO4 pekat 100.000,-/L 1 L 100.000,-
CuSO4 300.000,-/kg 100 g 30.000,-
Aquadest 5.000,-/L 5 L 25.000,-
Zn 500.000,-/kg 20 g 10.000,-
NaOH 350.000,-/kg 200 g 70.000,-
HCl 0,1 N 150.000,-/L 2 L 300.000,-
Indikator Phenolphthalein 1% 150.000,-/L 50 mL 7.500,-
Glukosa anhidrat 50.000,-/g 5 g 250.000,-
Reagensia Nelson 250.000,-/L 50 mL 12.500,-
Reagensia Arsenomolybdat 200.000,-/L 50 mL 10.000,-
Pb-asetat 230.000,-/kg 100 g 23.000,-
Subtotal 3.843.000,-
J.2 Peralatan dan Sewa Alat
Nama Alat Harga Jumlah Lama Penggunaan Biaya (Rp)
Jerigen 10 L 30.000,-/buah 7 buah 2 bulan 210.000,-
Kain kasa 35.000,-/m 6 m 1 bulan 210.000,-
Kertas Koran 15.000,-/rim 2 rim 1 bulan 30.000,-
Loyang plastik 15.000,-/buah 40 buah 1 bulan 600.000,-
Panci email 175.000,-/buah 4 buah 1 bulan 700.000,-
Karet gelang 3.000,-/bungkus 2 bungkus 2 bulan 6.000,-
Saringan 25.000,-/buah 5 buah 2 bulan 125.000,-
Gelas ukur 5 ml, 10 ml, 100 ml • 20.000,-/5 mL
• 30.000,-/10 mL
• 50.000,-/100 Ml @ 2 buah 3 bulan 200.000,-
Pipet tetes 3.000,-/buah 20 buah 3 bulan 60.000,-
Sendok makan (Stainless steel) 5.000,-/buah 5 buah 1 bulan 25.000,-
pH indicator 150.000,-/pack 1 pack 3 bulan 150.000,-
Kompor Hock 350.000,-/buah 1 buah 2 bulan 350.000,-
Ruang inokulasi 650.000,-/buah 1 buah 3 bulan 650.000,-
Kotak plastik steril 45.000,-/buah 6 buah 3 bulan 270.000,-
Subtotal 3.586.000,-
J.3 Pemeliharaan Laboratorium dan Alat
No. Laboratorium dan Alat Jumlah/Lama penggunaan Biaya (Rp)
1. Lab. Kimia Dasar
• Tabung reaksi
• Pembakar bunsen
• Batang pengaduk
• Erlenmeyer 3 bulan
• 20 buah
• 5 buah
• 5 buah
• 15 buah 550.000,-
2. Lab. Kimia Analitik
• Alat destilasi
• Labu Kjedahl
• Penangas air
• Tabung reaksi 1 bulan
• 1 buah
• 2 buah
• 2 buah
• 10 buah 200.000,-
3. Lab. THP Fak. Pertanian
Analisis Uji Produk 1 bulan 500.000,-
Subtotal 1.250.000,-
J.4 Alat dan Bahan Penunjang
No. Nama Alat/Bahan Harga (Rp) Jumlah Biaya (Rp)
1. Kaca mata (google) 20.000,-/buah 4 buah 80.000,-
2. Masker 4.000,-/buah 6 buah 24.000,-
3. Tissue gulung 3.000,-/gulung 5 gulung 15.000,-
4. Sarung tangan 50.000,-/pack 1 pack 50.000,-
5. Aluminium foil 15.000,-/gulung 3 gulung 45.000,-
6. Korek api 4.000,-/pack 1 pack 4.000,-
7. Kertas label 5.000,-/bungkus 2 bungkus 10.000,-
Subtotal 228.000,-
J.5 Administrasi dan Penyusunan Laporan
No. Kebutuhan Satuan Jumlah Harga (Rp) Biaya (Rp)
1. Kertas A4 Rim 2 @ 33.000,- 66.000,-
2. Tinta printer Kotak 2 @ 25.000,- 50.000,-
3. Buku folio Buah 4 @ 10.000,- 40.000,-
4. Penggaris Buah 3 @ 2.000,- 6.000,-
5. Map arsip Buah 3 @ 3.000,- 9.000,-
6. Ballpoint Buah 4 @ 3.000,- 12.000,-
7. Tipe-X Buah 2 @ 5.000,- 10.000,-
8. Pensil Buah 3 @ 3.000,- 9.000,-
9. Steples + isi steples Buah 1 @ 20.000,- 20.000,-
10. Penjilidan Buah 6 @ 5.000,- 30.000,-
11. CD-R Buah 6 @ 5.000,- 30.000,-
Subtotal 282.000,-
J.6 Akomodasi Kegiatan
Kegiatan Biaya (Rp)
Dokumentasi 125.000,-
Transportasi, telekomunikasi untuk pemesanan bahan dan alat 300.000,-
Biaya pengambilan sampel 100.000,-
Lain-lain 150.000,-
Subtotal 675.000,-
Rekapitulasi Biaya
1. Penyediaan Bahan Rp. 3.843.000,-
2. Penyediaan Alat Rp. 3.586.000,-
3. Penyewaan Penggunaan Laboratorium dan Alat Rp. 1.250.000,-
4. Alat dan Bahan Penunjang Rp. 282.000,-
5. Administrasi dan Penyusunan Laporan Rp. 285.000,-
6. Akomodasi Kegiatan Rp. 675.000,-
+
TOTAL BIAYA Rp. 9.921.000,-
K. DAFTAR PUSTAKA
Apryanto, Dwinardi, L. Manti dan Hartal. 2004. Tanaman Pisang Serta Hama dan Penyakitnya di Kabupaten Rejang Lebong. http://unib.ac.id/faperta/jurnal/abstrak.php?id_isijur=190&id_jurnal=1&PHPSESSID=43a5d6b0f16eb076abe9fa7f40332592
Agustin, Widi. 2005. Pemuliaan Tanaman Pisang Dengan Kultur Anther.http://www.rudyct.com/PPS702ipb/10245/widi_agustin.pdf
Departemen Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB. 2005. Gelar Teknologi Budidaya Pisang sebagai Metode Efektif untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Miskin di Lahan Marginal (kasus desa labu pandan, kecamatan sambelia, kab. Lombok timur). http://ntb.litbang.deptan.go.id/ssp.pdf
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Barat. 2008. Peluang Investasi Komoditas Pisang di Sumatera Barat. http://www.sumbarprov.go.id/images/media/Buku%20Peluang%20Invenstasi%20Pisang.pdf
Hendro Soenarjono. 1998. Teknik Memanen Buah Pisang agar Berkualitas Baik. Trubus no. 341
Kumoro K., B.Tri Ratna E, , M. Rahayu dan Awaludin H. 2003. Alternatif Teknologi Budidaya Pisang untuk Pemanfaatan Lahan Alang-Alang. Mataram: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB.
Luhardikusumah, K. 2008. Penurunan Kadar TSS, BOD dan COD Limbah Industri Tahu Dengan Menggunakan Arang Aktif Kulit Kacang Tanah. Di download dari http://72.14.235.104/search?q=cache:6N3FlC3ffEcJ:www.scottdrying.com/ast.dryer/pdf/scotteco.astdryer.tofu.pdf+TOFU+WASTE&hl=en&ct=clnk&cd=4&client=opera. Pada tanggal 1 Agustus 2008, pukul 08.30 WITA.
Mukhtasar. 2002. Keragaman fisik dan morfologi pisang jantan di Bengkulu. http://bdpunib.org/akta/artikelakta/2002/72.PDF
Murphy, S. 2007. General Information Of Nitrogen. Di download dari http://72.14.235.104/search?q=cache:Yp8QaZ7u4NYJ:grasasyaceites.revistas.csic.es/index.php/grasasyaceites/article/viewFile/230/230+HIDROLISIS%2BPROTEIN%2BSOYBEANS&hl=en&ct=clnk&cd=7&client=opera. Pada tanggal 20 Juli 2008, pukul 13.30 WITA.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor. 1981. Dodol pisang Nangka , Paket Industri Pangan untuk Daerah Pedesaan. http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/artikel/pangan/IPB/Dodol%20pisang%20nangka.pdf
Pindo, A. 2007. Permasalahan Industri Kecil Menengah Tahu. Di download dari
http://www.majarikanayakan.com/2008/01/teknologi-pengolahan-air-limbah/. Pada tanggal 2 Agustus 2008, pukul 09.30 WITA.
Rismunandar. 1990. Bertanam Pisang. C.V. Sinar Baru: Bandung
Rismunandar. 1990. Membudidayakan Tanaman Buah-buahan. C.V. Sinar Baru: Bandung.
Suara media. 2009. Jutaan manfaat pisang yang dibutuhkan oleh tubuh. http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/6801-jutaan-manfaat-pisang-yang-dibutuhkan-tubuh.pdf.
Yulianty, Mailina, Eny Dwi Pujawati dan Badruzsaufari. 2006. http://www.fp.unud.ac.id/biotek/wpcontent/uploads/2008/12/artikel-i-2.pdf
L. LAMPIRAN
a. Biodata Ketua dan Anggota Pelaksana
Biodata Ketua Pelaksana
1. Identitas Pribadi
Nama : Murdiah
NIM : G1C 007 025
Semester : V (Lima)
Tempat Tanggal Lahir : Bongkem, 31 Desember 1989
Alamat : Bongkem, Lepak, Sakra Timur, Lotim NTB
Agama : Islam
Program Studi : Kimia
IP Kumulatif : 2,86
Perguruan Tinggi : Universitas Mataram
2. Riwayat Pendidikan
SD : SDN 2 Lepak
SMP/MTs : SMPN 2 Sakra Timur
SMA/MA : SMAN 1 Selong
PT : Program Studi Kimia (FMIPA)
Universitas Mataram
Biodata Anggota 1:
1. Identitas Pribadi
Nama : Vera Fitriya Ersalena
NIM : G1C 008 032
Semester : III (Tiga)
Tempat Tanggal Lahir : Sakra, 28 April1990
Alamat : Kekalik
Agama : Islam
Program Studi : Kimia
IP Komulatif : 3, 23
Perguruan Tinggi : Program Studi Kimia (FMIPA) Universitas Mataram
2. Riwayat Pendidikan :
SD : SDN 3 Sakra
SMP/MTs : SMPN 1 Sakra
SMA/MA : SMAN 1 Sakra
PT : Program Studi Kimia (FMIPA) Universitas Mataram
Biodata Anggota 2
1. Identitas Pribadi
Nama : Teten Angriani
NIM : G1C 008 036
Semester : III (Tiga)
Tempat Tanggal Lahir : Puyung, 11 Oktober 1989
Alamat : Kekalik
Agama : Islam
Program Studi : Kimia
IP Komulatif : 3, 09
Perguruan Tinggi : Program Studi Kimia (FMIPA) Universitas Mataram
2. Riwayat Pendidikan
SD : SDN 1 Puyung
SMP/MTs : SMPN 1 Praya
SMA/MA : SMAN 1 Jonggat
PT : Program Studi Kimia (FMIPA) Universitas Mataram
b. BIODATA DOSEN PENDAMPING
(1) Nama Lengkap dan Gelar : Siti Raudhatul Kamali, S.Pd.,M.Sc
(2) Golongan/Pangkat/NIP : III/b/19820908 2008 12 2 002
(3) Jabatan Fungsional : -
(4) Jabatan Struktural : -
(5) Program Studi : Kimia
(6) Perguruan Tinggi : Universitas Mataram
(7) Bidang Keahlian : Kimia Lingkungan
(8) Waktu Untuk Kegiatan PKMP : 5 Jam/ Minggu
\\
Tinggalkan sebuah Komentar
Ditulis dalam Uncategorized
Oleh: murdiah | November 5, 2009
pemanfaatan kulit pisang
Tinggalkan sebuah Komentar
Ditulis dalam Uncategorized
Oleh: murdiah | November 4, 2009
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
1 Komentar
Ditulis dalam Uncategorized
Kategori
* Uncategorized
Rambah
Tautan
* WordPress.com
* WordPress.org
Berlangganan
* Masukan (RSS)
* Komentar (RSS)
Blog pada WordPress.com. | Tema: Ocean Mist oleh Ed Merritt
skip to main | skip to sidebar
Artikel Kimia Anorganik by Sudarmono
Selasa, 23 Juni 2009
Kimia Anorganik Kehidupan
Fakta tentang Zeolit
zeolite
Zeolit merupakan senyawa aluminosilikat terhidrasi yang memiliki kerangka struktur tiga dimensi (3D), mikroporous, dan merupakan padatan kristalin dengan kandungan utama silikon, aluminium, dan oksigen serta mengikat sejumlah tertentu molekul air di dalam porinya.
Penemuan zeolit di dunia dimulai dengan ditemukannya Stilbit pada tahun 1756 oleh seorang ilmuwan bernama A. F. Constedt. Constedt menggambarkan kekhasan mineral ini ketika berada dalam pemanasan terlihat seperti mendidih karena molekulnya kehilangan air dengan sangat cepat. Sesuai dengan sifatnya tersebut maka mineral ini diberi nama zeolit yang berasal dari kata ‘zein’ yang berarti mendidih dan ‘lithos’ yang berarti batuan.
Pada tahun 1784, Barthelemy Faujas de Saint seorang profesor geologi Perancis menemukan sebuah formulasi yang cantik hasil penelitiannya tentang zeolit yang dipublikasikan dalam bukunya “Mineralogie des Volcans”. Akhirnya berkat jasanya, pada tahun 1842 zeolit baru tersebut dinamai Faujasit.
faujas-de-saint
Gambar 1. Faujas de Saint dan Faujasit
Zeolit telah dipelajari oleh para ahli mineral selama lebih dari 250 tahun. Berikut ini diberikan tahun ditemukannya mineral zeolit :
tabel-penemuan-zeolit
Semenjak awal tahun 1940-an, ilmuwan Union Carbide telah memulai penelitiannya untuk mensintesis zeolit dan mereka berhasil mensintesis zeolit A dan X murni pada tahun 1950, dan setelah itu banyak ditemukan zeolit sintesis jenis baru.
Bila ditinjau dari sisi struktur, zeolit merupakan senyawa aluminosilikat dengan klasifikasi sebagai berikut :
1. [AlO4]- dan [SiO4]- saling berhubungan pada sudut-sudut tetrahedralnya membentuk Al, Si framework 3D yang berpori.
2. Muatan pada framework dinetralkan dengan mengikat kation-kation monovalen atau divalen di dalam porinya.
3. Memiliki kemampuan sebagai penukar kation.
4. Mengikat molekul air di dalam pori-porinya.
cage
Gambar 2. Kerangka Zeolit
Karena sifat unik dari zeolit, maka zeolit banyak digunakan untuk berbagai aplikasi di industri diantaranya zeolit digunakan di industri minyak bumi sebagai ‘cracking’, di industri deterjen sebagai penukar ion, pelunak air sadah dan di industri pemurnian air, serta berbagai aplikasi lain.
Referensi
1. Curracao, Antonio., Understanding Zeolit Framework, Department of chemistry and Biochemistry, University of Bern
2. www.lenntech.com/zeolite-structure
3. Bell, R. G., What Are Zeolite?, United Kingdom, 2001
4. www.kopo.mpg.de/kopo/institut/arbeitsbereiche/scmith/research-e.htm
Air, si Cantik Yang Tersia-sia
air
Baru-baru ini Indonesia mengalami rentetan bencana yang berkaitan dengan air, mulai dari banjir hingga yang terakhir adalah kekeringan. Sebenarnya istilah bencana kekeringan tidak tepat juga karena kenyataannya negara kepulauan kita dikelilingi oleh air, namun tepat adanya jika kita menyebut krisis air bersih. tentu saja terjadi krisis air terutama di pulau Jawa yang berpenduduk padat dan memiliki lokasi industri demikian banyak oleh karena masih sedikit kepedulian kita terhadap zat yang cantik dan vital tersebut. Bahkan lahan tempat sumber-sumber airpun dijarah atas nama pembangunan sehingga pembangunan berwawasan lingkungan hanya tinggal menjadi istilah yang hebat namun hampa.
Bukan Sembarang Cairan
Kita yang awam mengenal air sebagai kebutuhan paling pokok, bahkan tampaknya lebih pokok daripada kebutuhan primer apapun. siapapun tak akan dapat bertahan tanpa air. sehari-hari kita berinteraksi dengan air namun alangkah miskinnya pengetahuan kita tentang air membuat kita kurang menghargainya lebih dari sekedar barang yang cair dan penting. Tak kenal maka tak sayang, maka mari kita berkenalan sedikit lebih intim dengan “water, the beautiful thing” agar semakin tumbuh kecintaan kita terhadapnya sehingga kita bisa lebih menghargainya.
Melihat air yang jernih bagaikan melihat permata berlian yang berkilauan. Sesungguhnya air yang cair itu adalah kumpulan trilyunan molekul H2O. Dalam dunia kimia dikenal H sebagai atom hidrogen dan O sebagai atom oksigen. Jadi H2O adalah satu molekul air yang mengandung satu atom oksigen dan 2 atom hidrogen. Padahal kita tahu bahwa pada tekanan atmosfer, oksigen dan hidrogen berwujud gas tapi ketika mereka bersatu saling mengikat janji bisa berubah wujudnya menjadi cair. Berkat kecerdasan kimiawan masa lalu kita dapat melakukan perhitungan begini, dalam 18 gram atau kurang lebih 18 mililiter air terkandung 6,022 x 1023 molekul H2O. Jadi, jika satu milyar adalah 10 maka bilangan tadi bermakna 602,2 ribu milyar milyar dan bilangan tersebut dikenal sebagai konstanta Avogadro. Itu baru 18 mililiter air, bayangkan jika kita meneguk segelas air atau mandi atau bahkan mengisi kolam renang, berapa banyak jumlah molekul air yang telah kita gunakan atau bahkan kita buang !!
Molekul Air yang cantik dan Istimewa
h2oJika kita melihat bentuk molekul air, maka semakin terbukalah rahasia mengapa zat ini demikian istimewa. Sesungguhnya jika gas oksigen dan gas hidrogen bertemu untuk membentuk molekul air, reaksi yang terjadi sangatlah berbahaya karena bisa timbul panas yang tinggi bahkan ledakan karena oksigen adalah gas yang dibutuhkan untuk pembakaran dan hidrogen adalah gas yang mudah terbakar. Tapi untunglah Tuhan telah menyediakan air semenjak penciptaan sehingga kita tidak perlu membuat air dengan ledakan. Kurang lebih dibebaskan energi berupa panas sebesar 242 kilo Joule untuk membuat air sebanyak 18 gram dari 22,4 liter atau 2 gram gas hidrogen dan .11,2 liter atau 16 gram gas oksigen pada suhu 0 derajat Celcius dan tekanan satu atmosfer. Mari kita lihat bentuk molekul air yang berhasil diamati dengan berbagai percobaan dan perhitungan yang rumit.
Bentuk molekul air tersebut dan terutama sifat elektroniknya menjadikan air memiliki sifat fisika dan kimia yang fantastis. Apakah sifat elektronik itu ? Dalam pemahaman kimia dan fisika, semua sifat-sifat atom dan molekul ditentukan oleh perangai dan keadaan elektron yang mengelilingi inti atom. Ternyata alam mengajarkan kita lebih banyak lagi tentang berbagi dan bekerja sama. Ikatan yang terjadi antara dua atom hidrogen dan satu atom oksigen menjadi satu molekul air disebut ikatan kovalen. Yaitu ikatan antar atom yang terjadi karena setiap atom menyumbangkan elektron yang dimiliki untuk saling berpasangan dan digunakan bersama membentuk satu ikatan. Namun, karena oksigen memiliki kelebihan pasangan elektron, maka elektron yang tidak membentuk ikatan tersebut dikatakan sebagai “pasangan elektron bebas“. Adanya elektron bebas yang bersifat sangat negatif menjauhkan kedudukannya dari dua atom hidrogen sehingga ikatan H2O membengkok sebesar 107.5 derajat. Sedangkan keadaan alamiah atom oksigen yang bersifat negatif dan atom hidrogen yang bersifat positif menimbulkan pengkutuban atau perbedaan muatan. Kedua keadaan itulah yang menjadikan molekul air bersifat polar, artinya molekul air memiliki perbedaan muatan yakni negatif pada sisi pasangan elektron bebas dan positif pada sisi atom hidrogen. Kepolaran air bisa berarti segalanya dan amatlah besar faedahnya. Kepolaranlah yang menjadikan air dapat menghantarkan arus listrik. Berkat sifat air yang polar, dia bisa melarutkan berbagai macam zat lain, misalnya darah, protein, vitamin, garam dan lain-lain. Kenyataannya, air merupakan pelarut universal yang paling ramah terhadap lingkungan. Demikian sebaliknya, air terpisah dari minyak dan lemak karena adanya perbedaan kepolaran. Coba bayangkan jika air dan minyak dapat bercampur, betapa susahnya membersihkan tumpahan minyak di laut lepas !!. Walaupun demikian, sering kali sifat air sebagai pelarut universal malah merugikan dirinya sendiri karena dia mudah sekali tercemari oleh beraneka ragam materi kimia maupun biologi sehingga sulit untuk membersihkannya lagi, apalagi ditambah dengan ketidakkepedulian kita untuk menjaga kemurniannya.
Adanya perbedaan muatan menjadikan ikatan antar molekul air sendiri cukup kuat sehingga pada suhu ruangan dia berbentuk cair, dibandingkan dengan bensin yang segera menguap. Aksi tarik menarik antara atom hidrogen di satu molekul air dengan pasangan elektron bebas pada molekul air yang lain disebut ikatan hidrogen dan oleh sebab itu diperlukan suhu 100o Celcius untuk mengubah keadaan cair menjadi uap. Air dikatakan memiliki nilai kalor spesifik yang tinggi, artinya diperlukan energi yang cukup besar untuk menjadikannya mendidih sebaliknya air dapat melepaskan panas perlahan-lahan ke lingkungan. Berkat sifat tersebut iklim di bumi tetap stabil demikian juga tubuh kita memiliki suhu yang konstan karena kurang lebih 70% permukaan bumi dan 60% tubuh mahluk hidup terdiri dari air.
ikatan-hidrogen
Begitu banyak keistimewaan air sehingga manfaatnya pun demikian luas mencakup berbagai aspek seperti kimia, fisika, biologi hingga agama, budaya, seni, bahkan ekonomi dan politik. Jika penelitian terakhir menunjukkan banyak situ-situ di sekitar Jakarta mulai menghilang itu berarti telah terjadi kesalahan dalam pengelolaan lingkungan. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti Jakarta akan benar-benar kehabisan mata air dan harus memproduksi air bersih dengan teknologi yang lebih mahal dan lebih rumit akibat kelalaian kita bersama. Sungguh, air yang cantik dan sangat penting dalam kehidupan kita itu memang materi yang paling melimpah di bumi. Air diciptakan dan dicurahkan bukan berarti untuk disia-siakan, maka sekarang saatnya untuk kita lebih menghargai air sebagai ciptaan Tuhan yang paling indah.
Fosfor Putih pada Penyerangan Israel ke Gaza
perang
Penyerangan Israel ke Gaza baru-baru ini, Januari 2009, menambah pelajaran berharga pada kita semua. Seperti pisau, pada suatu saat dan situasi biasa merupakan alat yang bermanfaat (misal: untk menyiapkan makanan bagi keluarga kita) namun pada saat dan situasi yang berbeda bisa menjadi alat yang merusak dan bahkan bisa membunuh. Demikian juga bahan kimia, ditangan Israel fosfor putih yang sebenarnya bermanfaat telah menjadi alat/bahan yang efektif untuk memerangi Palestina.
Mengapa demikian?
Fosfor putih pada dasarnya sangat berguna untuk kehidupan. Dalam industri banyak digunakan untuk memproduksi asam fosfat dan senyawa kimia lain yang berguna pada pembuatan pupuk, bahan tambahan makanan, farmasi, pengolahan air, pakan ternak, senyawa pembersih dan perapuhan logam anti karat. Dalam konsentrasi kecil fosfor putih digunakan pada kembang api. Tetapi karena sifat kimia fisiknya yaitu ketika berada di udara terbuka dengan mudah akan terbakar dan mengeluarkan asap, maka sifat ini kemudian dimanfaatkan oleh militer (misal: Israel dan Amerika) untuk menghalau musuh-musuhnya.
Apakah sebenarnya fosfor putih itu dan bagaimana sifat-sifatnya?
Fosfor adalah unsur nonlogam bersimbol P dengan nomor atom 15 dan berat atom 30,97376. Biasanya digunakan dalam pembuatan asam fosfat, perunggu, suar, teknik perapian, korek api, racun tikus, dll. Alotrop fosfor ada beberapa: fosfor putih (kuning), fosfor merah, dan fosfor hitam yang masing-masing memiliki sifat kimia fisik yang berbeda.
Fosfor putih (white phosphorus) adalah alat pembakar yang memproduksi asap dan suar yang berasal dari allotrop unsur fosfor. Material ini merupakan padatan putih (tak berwarna atau kuning) beracun yang bersifat seperti malam, lembut, berbau seperti bawang putih, meleleh pada 44,5 oC, larut dalam karbon disulfida, tidak larut dalam air dan alkohol. Unsur ini bereaksi secara cepat dengan oksigen sehingga akan terbakar dengan sendirinya di udara. Dikenal juga sebagai fosfor kuning.
Alotrop sendiri adalah keadaan dimana suatu unsur dapat memiliki lebih dari satu bentuk atau struktur yang stabil biasanya pada daerah temperatur yang berbeda, contohnya adalah bentuk kristal yang berbeda dari karbon, grafit, dan intan. Dikenal juga dengan istilah alotriomorfisme, alotropisme.
Apa yang terjadi ketika manusia terpapar dengan fosfor putih?
Meskipun belum ada penelitian yang mendalam tentang efek fosfor putih pada kesehatan manusia, tetapi dari beberapa fakta yang terjadi pada pekerja yang berhubungan dengan unsur ini menunjukkan bahwa jika terpapar dengan fosfor putih dapat menyebabkan terbakar, iritasi,kerusakan hati, ginjal, paru-paru atau tulang, yang terparah adalah kematian.
Badan-badan yang berwenang di Amerika (NIOSH, OSHA, ACGIH) telah menentukan ambang batas paparan di tempat kerja selama 8 jam kerja adalah 0,1 miligram fosfor putih per meter kubik udara (http://www.atsdr.cdc.gov/tfacts103.html).
Jadi bisa dibayangkan apa yang terjadi di Palestina saat ini. Sungguh sangat disayangkan sesuatu yang sesungguhnya bermanfaat menjadi bersifat merusak ketika berada di tangan yang salah.
Satu hal yang harus menjadi bahan pemikiran adalah bahwa penggunaan fosfor putih dalam perang tidak dilarang. Hal ini karena statusnya dalam Konvensi Senjata Kimia; Chemical Weapons Convention (CWC); bahan ini tidak termasuk dalam list senjata kimia. Kalau melihat akibatnya dalam perang itu hal ini patutlah dipertanyakan. Why………………..???
Dekomposisi Hidrogen dari Air Dengan Natrium
elektrolisis
Hidrogen menawarkan keuntungan sebagai sumber energi yang ramah lingkungan dan tanpa polusi. Hidrogen paling banyak diproduksi dari gas alam (48%), dan merupakan elemen paling ringan di dunia (berat atom = 1 g/mol), sehingga kemampuan difusinya sangat tinggi. Bisa juga digunakan sebagai bahan bakar reaktor fusi (masih tahap pengembangan), dan sebagai sumber bahan baku pembuatan HidroCarbon (BBM Sintetis). Salah satu kendala untuk produksi hidrogen adalah sumber gas alam sendiri adalah sumber energi yang tak dapat diperbaharui, cadangannya pun semakin menipis, dan harganya terus naik, apakah ada cara lain untuk mendapatkan hidrogen? Bagaimana mendapatkannya? Banyak caranya, diantaranya dengan elektrolisis air, namun kendalanya adalah biaya yang sangat mahal. Apakah ada cara lainnya… Ada, yaitu dengan Natrium/Sodium.
Natrium banyak tersedia dan melimpah jumlahnya di lautan Bumi sebagai NaCl (garam), Natrium adalah elemen yang sangat reaktif, biaya produksi natrium pada tahun 1997 adalah US$ 0.30/kg - US$0.45/kg, cukup murah. Pada kondisi standar, logam natrium jika direaksikan dengan air akan menghasilkan gas hidrogen dengan reaksi sebagai berikut:
2Na + 2H2O → 2NaOH + H2 …………………………..(1) Eksotermal
2H2 + O2 → 2H2O ……………………………….(2) Autoignition
Reaksi tersebut bersifat eksotermal yang menghasilkan panas, sehingga gas hidrogen secara otomatis terbakar, ini disebabkan karena gas hidrogen mengalami proses autoignition akibat perpindahan panas dari reaksi ke lingkungan. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah mungkin gas hidrogen dari reaksi ini dipanen? Jawabnya mungkin…
Gas Hidrogen memiliki Flammability Limit dengan kisaran volume 4 - 75 % di udara, dan memiliki Autoignition Point pada suhu 585 0C, reaksi pembakaran selalu membutuhkan oksigen, begitu juga dengan Hidrogen, dengan reaksi sebagai berikut:
2H2 + O2 → 2H2O ……………………………….(3)
Proses Autoignition Hidrogen pada reaksi Natrium dengan Air dapat dicegah dengan cara menyingkirkan oksigen pada sistem tertutup sehingga Flammability Limit dan Autoignition tidak berlaku, bagaimana caranya? Dengan metode hampa dan gas inert (Nitrogen).
Nitrogen memiliki titik didih pada -195.79 0C, pada kondisi cair nitrogen memilki suhu dibawah - 195.79 0C. Pelepasan gas nitrogen secara cepat kedalam sistem tertutup dapat menggantikan posisi oksigen. Pada kondisi standar, suhu kamar 25 0C, Nitrogen cair akan mendidih dengan sangat cepat, tuangkan nitrogen cair (suhu < - 196 0C) dari tabungnya kedalam wadah logam (yang bersuhu + 25 0C), maka nitrogen cair akan mendidih dengan sangat cepat namun tidak lama, bisa ditambahkan air agar lebih lama mendidihnya, gas inilah yang akan dimanfaatkan untuk menyingkirkan oksigen.
Pada saat kondisi sistem (tertutup) telah dihampakan (vacum), segera isi dengan gas nitrogen, kemudian reaksikan natrium dengan air, akan menghasilkan gas hidrogen dan natrium hidroksida (produk samping), karena berada pada kondisi inert, reaksi autoignition hidrogen bisa dicegah, sekalipun efek eksotermall terus terjadi. Karena berat atom hidrogen = 1, maka hidrogen akan selalu mengisi ruang yang paling atas, difusifitasnya pun sangat cepat, tidak lupa juga hidrogen harus melewati kondensor agar suhunya turun (akibat proses eksotermal), setelah dingin bisa dikumpulkan dan dikompresi lalu hidrogen siap dipanen, sehingga proses ini memungkinkan untuk dilakukan.
Bisa juga untuk menurunkan efek eksotermalnya, sebelum direaksikan natrium dicelupkan dulu ke nitrogen cair ( < - 195.79 0C), baru kemudian direaksikan dengan air, diharapkan efek eksotermalnya sedikit berkurang karena suhu natrium yang berada pada kisaran - 195 0C.
Selain itu produk sampingnya yang berupa NaOH memiliki nilai jual juga, sehingga proses ini sangat menguntungkan.
Resiko Toksik pada Air Botol?
Peneliti geokimia di Jerman mengklaim bahwa botol-botol plastik secara terus menerus melepaskan unsur antimonium (Sb) ke dalam air minum.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Bill Shotyk di University of Heidelberg menguji air-air yang dikemas dalam botol di daerah yang sama di Canada.
Air yang dikemas dalam botol polietilen tereftalat (PET) mengandung hingga 375 ppt antimonium, sedangkan air dalam botol polipropilen mengandung hanya 8,2 ppt antimonium. Tiga bulan kemudian, air dalam botol PET mengandung hingga 626 ppt antimonium. PET dibuat dengan menggunakan katalis antimonium.
Kelompok peneliti Shotyk menguji air tanah yang berasal dari daerah yang sama di Canada, dengan menggunakan alat penganalisis biji es yang sangat sensitif. Kadar antimonium yang mereka temukan sangat rendah (2 ppt). Laporan-laporan terdahulu melaporkan kandungan rata-rata 300 ppt.
"Saya tidak yakin berapa banyak lab di luar sana yang benar-benar bisa mengukur berapa banyak antimonium yang terdapat dalam air tanah, kebanyakan orang memiliki batas deteksi yang jauh di atas nilai alami pada air tanah," kata Shotyk.
Kadar antimonium dalam air botol yang diteliti ini lebih rendah dari kadar pengkontaminasi maksimum yang dianjurkan oleh EPA Amerika Serikat, yakni 6 bagian per juta. Shotyk lebih khawatir bahwa antimonium terus menerus terlepas ke dalam air dalam kemasan botol. "Yang ingin saya tunjukkan bukan bahwa air-air botol ini terkontaminasi oleh antimonium," kata dia, "tetapi hal yang penting adalah bahwa antimonium secara terus menerus dilepaskan dari botol ke dalam air".
David Coggan, seorang ahli epidemiologi dari unit epidemiologi lingkungan MRC di Southampton, Inggris, menunjukkan sikap yang berhati-hati dalam menanggapi temuan ini. Hasil yang ditunjukkan oleh Shotyk masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut sebelum implikasi kesehatannya bisa dibahas, kata dia, sebagian karena masih sedikit yang diketahui tentang toksisitas antimonium. "Penting untuk memikirkan tentang rentang dosis berapa yang akan didapatkan oleh orang yang meminum air tersebut," kata Coggan. Meski demikian, Shotyk yang menemukan temuan ini tidak lagi meminum air yang dikemas dalam botol-botol PET.
Air Berperan Sebagai Katalis Dalam Proses Peledakan
water
Bahan mentah yang paling berlimpah di bumi telah diketahui dapat memperlihatkan sebagai bahan kimia yang tidak semestinya ketika diletakkan pada kondisi yang sangat ekstrim.
Baru-baru ini, para ilmuwan di Laboratorium Nasional Awrence Livermore telah memperlihatkan sesuatu hasil penelitian yang menarik bahwa air, jika diletakkan pada pada suhu kamar panas, berperan sebagai katalisasi complex dalam reaksi bahan peledak yang tak terbayangkan sebelumnya. Sebelumnya katalis hanya dapat berupa platinum dan enzim tapi untuk air sangat jarang sekali.
Letusan berasal dari bahan peledak yang terbuat dari oksigen dan hydrogen yang dapat memproduksi air pada suhu 1000 derajat dan bertekanan lebih dari 100,000 atm.
Dengan menggunakan prinsip terdahulu dari stimulasi atomistic peledakan bahan bakar tingkat tinggi PETN (penta erythritol tetranitrate) tim ilmuwan ini telah menemukan hal tersebut di air, ketika atom hydrogen bekerja sebagai reduktor dan hydrogen sebagai oksidator, atom-atom ini bertindak sebagai kelompok dinamik yang membawa oksigen selama reaksi berlangsung.
Dalam simulasi molekul dinamik dengan menggunakan Blue Gene super komputer Laboratorium , Wu dan Larry Fried, Lin Ynag, Nir Goldman dan Sorin Bastea telah menemukan atom hydrogen (H) dan hidroksida (OH) di air yang membawa oksigen dari gudang nitrogen menuju bahan bakar karbon (dengan suhu bertemperatur antara 3000-4200 Kelvin). Pada kondisi seperti itu, air bekerja sebagai produk akhir dan katalis kimia yang sangat penting.
Untuk molekul berkekuatan bahan peledak tinggi yang terbuat dari karbon, nitrogen, oksigen dan hydrogen seperti PETN, 3 produk utama gas nya adalah air, karbon dioksida dan molekul nitrogen.
Tim ilmuwan ini telah menemukan bahwa nitrogen kehilangan oksigen lebih banyak daripada hydrogen dan karbon walaupun konsentrasi air telah mencapai keseimbangan.
” Air merupakan bagian dari energi. Mekanisme katalis secara keseluruhan berbeda dengan komposisi sebelumnya yang hanya sebagai produk akhir ” kata Wu. Penemuan terbaru ini bermaksud agar para ilmuwan mempelajari keadaan yang terjadi di planet Uranus dan Neptunus. Dimana airnya yang mempunyai bentuk yang luar biasa.
Material Kaca Berkarakter Ganda : Cermin dan Transparan
kaca-transparan
Pada tahun 1996, sekelompok peneliti di Belanda menemukan sejenis material yang dapat di ubah-ubah dari keadaan transparan ke reflektif (cermin) dan atau sebaliknya dengan mengekspos material termaksud dalam gas hidrogen. Peneliti menemukan bahwa film tipis dari metal yang dinamakan yttrium dan lanthanum , dengan bantuan hidrogen, kemudian membentuk senyawa hidrida metalik yang bersifat mengkilap. Jika ditambah lebih banyak lagi hidrogen ia menjadi transparan. Transformasi dari transparan ke reflektif (cermin) dapat dilakukan dengan memompa hidrogen diatas film pada tekanan yang berbeda.
Agar perubahan dari kaca transparan ke cermin dapat dilakukan dengan baik maka peralatannya perlu dioperasikan secara elektris, dan komponen materialnya harus berbentuk benda padat.
Rob Armitage dan rekan-rekannya dari the Lawrence Berkeley National Laboratory, di California, AS menjelaskan cara kerja alat yang dioperasikan dengan tombol . Cermin terdiri dari enam lapisan yang kompleks dan tersimpan pada gelas atau kaca. Lapisan tersebut merupakan logam campuran magnesium dan gadolinium, yang yang dapat bersifat reflektif apabila mengandung sedikit atau tanpa hidrogen tetapi akan menjadi transparan dengan kandungan hidrogen yang tinggi.
Atom hidrogen yang mempengaruhi fase transisi atau fase pergantian dari transparan ke cermin tersebut diatas disimpan dalam lapisan tungsten trioxide yang memiliki muatan positif . Jika lapisan magnesium-gadolinium diberi muatan relatif negatif; terhadap film tungsten trioxide, hidrogen didorong kedalam logam campuran, dan akan menjadi terang. Pada waktu yang bersamaan tungsten trioxide , yang berwarna biru, pudar warnanya ketika hidrogen terbuang. Diantara dua lapisan terdapat ; film tipis palladium yang dapat ditembus oleh hidrogen dan dapat membantu mentransformasikan atom hidrogen bermuatan positif kedalam salah status yang netral , sehingga dapat dikombinasikan dengan logam campuran pada saat membentuk senyawa hidrida. Pada saat voltase atau tegangan berbalik, hidrogen kembali ke lapisan tungsten trioxide, dan logam campuran berubah menjadi cermin kembali.
Para peneliti mengatakan bahwa cermin benda padat yang diuraikan tersebut diatas dapat stabil dalam keadaan transparan untuk beberapa jam. Secara prinsip film logam campuran dapat berubah dari transparan ke cermin hanya dalam beberapa menit saja sehingga cukup prospektif untuk diterapkan.
Cermin dengan tombol listrik serupa di atas mungkin akan berguna bagi teknologi komunikasi optik. Sebagai contoh, pancaran cahaya yang memuat informasi data tertulis dalam pulsa optikal mungkin dapat disalurkan atau dialirkan kembali dari satu serat optik ke serat yang lainnya dengan mentransformasikan kaca jendela transparan ke kaca jendela yang dapat bersifat reflektif serupa cermin.
Merubah batuan besi menjadi bahan anti kanker
Ada banyak bahan kimia yang sedang dikembangkan oleh para peneliti saat ini karena prospeknya untuk di gunakan sebagai zat anti kanker. Fokus terbesar adalah penelitian terhadap senyawa-senyawa dari tumbuhan baik darat maupun tumbuhan laut yang bersifat aktif terhadap sel kanker. Senyawa-senyawa ini pada umunya merupakan turunan flavanoid. Sayangnya, untuk menemukan senyawa aktif tersebut dibutuhkan waktu yang agak lama karena harus diekstrak dari berbagai sumber, dikarakterisasi, diuji aktivitasnya kemudian baru disintesis untuk memperbanyak jumlahnya.
Pada dua dekade belakangan, ahli Biomaterial mulai mempelajari material-material anorganik untuk diaplikasikan sebagai anti kanker. Magnetit (Fe3O4) adalah senyawa yang paling menjanjikan untuk bidang ini. Magnetit merupakan salah satu jenis oksida besi yang paling umum dikenal dan terdapat cukup banyak di alam. Sesuai namanya, senyawa ini bersifat magnet (magnet alam pertama yang ditemukan manusia). Strukturnya sangat unik yaitu spinel terbalik karena sebenarnya senyawa ini merupakan gabungan dari dua oksida besi yaitu FeO dan Fe2O3
yang dihubungkan oleh jembatan oksigen. Struktur seperti ini menghasilkan resultan momen magnet yang nyata serta kemampuan untuk transfer elektron ke ion tetangga secara simultan.
Struktur kristal magnetit dan salah satu foto SEM partikel magnetit
Agar magnetit tepat sasaran saat menyerang sel kanker, biasanya zat ini dimasukkan ke dalam tubuh bersama-sama dengan obat-obatan tertentu. Setelah magnetit diserap oleh sel kanker, maka tubuh pasien diberi medan magnet seragam dari luar dalam rentangan frekuensi yang tidak membahayakan (noninvasive). Momen magnet dari magnetit nanokristal dalam tubuh akan menjadi searah mengikuti arah momen medan luar sampai pada suatu titik dimana dia tidak lagi terpengaruh (kejenuhan magnetisasi). Ketika medan luar dihilangkan pada kondisi ini, momen magnet magnetit akan kembali secara perlahan-lahan ke kondisi awalnya. Peristiwa ini disebut relaksasi magnetik dan selalu menghasilkan panas sebagai akibat perubahan energi. Panas yang dihasilkan dalam sel kanker tersebut tidak berbahaya bagi manusia tapi sangat mematikan bagi sel kanker karena dia terkena secara langsung sehingga menyebabkan kematian sel kanker tersebut (sel kanker mati pada suhu 43°C).
Banyak metoda telah dikembangkan untuk mensintesis magnetit agar memiliki struktur nanokristal. Ini merupakan syarat utama agar bisa digunakan sebagai bahan anti kanker karena jika magnetit memiliki struktur nanokristal dia akan memperlihatkan sifat superparamagentik serta mudah diserap ke dalam sel. Metoda tersebut antara lain dekomposisi kimia, transfer fasa , sonolisis, dan hidrotermal. Sayangnya semua metoda yang ada masih menggunakan prekursor berupa bahan kimia murni yang harganya relatif mahal dan seringkali memerlukan atmosfir nitrogen dalam prosesnya.
Baru-baru ini saya dibawah bimbingan Dr. Syukri Arief, M.Eng berhasil mensintesis magnetit nanokristal secara langsung dari batuan besi yang banyak terdapat di Sumatera Barat tanpa memerlukan atmosfer inert. Batuan besi tersebut diproses secara hidrotermal sederhana sampai menghasilkan magnetit dengan kekristalan yang tinggi dan bersifat superparamagnetik. Idenya berawal dari usaha untuk meningkatkan nilai ekonomis batuan besi di beberapa kabupaten yang ada di sumatera barat. Selama ini batuan besi ditambang oleh perusahaan swasta untuk kemudian dijual mentah dengan harga murah ke Cina dan India. Tidak jarang kedua negara tersebut menjual kembali hasil olahan batuan tersebut berupa besi baja ke negara kita dengan harga yang lebih tinggi. Dengan adanya penelitian ini diharapkan usaha-usaha untuk pemanfaatan sumber daya tambang yang ada di Sumatera Barat akan lebih banyak lagi.
Daftar kepustakaan:
1.
Yan, Aiguo;Liu, Xiaohe;Qiu Ghuanzhou;Wu, Hongyi;Yi, Ran;Zhang, Ning;Xu,Jing, Solvothermal synthesis and characterization of size-controlled Fe3O4 nanoparticles. Journal of Alloy and Compounds. (2007). In Press.
2.
Gary Wulfsberg, Inorganic Chemistry, 2000, University Science Books, 691.
3.
Xinchao Wei and Roger C. Viadero Jr, Synthesis of magnetite nanoparticles with ferric ion recovered from acid mine drainage: Impllications for environmental engineering, Journal of Colloids and Surfaces A: Physicochem. Eng. Aspects, 2007, 294 : 280-286.
4.
Zhu,Hongliang;Yang,Deren;Luming,Zhu, Hydrothermal growth and characterization of magnetite (Fe3O4) thin films, Journal of Surface and Coatings Thecnology, 2007, 201 : 5870-5874.
Beberapa fakta seputar kaca
Kaca adalah salah satu produk industri kimia yang paling akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Tetapi seberapa banyakkah yang kita ketahui tentang senyawa unik ini? Inilah beberapa fakta tentang kaca.
Dipandang dari segi fisika kaca merupakan zat cair yang sangat dingin. Disebut demikian karena struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia sendiri berwujud padat. Ini terjadi akibat proses pendinginan (cooling) yang sangat cepat, sehingga partikel-partikel silika tidak “sempat” menyusun diri secara teratur. Dari segi kimia, kaca adalah gabungan dari berbagai oksida anorganik yang tidak mudah menguap , yang dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali dan alkali tanah, pasir serta berbagai penyusun lainnya. Kaca memiliki sifat-sifat yang khas dibanding dengan golongan keramik lainnya. Kekhasan sifat-sifat kaca ini terutama dipengaruhi oleh keunikan silika (SiO2) dan proses pembentukannya.
Beberapa sifat-sifat kaca secara umum adalah:
* Padatan amorf (short range order).
* Berwujud padat tapi susunan atom-atomnya seperti pada zat cair.
* Tidak memiliki titik lebur yang pasti (ada range tertentu)
* Mempunyai viskositas cukup tinggi (lebih besar dari 1012 Pa.s)
* Transparan, tahan terhadap serangan kimia, kecuali hidrogen fluorida. Karena itulah kaca banyak dipakai untuk peralatan laboratorium.
* Efektif sebagai isolator.
* Mampu menahan vakum tetapi rapuh terhadap benturan.
Sebagaimana bahan-bahan yang sangat banyak digunakan dalam peradaban modern, riwayat penemuan kaca tidaklah jelas sama sekali. Salah satu rujukan yang paling tua mengenai bahan ini dibuat oleh Pliny, yang menceritakan bagaimana pedagang-pedangang phoenisia purba menemukan kaca tatkala memasak makanan. Periuk yang digunakannya secara tidak sengaja diletakkan di atas massa trona di suatu pantai. Penyatuan yang terjadi antara pasir dan alkali menarik perhatian dan orang Mesir telah berusaha menirunya. Sejak tahun 6000 atau 5000 sebelum Masehi, orang mesir telah membuat permata tiruan dari kaca dengan ketrampilan yang halus dan keindahan yang mengesankan. Kaca jendela sudah mulai disebut-sebut sejak tahun 290. Silinder kaca jendela tiup ditemukan oleh para pendeta pada abad kedua belas. Dalam abad tengah, Venesia memegang monopoli sebagai pusat industi kaca. Di jerman dan inggris, kaca baru mulai dibuat pada abad ke-16. Secara keseluruhan sebelum tahun 1900, industri ini merupakan seni yang dilengkapi oleh rumus-rumus rahasia yang dijaga ketat. Proses pembuatannya-pun bersifat empiris dan hanya berdasarkan pada pengalaman.
Pada tahun 1914, di Belgia dikembangkan proses Fourcault untuk menarik kaca plat secara kontiniu. Selama 50 tahun berikutnya para ilmuwan dan insinyur telah berhasil menciptakan berbagai modifiklasi terhadap proses penarikan kaca dengan tujuan untuk memperkecil distorsi optik kaca lembaran (kaca jendela) dan menurunkan biaya pembuatan.
Reaksi yang terjadi dalam pembuatan kaca secara ringkas adalah sebagai berikut:
Na2CO3 + aSiO2 ? Na2O.aSiO2 + CO2
CaCO3 + bSiO2 ? CaO.bSiO2 + CO2
Na2SO4 + cSiO2 + C ? Na2O.cSiO2 + SO2 + SO2 + CO
Walaupun saat ini terdapat ribuan macam formulasi kaca yang dikembangkan dalam 30 tahun terakhir ini namun gamping, silika dan soda masih merupakan bahan baku dari 90 persen kaca yang diproduksi di dunia.
Kuarsa (SiO2), salah satu bentuk polimorfi silika
Secara umum, kaca komersial dapat dikelompokkan menjadi beberapa golongan:
1. Silika lebur. Silika lebur atau silika vitreo dibuat melalui pirolisis silikon tetraklorida pada suhu tinggi, atau dari peleburan kuarsa atau pasir murni. Secara salah kaprah, kaca ini sering disebut kaca kuarsa (quartz glass). Kaca ini mempunyai ciri-ciri nilai ekspansi rendah dan titik pelunakan tinggi. Karena itu, kaca ini mempunyai ketahanan termal lebih tinggi daripada kaca lain. Kaca ini juga sangat transparan terhadap radiasi ultraviolet. Kaca jenis inilah yang sering digunakan sebagai kuvet untuk spektrometer UV-Visible yang harganya sekitar dua jutaan per kuvet.
2. Alkali silikat. Alkali silikat adalah satu-satunya kaca dua komponen yang secara komersial, penting. Untuk membuatnya, pasir dan soda dilebur bersama-sama, dan hasilnya disebut Natrium silikat. Larutan silikat soda juga dikenal sebagai kaca larut air (water soluble glass) banyak dipakai sebagai adhesif dalam pembuatan kotak-kotak karton gelombang serta memberi sifat tahan api.
3. Kaca soda gamping. Kaca soda gamping (soda-lime glass) merupakan 95 persen dari semua kaca yang dihasilkan. Kaca ini digunakan untuk membuat segala macam bejana, kaca lembaran, jendela mobil dan barang pecah belah.
4. Kaca timbal. Dengan menggunakan oksida timbal sebagai pengganti kalsium dalam campuran kaca cair, didapatlah kaca timbal (lead glass). Kaca ini sangat penting dalam bidang optik, karena mempunyai indeks refraksi dan dispersi yang tinggi. Kandungan timbalnya bisa mencapai 82% (densitas 8,0, indeks bias 2,2). Kandungan timbal inilah yang memberikan kecemerlangan pada “kaca potong” (cut glass). Kaca ini juga digunakan dalam jumlah besar untuk membuat bola lampu, lampu reklame neon, radiotron, terutama karena kaca ini mempunyai tahanan (resistance) listrik tinggi. Kaca ini juga cocok dipakai sebagai perisai radiasi nuklir.
5. Kaca borosilikat. Kaca borosilikat biasanya mengandung 10 sampai 20% B2O3, 80% sampai 87% silika, dan kurang dari 10% Na2O. Kaca jenis ini mempunyai koefisien ekspansi termal rendah, lebih tahan terhadap kejutan dan mempunyai stabilitas kimia tinggi, serta tahanan listrik tinggi. Perabot laboratorium yang dibuat dari kaca ini dikenal dengan nama dagang pyrex. Kaca borosilikat juga digunakan sebagai isolator tegangan tinggi, pipa lensa teleskop seperti misalnya lensa 500 cm di Mt. Palomer (AS).
6. Kaca khusus. Kaca berwarna , bersalut, opal, translusen, kaca keselamatan,fitokrom, kaca optik dan kaca keramik semuanya termasuk kaca khusus. Komposisinya berbeda-beda tergantung pada produk akhir yang diinginkan.
7. Serat kaca (fiber glass). Serat kaca dibuat dari komposisi kaca khusus, yang tahan terhadap kondisi cuaca. Kaca ini biasanya mempunyai kandungan silika sekitar 55%, dan alkali lebih rendah.
DAFTAR PUSTAKA :
Barsounan, Michael. 1997. FUNDAMENTALS OF CERAMIC. The Mc-Graw Hill inc. Singapore.
Austin, Goerge T. 1984. SHEREVE’S CHEMICAL PROCESS INDUSTRIES.The Mc-Graw Hill inc.
Belerang: Superkonduktor yang diharapkan
Unsur belerang dapat ditemukan dalam beberapa bentuk allotropi, dua diantaranya adalah monoklinik dan rhombik belerang seperti gambar yang tertera di bawah ini.
Kanan : Rhombik belerang ; Kiri : Monoklinik Belerang
Kedua-duanya baik monoklinik dan rhombik belerang terbentuk dari delapan atom belerang yang membentuk molekul siklik.
Molekul siklik dari belerang padat (S8)
Rupa dari sulfur pada suhu dan tekanan biasa memiliki sifat isulator arus listrik. Walaupun, penelitian belerang pada tekanan tinggi menunjukkan bukti terjadinya transisi ke struktur berbeda yang merupakan fase logam (superkonduktivitas sering dikaitkan dengan perubahan struktur dari satu struktur kristal logam ke struktur logam lainnya, dimana struktur yang kedua menyimpang dari struktur sebelumnya). Elektromagnet khusus yang didasari oleh superkonduktif material digunakan secara luas di ilmu kedokteran untuk magnetik resonance imaging (MRI). Secara umum, superkonduktif material hanya menunjukkan sifat ini pada temperatur yang sangat rendah, lebih rendah daripada temperature hidrogen cair (20K).
Sifat dari belerang ini sangatlah penting karena fase logamnya memiliki suhu kritis yang sangat tinggi yang melampaui superkonduktivitas dari unsur-unsur benda padat lainnya yang telah diteliti. Lebih lanjut, suhu kritis ini meningkat dengan bertambahnya tekanan, merupakan sifat yang luarbiasa. Sebagai contoh, selenium dan telurium, yang merupakan satu golongan dengan belerang, menunjukkan sifat yang berbeda. Belum ada yang tahu bagaimana menjelaskan fenomena tersebut. Makna dari hasil penelitian tersebut adalah bahwa belerang membuka kesempatan untuk pengembanhan dari percobaan teori superkonduktivitas. Para peneliti sedang merencanakan untuk meningkatkan tekanan guna mempelajari sifat yang luarbiasa ini. [SS]
Raksa atau Merkuri, Bahaya dan Penanganannya
Berita di Kompas, 5 September 2002 kemarin menyatakan, sebagian besar sungai di Kalimantan Selatan (Kalsel), baik yang besar maupun yang kecil, terutama di tiga kabupaten/kota, yakni Tanah Laut, Kota Baru, dan Banjar, kini tercemar air raksa. Cemaran ini akibat kegiatan para penambang emas, baik oleh perorangan maupun perusahaan, yang diduga ilegal. Yang juga memprihatinkan, konsumen bisa dengan mudah membeli air raksa. Bahkan, dalam beberapa jam saja empat sampai lima ton air raksa habis diborong konsumen.
Tulisan singkat ini memaparkan air raksa bahaya-bahayanya dan batas-batas standar yang ditetapkan oleh badan-badan kesehatan dan lingkungan dunia atau Amerika. Apakah raksa itu? Air raksa adalah logam yang ada secara alami, satu-satunya logam yang pada suhu kamar berwujud cair. Logam murninya berwarna keperakan, cairan tak berbau, mengkilap. Bila dipanaskan sampai suhu 357 oC air raksa akan menguap. Selain untuk kegiatan penambangan emas, logam merkuri digunakan dalam produksi gas khlor dan soda kaustik, termometer, tambal gigi, dan baterai.
Air raksa, sering disebut merkuri, dapat berada dalam berbagai senyawa. Bila bergabung dengan khlor, belerang atau oksigen merkuri akan membentuk garam yang biasanya berwujud padatan putih. Garam merkuri sering digunakan dalam krim pemutih dan krim antiseptik. Merkuri anorganik (logam dan garam merkuri) terdapat di udara dari deposit mineral, dan dari area industri. Merkuri yang ada di air dan tanah terutama berasal dari deposit alam, buangan limbah, dan aktivitas volkanik.
Merkuri dapat pula bersenyawa dengan karbon membentuk senyawa organo merkuri. Senyawa organomerkuri yang paling umum adalah metil merkuri, yang terutama dihasilkan oleh mikroorganisme (bakteri) di air dan tanah. Karena bakteri itu kemudian terikut (termakan) oleh ikan, maka di ikan cenderung konsentrasi merkurinya akan tinggi. Nah, dari buangan di sungai Kalimantan ini dapat saja dalam waktu beberapa tahun kemudian akan terakumulasi di ikan, kemudian dampaknya akan ada pada generasi berikutnya. Ingat kasus Minamata di Jepang.
Bagaimana orang dapat terkontaminasi merkuri? Ada beberapa cara: memakan ikan atau hewan air lainnya yang telah terkontaminasi metilmerkuri; terkontaminasi karena lepasnya merkuri dari penambal gigi (banyak pihak mengganggap kasus yang sangat jarang), menghirup udara yang mengandung merkuri dari tumpahan, atau limbah industri (orang-orang pekerja tambang yang tersebut dalam berita Kompas itu, penulis rasa rawan terhadap kontaminasi ini).
Efek merkuri pada kesehatan terutama berkaitan dengan sistem syaraf, yang sangat sensitif pada semua bentuk merkuri. Metilmerkuri dan uap merkuri logam lebih berbahaya dari bentuk-bentuk merkuri yang lain, sebab merkuri dalam kedua bentuk tersebut dapat lebih banyak mencapai otak. Pemaparan kadar tinggi merkuri, baik yang berbentuk logam, garam, maupunmetilmerkuri dapat merusak secara permanen otak, ginjal, maupun janin.
Pengaruhnya pada fungsi otak dapat mengakibatkan tremor, pengurangan pendengaran atau penglihatan dan pengurangan daya ingat. Pemaparan dalam waktu singkat pada kadar merkuri yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan paru-paru, muntah-muntah, peningkatan tekanan darah atau denyut jantung, kerusakan kulit, dan iritasi mata. Badan lingkungan di Amerika (EPA) menentukan bahwa merkuri klorida dan metilmerkuri adalah bahan karsiogenik.
Anak-anak lebih rentan daripada orang dewasa terhadap merkuri. Merkuri di ibu yang mengandung dapat mengalir ke janin yang sedang dikandungnya dan terakumulasi di sana. Juga dapat mengalir ke anak lewat susu ibu. Akibatnya, pada anak dapat berupa kerusakan otak, retardasi mental, buta, dan bisu. Bahkan, masalah pada pencernaan dan ginjal juga dapat terjadi.
Oleh karena itu, merkuri harus ditangani dengan hati-hati, dijauhkan dari anak-anak dan wanita yang sedang hamil. Standard yang ditetapkan badan-badan internasional untuk merkuri adalah sebagai berikut: di air minum 2 ppb (2 gr dalam 1.000.000.000 (satu milyar gr air atau kira-kira satu juta liter)). Di makanan laut 1 ppm (1 gram tiap 1 juta gram) atau satu gram dalam 10 ton makanan. Di udara 0,1 mg (miligram) metilmerkuri setiap 1 m3, 0,05 mg/m3 logam merkuri untuk orang-orang yang bekerja 40 jam seminggu (8 jam sehari). Nah, penulis mengira di Kalimantan, kalau benar peredarannya begitu bebas dan saya takut juga ditangani tidak semestinya batas-batas di atas pasti terlampaui.
Bisakah dites apakah para pekerja terkontaminasi merkuri? berdasarkan catatan sampel darah dan urin dari sesorang dapat digunakan untuk mengetahui hal ini. Kadang diambil juga sampel rambut untuk diketahui kadar merkurinya pula.
Mudah-mudahan pihak pemerintah daerah di Kalimantan segera turun tangan untuk mencegah bahaya yang lebih besar, yang saya yakin akan terjadi untuk semua lapisan dan akan melibatkan jumlah yang besar.
Teknologi Baru Pengolahan Air Membersihkan Air dengan Katalis
Baru-baru ini, Tim peneliti dari Hitachi mengumumkan bahwa mereka berhasil menemukan teknologi baru dalam pengolahan air. Mereka telah berhasil mengembangkan
teknologi katalis untuk menguraikan zat organik yang terkandung dalam air. Katalis yang digunakan adalah katalis yang aktif setelah dikenai sinar ultraviolet. Dikatakan bahwa lebih dari 90 persen zat organik termasuk Dioksin bisa diuraikan dengan cara ini.
Kelebihan teknologi ini dibandingkan dengan teknologi yang ada selama ini adalah cukup menggunakan katalis tanpa menggunakan zat tambahan. Beaya proses ini jauh
lebih murah dibandingkan dengan teknologi yang ada saat ini, misalnya dibandingkan dengan menggunakan membran. Di samping itu, proses penguraian zat organik dengan teknologi ini memerlukan waktu yang relatif singkat.
Kelemahan dari teknologi ini adalah ambang konsentrasi polutan yang masih relatif kecil, dibawah 100 ppm. Sehingga, untuk air limbah yang memiliki tingkat konsentrasi zat organik sangat tinggi diperlukan proses pendahuluan untuk menurunkan kandungan zat organiknya.
Katalis adalah zat yang bisa mempercepat atau memacu terjadinya suatu reaksi. Dalam hal ini adalah reaksi penguraian zat organik. Untuk proses pengolahan air ini, katalis yang dipakai adalah Titan Oksida. Titan Oksida menjadi oksidator kuat setelah disinari sinar ultraviolet. Titan Oksida yang telah aktif tersebut akan mengoksidasi zat-zat organik ada.
Alat pembersih air yang dirancang oleh Hitachi memiliki bentuk yang sederhana. Yaitu berupa reaktor berbentuk silinder dengan sumber sinar ultraviolet pada bagian tengahnya. Sedangkan katalis ditempelkan pada dinding dalam silinder dengan zat perekat. Air limbah cukup dilewatkan pada reaktor silinder tersebut dan zat organik yang terkandung di dalamnya akan diuraikan oleh katalis yang di dinding silinder.
Saat ini, Indonesia sedang menghadapi masalah serius tentang air bersih. Kelihatannya kita bisa menaruh harapan pada pengembangan teknologi ini.
Diposkan oleh Sudarmono di 08:47
0 komentar:
Poskan Komentar
Posting Lama Beranda
Langgan: Poskan Komentar (Atom)
Daftar Isi
* ▼ 2009 (2)
o ▼ Juni (2)
+ Kimia Anorganik Kehidupan
+ Kimia Anorganik Unsur dan Senyawa
Mengenai Pengarang
Foto Saya
Sudarmono
Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
Assalamu'alaikum. Ismii Sudarmono min Bandar Lampung yaitu fi Universitas Lampung, tepatnya Jurusan Kimia FMIPA.
Lihat profil lengkapku
Artikel Kimia Anorganik by Sudarmono
Selasa, 23 Juni 2009
Kimia Anorganik Kehidupan
Fakta tentang Zeolit
zeolite
Zeolit merupakan senyawa aluminosilikat terhidrasi yang memiliki kerangka struktur tiga dimensi (3D), mikroporous, dan merupakan padatan kristalin dengan kandungan utama silikon, aluminium, dan oksigen serta mengikat sejumlah tertentu molekul air di dalam porinya.
Penemuan zeolit di dunia dimulai dengan ditemukannya Stilbit pada tahun 1756 oleh seorang ilmuwan bernama A. F. Constedt. Constedt menggambarkan kekhasan mineral ini ketika berada dalam pemanasan terlihat seperti mendidih karena molekulnya kehilangan air dengan sangat cepat. Sesuai dengan sifatnya tersebut maka mineral ini diberi nama zeolit yang berasal dari kata ‘zein’ yang berarti mendidih dan ‘lithos’ yang berarti batuan.
Pada tahun 1784, Barthelemy Faujas de Saint seorang profesor geologi Perancis menemukan sebuah formulasi yang cantik hasil penelitiannya tentang zeolit yang dipublikasikan dalam bukunya “Mineralogie des Volcans”. Akhirnya berkat jasanya, pada tahun 1842 zeolit baru tersebut dinamai Faujasit.
faujas-de-saint
Gambar 1. Faujas de Saint dan Faujasit
Zeolit telah dipelajari oleh para ahli mineral selama lebih dari 250 tahun. Berikut ini diberikan tahun ditemukannya mineral zeolit :
tabel-penemuan-zeolit
Semenjak awal tahun 1940-an, ilmuwan Union Carbide telah memulai penelitiannya untuk mensintesis zeolit dan mereka berhasil mensintesis zeolit A dan X murni pada tahun 1950, dan setelah itu banyak ditemukan zeolit sintesis jenis baru.
Bila ditinjau dari sisi struktur, zeolit merupakan senyawa aluminosilikat dengan klasifikasi sebagai berikut :
1. [AlO4]- dan [SiO4]- saling berhubungan pada sudut-sudut tetrahedralnya membentuk Al, Si framework 3D yang berpori.
2. Muatan pada framework dinetralkan dengan mengikat kation-kation monovalen atau divalen di dalam porinya.
3. Memiliki kemampuan sebagai penukar kation.
4. Mengikat molekul air di dalam pori-porinya.
cage
Gambar 2. Kerangka Zeolit
Karena sifat unik dari zeolit, maka zeolit banyak digunakan untuk berbagai aplikasi di industri diantaranya zeolit digunakan di industri minyak bumi sebagai ‘cracking’, di industri deterjen sebagai penukar ion, pelunak air sadah dan di industri pemurnian air, serta berbagai aplikasi lain.
Referensi
1. Curracao, Antonio., Understanding Zeolit Framework, Department of chemistry and Biochemistry, University of Bern
2. www.lenntech.com/zeolite-structure
3. Bell, R. G., What Are Zeolite?, United Kingdom, 2001
4. www.kopo.mpg.de/kopo/institut/arbeitsbereiche/scmith/research-e.htm
Air, si Cantik Yang Tersia-sia
air
Baru-baru ini Indonesia mengalami rentetan bencana yang berkaitan dengan air, mulai dari banjir hingga yang terakhir adalah kekeringan. Sebenarnya istilah bencana kekeringan tidak tepat juga karena kenyataannya negara kepulauan kita dikelilingi oleh air, namun tepat adanya jika kita menyebut krisis air bersih. tentu saja terjadi krisis air terutama di pulau Jawa yang berpenduduk padat dan memiliki lokasi industri demikian banyak oleh karena masih sedikit kepedulian kita terhadap zat yang cantik dan vital tersebut. Bahkan lahan tempat sumber-sumber airpun dijarah atas nama pembangunan sehingga pembangunan berwawasan lingkungan hanya tinggal menjadi istilah yang hebat namun hampa.
Bukan Sembarang Cairan
Kita yang awam mengenal air sebagai kebutuhan paling pokok, bahkan tampaknya lebih pokok daripada kebutuhan primer apapun. siapapun tak akan dapat bertahan tanpa air. sehari-hari kita berinteraksi dengan air namun alangkah miskinnya pengetahuan kita tentang air membuat kita kurang menghargainya lebih dari sekedar barang yang cair dan penting. Tak kenal maka tak sayang, maka mari kita berkenalan sedikit lebih intim dengan “water, the beautiful thing” agar semakin tumbuh kecintaan kita terhadapnya sehingga kita bisa lebih menghargainya.
Melihat air yang jernih bagaikan melihat permata berlian yang berkilauan. Sesungguhnya air yang cair itu adalah kumpulan trilyunan molekul H2O. Dalam dunia kimia dikenal H sebagai atom hidrogen dan O sebagai atom oksigen. Jadi H2O adalah satu molekul air yang mengandung satu atom oksigen dan 2 atom hidrogen. Padahal kita tahu bahwa pada tekanan atmosfer, oksigen dan hidrogen berwujud gas tapi ketika mereka bersatu saling mengikat janji bisa berubah wujudnya menjadi cair. Berkat kecerdasan kimiawan masa lalu kita dapat melakukan perhitungan begini, dalam 18 gram atau kurang lebih 18 mililiter air terkandung 6,022 x 1023 molekul H2O. Jadi, jika satu milyar adalah 10 maka bilangan tadi bermakna 602,2 ribu milyar milyar dan bilangan tersebut dikenal sebagai konstanta Avogadro. Itu baru 18 mililiter air, bayangkan jika kita meneguk segelas air atau mandi atau bahkan mengisi kolam renang, berapa banyak jumlah molekul air yang telah kita gunakan atau bahkan kita buang !!
Molekul Air yang cantik dan Istimewa
h2oJika kita melihat bentuk molekul air, maka semakin terbukalah rahasia mengapa zat ini demikian istimewa. Sesungguhnya jika gas oksigen dan gas hidrogen bertemu untuk membentuk molekul air, reaksi yang terjadi sangatlah berbahaya karena bisa timbul panas yang tinggi bahkan ledakan karena oksigen adalah gas yang dibutuhkan untuk pembakaran dan hidrogen adalah gas yang mudah terbakar. Tapi untunglah Tuhan telah menyediakan air semenjak penciptaan sehingga kita tidak perlu membuat air dengan ledakan. Kurang lebih dibebaskan energi berupa panas sebesar 242 kilo Joule untuk membuat air sebanyak 18 gram dari 22,4 liter atau 2 gram gas hidrogen dan .11,2 liter atau 16 gram gas oksigen pada suhu 0 derajat Celcius dan tekanan satu atmosfer. Mari kita lihat bentuk molekul air yang berhasil diamati dengan berbagai percobaan dan perhitungan yang rumit.
Bentuk molekul air tersebut dan terutama sifat elektroniknya menjadikan air memiliki sifat fisika dan kimia yang fantastis. Apakah sifat elektronik itu ? Dalam pemahaman kimia dan fisika, semua sifat-sifat atom dan molekul ditentukan oleh perangai dan keadaan elektron yang mengelilingi inti atom. Ternyata alam mengajarkan kita lebih banyak lagi tentang berbagi dan bekerja sama. Ikatan yang terjadi antara dua atom hidrogen dan satu atom oksigen menjadi satu molekul air disebut ikatan kovalen. Yaitu ikatan antar atom yang terjadi karena setiap atom menyumbangkan elektron yang dimiliki untuk saling berpasangan dan digunakan bersama membentuk satu ikatan. Namun, karena oksigen memiliki kelebihan pasangan elektron, maka elektron yang tidak membentuk ikatan tersebut dikatakan sebagai “pasangan elektron bebas“. Adanya elektron bebas yang bersifat sangat negatif menjauhkan kedudukannya dari dua atom hidrogen sehingga ikatan H2O membengkok sebesar 107.5 derajat. Sedangkan keadaan alamiah atom oksigen yang bersifat negatif dan atom hidrogen yang bersifat positif menimbulkan pengkutuban atau perbedaan muatan. Kedua keadaan itulah yang menjadikan molekul air bersifat polar, artinya molekul air memiliki perbedaan muatan yakni negatif pada sisi pasangan elektron bebas dan positif pada sisi atom hidrogen. Kepolaran air bisa berarti segalanya dan amatlah besar faedahnya. Kepolaranlah yang menjadikan air dapat menghantarkan arus listrik. Berkat sifat air yang polar, dia bisa melarutkan berbagai macam zat lain, misalnya darah, protein, vitamin, garam dan lain-lain. Kenyataannya, air merupakan pelarut universal yang paling ramah terhadap lingkungan. Demikian sebaliknya, air terpisah dari minyak dan lemak karena adanya perbedaan kepolaran. Coba bayangkan jika air dan minyak dapat bercampur, betapa susahnya membersihkan tumpahan minyak di laut lepas !!. Walaupun demikian, sering kali sifat air sebagai pelarut universal malah merugikan dirinya sendiri karena dia mudah sekali tercemari oleh beraneka ragam materi kimia maupun biologi sehingga sulit untuk membersihkannya lagi, apalagi ditambah dengan ketidakkepedulian kita untuk menjaga kemurniannya.
Adanya perbedaan muatan menjadikan ikatan antar molekul air sendiri cukup kuat sehingga pada suhu ruangan dia berbentuk cair, dibandingkan dengan bensin yang segera menguap. Aksi tarik menarik antara atom hidrogen di satu molekul air dengan pasangan elektron bebas pada molekul air yang lain disebut ikatan hidrogen dan oleh sebab itu diperlukan suhu 100o Celcius untuk mengubah keadaan cair menjadi uap. Air dikatakan memiliki nilai kalor spesifik yang tinggi, artinya diperlukan energi yang cukup besar untuk menjadikannya mendidih sebaliknya air dapat melepaskan panas perlahan-lahan ke lingkungan. Berkat sifat tersebut iklim di bumi tetap stabil demikian juga tubuh kita memiliki suhu yang konstan karena kurang lebih 70% permukaan bumi dan 60% tubuh mahluk hidup terdiri dari air.
ikatan-hidrogen
Begitu banyak keistimewaan air sehingga manfaatnya pun demikian luas mencakup berbagai aspek seperti kimia, fisika, biologi hingga agama, budaya, seni, bahkan ekonomi dan politik. Jika penelitian terakhir menunjukkan banyak situ-situ di sekitar Jakarta mulai menghilang itu berarti telah terjadi kesalahan dalam pengelolaan lingkungan. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti Jakarta akan benar-benar kehabisan mata air dan harus memproduksi air bersih dengan teknologi yang lebih mahal dan lebih rumit akibat kelalaian kita bersama. Sungguh, air yang cantik dan sangat penting dalam kehidupan kita itu memang materi yang paling melimpah di bumi. Air diciptakan dan dicurahkan bukan berarti untuk disia-siakan, maka sekarang saatnya untuk kita lebih menghargai air sebagai ciptaan Tuhan yang paling indah.
Fosfor Putih pada Penyerangan Israel ke Gaza
perang
Penyerangan Israel ke Gaza baru-baru ini, Januari 2009, menambah pelajaran berharga pada kita semua. Seperti pisau, pada suatu saat dan situasi biasa merupakan alat yang bermanfaat (misal: untk menyiapkan makanan bagi keluarga kita) namun pada saat dan situasi yang berbeda bisa menjadi alat yang merusak dan bahkan bisa membunuh. Demikian juga bahan kimia, ditangan Israel fosfor putih yang sebenarnya bermanfaat telah menjadi alat/bahan yang efektif untuk memerangi Palestina.
Mengapa demikian?
Fosfor putih pada dasarnya sangat berguna untuk kehidupan. Dalam industri banyak digunakan untuk memproduksi asam fosfat dan senyawa kimia lain yang berguna pada pembuatan pupuk, bahan tambahan makanan, farmasi, pengolahan air, pakan ternak, senyawa pembersih dan perapuhan logam anti karat. Dalam konsentrasi kecil fosfor putih digunakan pada kembang api. Tetapi karena sifat kimia fisiknya yaitu ketika berada di udara terbuka dengan mudah akan terbakar dan mengeluarkan asap, maka sifat ini kemudian dimanfaatkan oleh militer (misal: Israel dan Amerika) untuk menghalau musuh-musuhnya.
Apakah sebenarnya fosfor putih itu dan bagaimana sifat-sifatnya?
Fosfor adalah unsur nonlogam bersimbol P dengan nomor atom 15 dan berat atom 30,97376. Biasanya digunakan dalam pembuatan asam fosfat, perunggu, suar, teknik perapian, korek api, racun tikus, dll. Alotrop fosfor ada beberapa: fosfor putih (kuning), fosfor merah, dan fosfor hitam yang masing-masing memiliki sifat kimia fisik yang berbeda.
Fosfor putih (white phosphorus) adalah alat pembakar yang memproduksi asap dan suar yang berasal dari allotrop unsur fosfor. Material ini merupakan padatan putih (tak berwarna atau kuning) beracun yang bersifat seperti malam, lembut, berbau seperti bawang putih, meleleh pada 44,5 oC, larut dalam karbon disulfida, tidak larut dalam air dan alkohol. Unsur ini bereaksi secara cepat dengan oksigen sehingga akan terbakar dengan sendirinya di udara. Dikenal juga sebagai fosfor kuning.
Alotrop sendiri adalah keadaan dimana suatu unsur dapat memiliki lebih dari satu bentuk atau struktur yang stabil biasanya pada daerah temperatur yang berbeda, contohnya adalah bentuk kristal yang berbeda dari karbon, grafit, dan intan. Dikenal juga dengan istilah alotriomorfisme, alotropisme.
Apa yang terjadi ketika manusia terpapar dengan fosfor putih?
Meskipun belum ada penelitian yang mendalam tentang efek fosfor putih pada kesehatan manusia, tetapi dari beberapa fakta yang terjadi pada pekerja yang berhubungan dengan unsur ini menunjukkan bahwa jika terpapar dengan fosfor putih dapat menyebabkan terbakar, iritasi,kerusakan hati, ginjal, paru-paru atau tulang, yang terparah adalah kematian.
Badan-badan yang berwenang di Amerika (NIOSH, OSHA, ACGIH) telah menentukan ambang batas paparan di tempat kerja selama 8 jam kerja adalah 0,1 miligram fosfor putih per meter kubik udara (http://www.atsdr.cdc.gov/tfacts103.html).
Jadi bisa dibayangkan apa yang terjadi di Palestina saat ini. Sungguh sangat disayangkan sesuatu yang sesungguhnya bermanfaat menjadi bersifat merusak ketika berada di tangan yang salah.
Satu hal yang harus menjadi bahan pemikiran adalah bahwa penggunaan fosfor putih dalam perang tidak dilarang. Hal ini karena statusnya dalam Konvensi Senjata Kimia; Chemical Weapons Convention (CWC); bahan ini tidak termasuk dalam list senjata kimia. Kalau melihat akibatnya dalam perang itu hal ini patutlah dipertanyakan. Why………………..???
Dekomposisi Hidrogen dari Air Dengan Natrium
elektrolisis
Hidrogen menawarkan keuntungan sebagai sumber energi yang ramah lingkungan dan tanpa polusi. Hidrogen paling banyak diproduksi dari gas alam (48%), dan merupakan elemen paling ringan di dunia (berat atom = 1 g/mol), sehingga kemampuan difusinya sangat tinggi. Bisa juga digunakan sebagai bahan bakar reaktor fusi (masih tahap pengembangan), dan sebagai sumber bahan baku pembuatan HidroCarbon (BBM Sintetis). Salah satu kendala untuk produksi hidrogen adalah sumber gas alam sendiri adalah sumber energi yang tak dapat diperbaharui, cadangannya pun semakin menipis, dan harganya terus naik, apakah ada cara lain untuk mendapatkan hidrogen? Bagaimana mendapatkannya? Banyak caranya, diantaranya dengan elektrolisis air, namun kendalanya adalah biaya yang sangat mahal. Apakah ada cara lainnya… Ada, yaitu dengan Natrium/Sodium.
Natrium banyak tersedia dan melimpah jumlahnya di lautan Bumi sebagai NaCl (garam), Natrium adalah elemen yang sangat reaktif, biaya produksi natrium pada tahun 1997 adalah US$ 0.30/kg - US$0.45/kg, cukup murah. Pada kondisi standar, logam natrium jika direaksikan dengan air akan menghasilkan gas hidrogen dengan reaksi sebagai berikut:
2Na + 2H2O → 2NaOH + H2 …………………………..(1) Eksotermal
2H2 + O2 → 2H2O ……………………………….(2) Autoignition
Reaksi tersebut bersifat eksotermal yang menghasilkan panas, sehingga gas hidrogen secara otomatis terbakar, ini disebabkan karena gas hidrogen mengalami proses autoignition akibat perpindahan panas dari reaksi ke lingkungan. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah mungkin gas hidrogen dari reaksi ini dipanen? Jawabnya mungkin…
Gas Hidrogen memiliki Flammability Limit dengan kisaran volume 4 - 75 % di udara, dan memiliki Autoignition Point pada suhu 585 0C, reaksi pembakaran selalu membutuhkan oksigen, begitu juga dengan Hidrogen, dengan reaksi sebagai berikut:
2H2 + O2 → 2H2O ……………………………….(3)
Proses Autoignition Hidrogen pada reaksi Natrium dengan Air dapat dicegah dengan cara menyingkirkan oksigen pada sistem tertutup sehingga Flammability Limit dan Autoignition tidak berlaku, bagaimana caranya? Dengan metode hampa dan gas inert (Nitrogen).
Nitrogen memiliki titik didih pada -195.79 0C, pada kondisi cair nitrogen memilki suhu dibawah - 195.79 0C. Pelepasan gas nitrogen secara cepat kedalam sistem tertutup dapat menggantikan posisi oksigen. Pada kondisi standar, suhu kamar 25 0C, Nitrogen cair akan mendidih dengan sangat cepat, tuangkan nitrogen cair (suhu < - 196 0C) dari tabungnya kedalam wadah logam (yang bersuhu + 25 0C), maka nitrogen cair akan mendidih dengan sangat cepat namun tidak lama, bisa ditambahkan air agar lebih lama mendidihnya, gas inilah yang akan dimanfaatkan untuk menyingkirkan oksigen.
Pada saat kondisi sistem (tertutup) telah dihampakan (vacum), segera isi dengan gas nitrogen, kemudian reaksikan natrium dengan air, akan menghasilkan gas hidrogen dan natrium hidroksida (produk samping), karena berada pada kondisi inert, reaksi autoignition hidrogen bisa dicegah, sekalipun efek eksotermall terus terjadi. Karena berat atom hidrogen = 1, maka hidrogen akan selalu mengisi ruang yang paling atas, difusifitasnya pun sangat cepat, tidak lupa juga hidrogen harus melewati kondensor agar suhunya turun (akibat proses eksotermal), setelah dingin bisa dikumpulkan dan dikompresi lalu hidrogen siap dipanen, sehingga proses ini memungkinkan untuk dilakukan.
Bisa juga untuk menurunkan efek eksotermalnya, sebelum direaksikan natrium dicelupkan dulu ke nitrogen cair ( < - 195.79 0C), baru kemudian direaksikan dengan air, diharapkan efek eksotermalnya sedikit berkurang karena suhu natrium yang berada pada kisaran - 195 0C.
Selain itu produk sampingnya yang berupa NaOH memiliki nilai jual juga, sehingga proses ini sangat menguntungkan.
Resiko Toksik pada Air Botol?
Peneliti geokimia di Jerman mengklaim bahwa botol-botol plastik secara terus menerus melepaskan unsur antimonium (Sb) ke dalam air minum.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Bill Shotyk di University of Heidelberg menguji air-air yang dikemas dalam botol di daerah yang sama di Canada.
Air yang dikemas dalam botol polietilen tereftalat (PET) mengandung hingga 375 ppt antimonium, sedangkan air dalam botol polipropilen mengandung hanya 8,2 ppt antimonium. Tiga bulan kemudian, air dalam botol PET mengandung hingga 626 ppt antimonium. PET dibuat dengan menggunakan katalis antimonium.
Kelompok peneliti Shotyk menguji air tanah yang berasal dari daerah yang sama di Canada, dengan menggunakan alat penganalisis biji es yang sangat sensitif. Kadar antimonium yang mereka temukan sangat rendah (2 ppt). Laporan-laporan terdahulu melaporkan kandungan rata-rata 300 ppt.
"Saya tidak yakin berapa banyak lab di luar sana yang benar-benar bisa mengukur berapa banyak antimonium yang terdapat dalam air tanah, kebanyakan orang memiliki batas deteksi yang jauh di atas nilai alami pada air tanah," kata Shotyk.
Kadar antimonium dalam air botol yang diteliti ini lebih rendah dari kadar pengkontaminasi maksimum yang dianjurkan oleh EPA Amerika Serikat, yakni 6 bagian per juta. Shotyk lebih khawatir bahwa antimonium terus menerus terlepas ke dalam air dalam kemasan botol. "Yang ingin saya tunjukkan bukan bahwa air-air botol ini terkontaminasi oleh antimonium," kata dia, "tetapi hal yang penting adalah bahwa antimonium secara terus menerus dilepaskan dari botol ke dalam air".
David Coggan, seorang ahli epidemiologi dari unit epidemiologi lingkungan MRC di Southampton, Inggris, menunjukkan sikap yang berhati-hati dalam menanggapi temuan ini. Hasil yang ditunjukkan oleh Shotyk masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut sebelum implikasi kesehatannya bisa dibahas, kata dia, sebagian karena masih sedikit yang diketahui tentang toksisitas antimonium. "Penting untuk memikirkan tentang rentang dosis berapa yang akan didapatkan oleh orang yang meminum air tersebut," kata Coggan. Meski demikian, Shotyk yang menemukan temuan ini tidak lagi meminum air yang dikemas dalam botol-botol PET.
Air Berperan Sebagai Katalis Dalam Proses Peledakan
water
Bahan mentah yang paling berlimpah di bumi telah diketahui dapat memperlihatkan sebagai bahan kimia yang tidak semestinya ketika diletakkan pada kondisi yang sangat ekstrim.
Baru-baru ini, para ilmuwan di Laboratorium Nasional Awrence Livermore telah memperlihatkan sesuatu hasil penelitian yang menarik bahwa air, jika diletakkan pada pada suhu kamar panas, berperan sebagai katalisasi complex dalam reaksi bahan peledak yang tak terbayangkan sebelumnya. Sebelumnya katalis hanya dapat berupa platinum dan enzim tapi untuk air sangat jarang sekali.
Letusan berasal dari bahan peledak yang terbuat dari oksigen dan hydrogen yang dapat memproduksi air pada suhu 1000 derajat dan bertekanan lebih dari 100,000 atm.
Dengan menggunakan prinsip terdahulu dari stimulasi atomistic peledakan bahan bakar tingkat tinggi PETN (penta erythritol tetranitrate) tim ilmuwan ini telah menemukan hal tersebut di air, ketika atom hydrogen bekerja sebagai reduktor dan hydrogen sebagai oksidator, atom-atom ini bertindak sebagai kelompok dinamik yang membawa oksigen selama reaksi berlangsung.
Dalam simulasi molekul dinamik dengan menggunakan Blue Gene super komputer Laboratorium , Wu dan Larry Fried, Lin Ynag, Nir Goldman dan Sorin Bastea telah menemukan atom hydrogen (H) dan hidroksida (OH) di air yang membawa oksigen dari gudang nitrogen menuju bahan bakar karbon (dengan suhu bertemperatur antara 3000-4200 Kelvin). Pada kondisi seperti itu, air bekerja sebagai produk akhir dan katalis kimia yang sangat penting.
Untuk molekul berkekuatan bahan peledak tinggi yang terbuat dari karbon, nitrogen, oksigen dan hydrogen seperti PETN, 3 produk utama gas nya adalah air, karbon dioksida dan molekul nitrogen.
Tim ilmuwan ini telah menemukan bahwa nitrogen kehilangan oksigen lebih banyak daripada hydrogen dan karbon walaupun konsentrasi air telah mencapai keseimbangan.
” Air merupakan bagian dari energi. Mekanisme katalis secara keseluruhan berbeda dengan komposisi sebelumnya yang hanya sebagai produk akhir ” kata Wu. Penemuan terbaru ini bermaksud agar para ilmuwan mempelajari keadaan yang terjadi di planet Uranus dan Neptunus. Dimana airnya yang mempunyai bentuk yang luar biasa.
Material Kaca Berkarakter Ganda : Cermin dan Transparan
kaca-transparan
Pada tahun 1996, sekelompok peneliti di Belanda menemukan sejenis material yang dapat di ubah-ubah dari keadaan transparan ke reflektif (cermin) dan atau sebaliknya dengan mengekspos material termaksud dalam gas hidrogen. Peneliti menemukan bahwa film tipis dari metal yang dinamakan yttrium dan lanthanum , dengan bantuan hidrogen, kemudian membentuk senyawa hidrida metalik yang bersifat mengkilap. Jika ditambah lebih banyak lagi hidrogen ia menjadi transparan. Transformasi dari transparan ke reflektif (cermin) dapat dilakukan dengan memompa hidrogen diatas film pada tekanan yang berbeda.
Agar perubahan dari kaca transparan ke cermin dapat dilakukan dengan baik maka peralatannya perlu dioperasikan secara elektris, dan komponen materialnya harus berbentuk benda padat.
Rob Armitage dan rekan-rekannya dari the Lawrence Berkeley National Laboratory, di California, AS menjelaskan cara kerja alat yang dioperasikan dengan tombol . Cermin terdiri dari enam lapisan yang kompleks dan tersimpan pada gelas atau kaca. Lapisan tersebut merupakan logam campuran magnesium dan gadolinium, yang yang dapat bersifat reflektif apabila mengandung sedikit atau tanpa hidrogen tetapi akan menjadi transparan dengan kandungan hidrogen yang tinggi.
Atom hidrogen yang mempengaruhi fase transisi atau fase pergantian dari transparan ke cermin tersebut diatas disimpan dalam lapisan tungsten trioxide yang memiliki muatan positif . Jika lapisan magnesium-gadolinium diberi muatan relatif negatif; terhadap film tungsten trioxide, hidrogen didorong kedalam logam campuran, dan akan menjadi terang. Pada waktu yang bersamaan tungsten trioxide , yang berwarna biru, pudar warnanya ketika hidrogen terbuang. Diantara dua lapisan terdapat ; film tipis palladium yang dapat ditembus oleh hidrogen dan dapat membantu mentransformasikan atom hidrogen bermuatan positif kedalam salah status yang netral , sehingga dapat dikombinasikan dengan logam campuran pada saat membentuk senyawa hidrida. Pada saat voltase atau tegangan berbalik, hidrogen kembali ke lapisan tungsten trioxide, dan logam campuran berubah menjadi cermin kembali.
Para peneliti mengatakan bahwa cermin benda padat yang diuraikan tersebut diatas dapat stabil dalam keadaan transparan untuk beberapa jam. Secara prinsip film logam campuran dapat berubah dari transparan ke cermin hanya dalam beberapa menit saja sehingga cukup prospektif untuk diterapkan.
Cermin dengan tombol listrik serupa di atas mungkin akan berguna bagi teknologi komunikasi optik. Sebagai contoh, pancaran cahaya yang memuat informasi data tertulis dalam pulsa optikal mungkin dapat disalurkan atau dialirkan kembali dari satu serat optik ke serat yang lainnya dengan mentransformasikan kaca jendela transparan ke kaca jendela yang dapat bersifat reflektif serupa cermin.
Merubah batuan besi menjadi bahan anti kanker
Ada banyak bahan kimia yang sedang dikembangkan oleh para peneliti saat ini karena prospeknya untuk di gunakan sebagai zat anti kanker. Fokus terbesar adalah penelitian terhadap senyawa-senyawa dari tumbuhan baik darat maupun tumbuhan laut yang bersifat aktif terhadap sel kanker. Senyawa-senyawa ini pada umunya merupakan turunan flavanoid. Sayangnya, untuk menemukan senyawa aktif tersebut dibutuhkan waktu yang agak lama karena harus diekstrak dari berbagai sumber, dikarakterisasi, diuji aktivitasnya kemudian baru disintesis untuk memperbanyak jumlahnya.
Pada dua dekade belakangan, ahli Biomaterial mulai mempelajari material-material anorganik untuk diaplikasikan sebagai anti kanker. Magnetit (Fe3O4) adalah senyawa yang paling menjanjikan untuk bidang ini. Magnetit merupakan salah satu jenis oksida besi yang paling umum dikenal dan terdapat cukup banyak di alam. Sesuai namanya, senyawa ini bersifat magnet (magnet alam pertama yang ditemukan manusia). Strukturnya sangat unik yaitu spinel terbalik karena sebenarnya senyawa ini merupakan gabungan dari dua oksida besi yaitu FeO dan Fe2O3
yang dihubungkan oleh jembatan oksigen. Struktur seperti ini menghasilkan resultan momen magnet yang nyata serta kemampuan untuk transfer elektron ke ion tetangga secara simultan.
Struktur kristal magnetit dan salah satu foto SEM partikel magnetit
Agar magnetit tepat sasaran saat menyerang sel kanker, biasanya zat ini dimasukkan ke dalam tubuh bersama-sama dengan obat-obatan tertentu. Setelah magnetit diserap oleh sel kanker, maka tubuh pasien diberi medan magnet seragam dari luar dalam rentangan frekuensi yang tidak membahayakan (noninvasive). Momen magnet dari magnetit nanokristal dalam tubuh akan menjadi searah mengikuti arah momen medan luar sampai pada suatu titik dimana dia tidak lagi terpengaruh (kejenuhan magnetisasi). Ketika medan luar dihilangkan pada kondisi ini, momen magnet magnetit akan kembali secara perlahan-lahan ke kondisi awalnya. Peristiwa ini disebut relaksasi magnetik dan selalu menghasilkan panas sebagai akibat perubahan energi. Panas yang dihasilkan dalam sel kanker tersebut tidak berbahaya bagi manusia tapi sangat mematikan bagi sel kanker karena dia terkena secara langsung sehingga menyebabkan kematian sel kanker tersebut (sel kanker mati pada suhu 43°C).
Banyak metoda telah dikembangkan untuk mensintesis magnetit agar memiliki struktur nanokristal. Ini merupakan syarat utama agar bisa digunakan sebagai bahan anti kanker karena jika magnetit memiliki struktur nanokristal dia akan memperlihatkan sifat superparamagentik serta mudah diserap ke dalam sel. Metoda tersebut antara lain dekomposisi kimia, transfer fasa , sonolisis, dan hidrotermal. Sayangnya semua metoda yang ada masih menggunakan prekursor berupa bahan kimia murni yang harganya relatif mahal dan seringkali memerlukan atmosfir nitrogen dalam prosesnya.
Baru-baru ini saya dibawah bimbingan Dr. Syukri Arief, M.Eng berhasil mensintesis magnetit nanokristal secara langsung dari batuan besi yang banyak terdapat di Sumatera Barat tanpa memerlukan atmosfer inert. Batuan besi tersebut diproses secara hidrotermal sederhana sampai menghasilkan magnetit dengan kekristalan yang tinggi dan bersifat superparamagnetik. Idenya berawal dari usaha untuk meningkatkan nilai ekonomis batuan besi di beberapa kabupaten yang ada di sumatera barat. Selama ini batuan besi ditambang oleh perusahaan swasta untuk kemudian dijual mentah dengan harga murah ke Cina dan India. Tidak jarang kedua negara tersebut menjual kembali hasil olahan batuan tersebut berupa besi baja ke negara kita dengan harga yang lebih tinggi. Dengan adanya penelitian ini diharapkan usaha-usaha untuk pemanfaatan sumber daya tambang yang ada di Sumatera Barat akan lebih banyak lagi.
Daftar kepustakaan:
1.
Yan, Aiguo;Liu, Xiaohe;Qiu Ghuanzhou;Wu, Hongyi;Yi, Ran;Zhang, Ning;Xu,Jing, Solvothermal synthesis and characterization of size-controlled Fe3O4 nanoparticles. Journal of Alloy and Compounds. (2007). In Press.
2.
Gary Wulfsberg, Inorganic Chemistry, 2000, University Science Books, 691.
3.
Xinchao Wei and Roger C. Viadero Jr, Synthesis of magnetite nanoparticles with ferric ion recovered from acid mine drainage: Impllications for environmental engineering, Journal of Colloids and Surfaces A: Physicochem. Eng. Aspects, 2007, 294 : 280-286.
4.
Zhu,Hongliang;Yang,Deren;Luming,Zhu, Hydrothermal growth and characterization of magnetite (Fe3O4) thin films, Journal of Surface and Coatings Thecnology, 2007, 201 : 5870-5874.
Beberapa fakta seputar kaca
Kaca adalah salah satu produk industri kimia yang paling akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Tetapi seberapa banyakkah yang kita ketahui tentang senyawa unik ini? Inilah beberapa fakta tentang kaca.
Dipandang dari segi fisika kaca merupakan zat cair yang sangat dingin. Disebut demikian karena struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia sendiri berwujud padat. Ini terjadi akibat proses pendinginan (cooling) yang sangat cepat, sehingga partikel-partikel silika tidak “sempat” menyusun diri secara teratur. Dari segi kimia, kaca adalah gabungan dari berbagai oksida anorganik yang tidak mudah menguap , yang dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali dan alkali tanah, pasir serta berbagai penyusun lainnya. Kaca memiliki sifat-sifat yang khas dibanding dengan golongan keramik lainnya. Kekhasan sifat-sifat kaca ini terutama dipengaruhi oleh keunikan silika (SiO2) dan proses pembentukannya.
Beberapa sifat-sifat kaca secara umum adalah:
* Padatan amorf (short range order).
* Berwujud padat tapi susunan atom-atomnya seperti pada zat cair.
* Tidak memiliki titik lebur yang pasti (ada range tertentu)
* Mempunyai viskositas cukup tinggi (lebih besar dari 1012 Pa.s)
* Transparan, tahan terhadap serangan kimia, kecuali hidrogen fluorida. Karena itulah kaca banyak dipakai untuk peralatan laboratorium.
* Efektif sebagai isolator.
* Mampu menahan vakum tetapi rapuh terhadap benturan.
Sebagaimana bahan-bahan yang sangat banyak digunakan dalam peradaban modern, riwayat penemuan kaca tidaklah jelas sama sekali. Salah satu rujukan yang paling tua mengenai bahan ini dibuat oleh Pliny, yang menceritakan bagaimana pedagang-pedangang phoenisia purba menemukan kaca tatkala memasak makanan. Periuk yang digunakannya secara tidak sengaja diletakkan di atas massa trona di suatu pantai. Penyatuan yang terjadi antara pasir dan alkali menarik perhatian dan orang Mesir telah berusaha menirunya. Sejak tahun 6000 atau 5000 sebelum Masehi, orang mesir telah membuat permata tiruan dari kaca dengan ketrampilan yang halus dan keindahan yang mengesankan. Kaca jendela sudah mulai disebut-sebut sejak tahun 290. Silinder kaca jendela tiup ditemukan oleh para pendeta pada abad kedua belas. Dalam abad tengah, Venesia memegang monopoli sebagai pusat industi kaca. Di jerman dan inggris, kaca baru mulai dibuat pada abad ke-16. Secara keseluruhan sebelum tahun 1900, industri ini merupakan seni yang dilengkapi oleh rumus-rumus rahasia yang dijaga ketat. Proses pembuatannya-pun bersifat empiris dan hanya berdasarkan pada pengalaman.
Pada tahun 1914, di Belgia dikembangkan proses Fourcault untuk menarik kaca plat secara kontiniu. Selama 50 tahun berikutnya para ilmuwan dan insinyur telah berhasil menciptakan berbagai modifiklasi terhadap proses penarikan kaca dengan tujuan untuk memperkecil distorsi optik kaca lembaran (kaca jendela) dan menurunkan biaya pembuatan.
Reaksi yang terjadi dalam pembuatan kaca secara ringkas adalah sebagai berikut:
Na2CO3 + aSiO2 ? Na2O.aSiO2 + CO2
CaCO3 + bSiO2 ? CaO.bSiO2 + CO2
Na2SO4 + cSiO2 + C ? Na2O.cSiO2 + SO2 + SO2 + CO
Walaupun saat ini terdapat ribuan macam formulasi kaca yang dikembangkan dalam 30 tahun terakhir ini namun gamping, silika dan soda masih merupakan bahan baku dari 90 persen kaca yang diproduksi di dunia.
Kuarsa (SiO2), salah satu bentuk polimorfi silika
Secara umum, kaca komersial dapat dikelompokkan menjadi beberapa golongan:
1. Silika lebur. Silika lebur atau silika vitreo dibuat melalui pirolisis silikon tetraklorida pada suhu tinggi, atau dari peleburan kuarsa atau pasir murni. Secara salah kaprah, kaca ini sering disebut kaca kuarsa (quartz glass). Kaca ini mempunyai ciri-ciri nilai ekspansi rendah dan titik pelunakan tinggi. Karena itu, kaca ini mempunyai ketahanan termal lebih tinggi daripada kaca lain. Kaca ini juga sangat transparan terhadap radiasi ultraviolet. Kaca jenis inilah yang sering digunakan sebagai kuvet untuk spektrometer UV-Visible yang harganya sekitar dua jutaan per kuvet.
2. Alkali silikat. Alkali silikat adalah satu-satunya kaca dua komponen yang secara komersial, penting. Untuk membuatnya, pasir dan soda dilebur bersama-sama, dan hasilnya disebut Natrium silikat. Larutan silikat soda juga dikenal sebagai kaca larut air (water soluble glass) banyak dipakai sebagai adhesif dalam pembuatan kotak-kotak karton gelombang serta memberi sifat tahan api.
3. Kaca soda gamping. Kaca soda gamping (soda-lime glass) merupakan 95 persen dari semua kaca yang dihasilkan. Kaca ini digunakan untuk membuat segala macam bejana, kaca lembaran, jendela mobil dan barang pecah belah.
4. Kaca timbal. Dengan menggunakan oksida timbal sebagai pengganti kalsium dalam campuran kaca cair, didapatlah kaca timbal (lead glass). Kaca ini sangat penting dalam bidang optik, karena mempunyai indeks refraksi dan dispersi yang tinggi. Kandungan timbalnya bisa mencapai 82% (densitas 8,0, indeks bias 2,2). Kandungan timbal inilah yang memberikan kecemerlangan pada “kaca potong” (cut glass). Kaca ini juga digunakan dalam jumlah besar untuk membuat bola lampu, lampu reklame neon, radiotron, terutama karena kaca ini mempunyai tahanan (resistance) listrik tinggi. Kaca ini juga cocok dipakai sebagai perisai radiasi nuklir.
5. Kaca borosilikat. Kaca borosilikat biasanya mengandung 10 sampai 20% B2O3, 80% sampai 87% silika, dan kurang dari 10% Na2O. Kaca jenis ini mempunyai koefisien ekspansi termal rendah, lebih tahan terhadap kejutan dan mempunyai stabilitas kimia tinggi, serta tahanan listrik tinggi. Perabot laboratorium yang dibuat dari kaca ini dikenal dengan nama dagang pyrex. Kaca borosilikat juga digunakan sebagai isolator tegangan tinggi, pipa lensa teleskop seperti misalnya lensa 500 cm di Mt. Palomer (AS).
6. Kaca khusus. Kaca berwarna , bersalut, opal, translusen, kaca keselamatan,fitokrom, kaca optik dan kaca keramik semuanya termasuk kaca khusus. Komposisinya berbeda-beda tergantung pada produk akhir yang diinginkan.
7. Serat kaca (fiber glass). Serat kaca dibuat dari komposisi kaca khusus, yang tahan terhadap kondisi cuaca. Kaca ini biasanya mempunyai kandungan silika sekitar 55%, dan alkali lebih rendah.
DAFTAR PUSTAKA :
Barsounan, Michael. 1997. FUNDAMENTALS OF CERAMIC. The Mc-Graw Hill inc. Singapore.
Austin, Goerge T. 1984. SHEREVE’S CHEMICAL PROCESS INDUSTRIES.The Mc-Graw Hill inc.
Belerang: Superkonduktor yang diharapkan
Unsur belerang dapat ditemukan dalam beberapa bentuk allotropi, dua diantaranya adalah monoklinik dan rhombik belerang seperti gambar yang tertera di bawah ini.
Kanan : Rhombik belerang ; Kiri : Monoklinik Belerang
Kedua-duanya baik monoklinik dan rhombik belerang terbentuk dari delapan atom belerang yang membentuk molekul siklik.
Molekul siklik dari belerang padat (S8)
Rupa dari sulfur pada suhu dan tekanan biasa memiliki sifat isulator arus listrik. Walaupun, penelitian belerang pada tekanan tinggi menunjukkan bukti terjadinya transisi ke struktur berbeda yang merupakan fase logam (superkonduktivitas sering dikaitkan dengan perubahan struktur dari satu struktur kristal logam ke struktur logam lainnya, dimana struktur yang kedua menyimpang dari struktur sebelumnya). Elektromagnet khusus yang didasari oleh superkonduktif material digunakan secara luas di ilmu kedokteran untuk magnetik resonance imaging (MRI). Secara umum, superkonduktif material hanya menunjukkan sifat ini pada temperatur yang sangat rendah, lebih rendah daripada temperature hidrogen cair (20K).
Sifat dari belerang ini sangatlah penting karena fase logamnya memiliki suhu kritis yang sangat tinggi yang melampaui superkonduktivitas dari unsur-unsur benda padat lainnya yang telah diteliti. Lebih lanjut, suhu kritis ini meningkat dengan bertambahnya tekanan, merupakan sifat yang luarbiasa. Sebagai contoh, selenium dan telurium, yang merupakan satu golongan dengan belerang, menunjukkan sifat yang berbeda. Belum ada yang tahu bagaimana menjelaskan fenomena tersebut. Makna dari hasil penelitian tersebut adalah bahwa belerang membuka kesempatan untuk pengembanhan dari percobaan teori superkonduktivitas. Para peneliti sedang merencanakan untuk meningkatkan tekanan guna mempelajari sifat yang luarbiasa ini. [SS]
Raksa atau Merkuri, Bahaya dan Penanganannya
Berita di Kompas, 5 September 2002 kemarin menyatakan, sebagian besar sungai di Kalimantan Selatan (Kalsel), baik yang besar maupun yang kecil, terutama di tiga kabupaten/kota, yakni Tanah Laut, Kota Baru, dan Banjar, kini tercemar air raksa. Cemaran ini akibat kegiatan para penambang emas, baik oleh perorangan maupun perusahaan, yang diduga ilegal. Yang juga memprihatinkan, konsumen bisa dengan mudah membeli air raksa. Bahkan, dalam beberapa jam saja empat sampai lima ton air raksa habis diborong konsumen.
Tulisan singkat ini memaparkan air raksa bahaya-bahayanya dan batas-batas standar yang ditetapkan oleh badan-badan kesehatan dan lingkungan dunia atau Amerika. Apakah raksa itu? Air raksa adalah logam yang ada secara alami, satu-satunya logam yang pada suhu kamar berwujud cair. Logam murninya berwarna keperakan, cairan tak berbau, mengkilap. Bila dipanaskan sampai suhu 357 oC air raksa akan menguap. Selain untuk kegiatan penambangan emas, logam merkuri digunakan dalam produksi gas khlor dan soda kaustik, termometer, tambal gigi, dan baterai.
Air raksa, sering disebut merkuri, dapat berada dalam berbagai senyawa. Bila bergabung dengan khlor, belerang atau oksigen merkuri akan membentuk garam yang biasanya berwujud padatan putih. Garam merkuri sering digunakan dalam krim pemutih dan krim antiseptik. Merkuri anorganik (logam dan garam merkuri) terdapat di udara dari deposit mineral, dan dari area industri. Merkuri yang ada di air dan tanah terutama berasal dari deposit alam, buangan limbah, dan aktivitas volkanik.
Merkuri dapat pula bersenyawa dengan karbon membentuk senyawa organo merkuri. Senyawa organomerkuri yang paling umum adalah metil merkuri, yang terutama dihasilkan oleh mikroorganisme (bakteri) di air dan tanah. Karena bakteri itu kemudian terikut (termakan) oleh ikan, maka di ikan cenderung konsentrasi merkurinya akan tinggi. Nah, dari buangan di sungai Kalimantan ini dapat saja dalam waktu beberapa tahun kemudian akan terakumulasi di ikan, kemudian dampaknya akan ada pada generasi berikutnya. Ingat kasus Minamata di Jepang.
Bagaimana orang dapat terkontaminasi merkuri? Ada beberapa cara: memakan ikan atau hewan air lainnya yang telah terkontaminasi metilmerkuri; terkontaminasi karena lepasnya merkuri dari penambal gigi (banyak pihak mengganggap kasus yang sangat jarang), menghirup udara yang mengandung merkuri dari tumpahan, atau limbah industri (orang-orang pekerja tambang yang tersebut dalam berita Kompas itu, penulis rasa rawan terhadap kontaminasi ini).
Efek merkuri pada kesehatan terutama berkaitan dengan sistem syaraf, yang sangat sensitif pada semua bentuk merkuri. Metilmerkuri dan uap merkuri logam lebih berbahaya dari bentuk-bentuk merkuri yang lain, sebab merkuri dalam kedua bentuk tersebut dapat lebih banyak mencapai otak. Pemaparan kadar tinggi merkuri, baik yang berbentuk logam, garam, maupunmetilmerkuri dapat merusak secara permanen otak, ginjal, maupun janin.
Pengaruhnya pada fungsi otak dapat mengakibatkan tremor, pengurangan pendengaran atau penglihatan dan pengurangan daya ingat. Pemaparan dalam waktu singkat pada kadar merkuri yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan paru-paru, muntah-muntah, peningkatan tekanan darah atau denyut jantung, kerusakan kulit, dan iritasi mata. Badan lingkungan di Amerika (EPA) menentukan bahwa merkuri klorida dan metilmerkuri adalah bahan karsiogenik.
Anak-anak lebih rentan daripada orang dewasa terhadap merkuri. Merkuri di ibu yang mengandung dapat mengalir ke janin yang sedang dikandungnya dan terakumulasi di sana. Juga dapat mengalir ke anak lewat susu ibu. Akibatnya, pada anak dapat berupa kerusakan otak, retardasi mental, buta, dan bisu. Bahkan, masalah pada pencernaan dan ginjal juga dapat terjadi.
Oleh karena itu, merkuri harus ditangani dengan hati-hati, dijauhkan dari anak-anak dan wanita yang sedang hamil. Standard yang ditetapkan badan-badan internasional untuk merkuri adalah sebagai berikut: di air minum 2 ppb (2 gr dalam 1.000.000.000 (satu milyar gr air atau kira-kira satu juta liter)). Di makanan laut 1 ppm (1 gram tiap 1 juta gram) atau satu gram dalam 10 ton makanan. Di udara 0,1 mg (miligram) metilmerkuri setiap 1 m3, 0,05 mg/m3 logam merkuri untuk orang-orang yang bekerja 40 jam seminggu (8 jam sehari). Nah, penulis mengira di Kalimantan, kalau benar peredarannya begitu bebas dan saya takut juga ditangani tidak semestinya batas-batas di atas pasti terlampaui.
Bisakah dites apakah para pekerja terkontaminasi merkuri? berdasarkan catatan sampel darah dan urin dari sesorang dapat digunakan untuk mengetahui hal ini. Kadang diambil juga sampel rambut untuk diketahui kadar merkurinya pula.
Mudah-mudahan pihak pemerintah daerah di Kalimantan segera turun tangan untuk mencegah bahaya yang lebih besar, yang saya yakin akan terjadi untuk semua lapisan dan akan melibatkan jumlah yang besar.
Teknologi Baru Pengolahan Air Membersihkan Air dengan Katalis
Baru-baru ini, Tim peneliti dari Hitachi mengumumkan bahwa mereka berhasil menemukan teknologi baru dalam pengolahan air. Mereka telah berhasil mengembangkan
teknologi katalis untuk menguraikan zat organik yang terkandung dalam air. Katalis yang digunakan adalah katalis yang aktif setelah dikenai sinar ultraviolet. Dikatakan bahwa lebih dari 90 persen zat organik termasuk Dioksin bisa diuraikan dengan cara ini.
Kelebihan teknologi ini dibandingkan dengan teknologi yang ada selama ini adalah cukup menggunakan katalis tanpa menggunakan zat tambahan. Beaya proses ini jauh
lebih murah dibandingkan dengan teknologi yang ada saat ini, misalnya dibandingkan dengan menggunakan membran. Di samping itu, proses penguraian zat organik dengan teknologi ini memerlukan waktu yang relatif singkat.
Kelemahan dari teknologi ini adalah ambang konsentrasi polutan yang masih relatif kecil, dibawah 100 ppm. Sehingga, untuk air limbah yang memiliki tingkat konsentrasi zat organik sangat tinggi diperlukan proses pendahuluan untuk menurunkan kandungan zat organiknya.
Katalis adalah zat yang bisa mempercepat atau memacu terjadinya suatu reaksi. Dalam hal ini adalah reaksi penguraian zat organik. Untuk proses pengolahan air ini, katalis yang dipakai adalah Titan Oksida. Titan Oksida menjadi oksidator kuat setelah disinari sinar ultraviolet. Titan Oksida yang telah aktif tersebut akan mengoksidasi zat-zat organik ada.
Alat pembersih air yang dirancang oleh Hitachi memiliki bentuk yang sederhana. Yaitu berupa reaktor berbentuk silinder dengan sumber sinar ultraviolet pada bagian tengahnya. Sedangkan katalis ditempelkan pada dinding dalam silinder dengan zat perekat. Air limbah cukup dilewatkan pada reaktor silinder tersebut dan zat organik yang terkandung di dalamnya akan diuraikan oleh katalis yang di dinding silinder.
Saat ini, Indonesia sedang menghadapi masalah serius tentang air bersih. Kelihatannya kita bisa menaruh harapan pada pengembangan teknologi ini.
Diposkan oleh Sudarmono di 08:47
0 komentar:
Poskan Komentar
Posting Lama Beranda
Langgan: Poskan Komentar (Atom)
Daftar Isi
* ▼ 2009 (2)
o ▼ Juni (2)
+ Kimia Anorganik Kehidupan
+ Kimia Anorganik Unsur dan Senyawa
Mengenai Pengarang
Foto Saya
Sudarmono
Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
Assalamu'alaikum. Ismii Sudarmono min Bandar Lampung yaitu fi Universitas Lampung, tepatnya Jurusan Kimia FMIPA.
Lihat profil lengkapku
Langganan:
Postingan (Atom)